Penantian yang Kudus - Katekese Singkat Makna Perayaan Malam Paskah

Dekat tempat di mana Yesus disalibkan  ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang. Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ. (Yoh 19:41-42)

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. (Yoh 20:1)

Hampir setiap dari kita punya pengalaman menantikan sesuatu; mulai dari menantikan hasil ujian di sekolah sampai menantikan turunnya gaji atas pekerjaan kita sehari-hari. Di dalam penantian, kita masuk ke dalam sikap diam yang penuh dengan pengharapan. Kali ini, saya ingin mengajak kita semua untuk mendalami makna penantian di dalam Perayaan Malam Paskah, di mana pada malam ini “Gereja menantikan dalam doa, Kebangkitan Tuhan dan merayakannya dengan Sakramen Baptis, Krisma dan Ekaristi.”*

Di bagian awal, saya menuliskan dua kutipan dari Injil Yohanes, yaitu bagian akhir bab 19 dan bagian awal bab 20. Saudari-saudara silakan membaca sendiri dengan utuh dan cermat dan memperhatikan apa yang terjadi di antara bagian akhir bab 19 dan bagian awal bab 20 tersebut. Injil Yohanes bab 18 dan bab 19 menceritakan penderitaan Yesus yang kemudian kita rayakan dalam kesempatan Ibadat Jumat Agung. Sementara itu, Injil Yohanes Bab 20 menceritakan kebangkitan Yesus yang kemudian kita rayakan dalam kesempatan Hari Raya Minggu Paskah. Apa yang sesungguhnya terjadi di antara kedua bab tersebut sehingga kini kita merayakannya dalam kesempatan Malam Paskah?

Malam Penantian
“Pada hari Sabtu Paskah, Gereja tinggal di makam Tuhan, merenungkan Penderitaan, Wafat dan turun-Nya ke alam maut dan memantikan Kebangkitan-Nya dengan puasa dan doa.”** Pada kesempatan ini, setiap umat beriman diajak untuk masuk ke dalam penantian akan kebangkitan Yesus. Inilah kesempatan kita untuk masuk ke dalam sikap diam yang penuh dengan pengharapan. Puasa dan doa menjadi salah satu cara yang bisa kita pilih untuk menghayati penantian kita akan kebangkitan Yesus.

Orang-orang Ibrani sudah terlebih dulu merayakan Malam Pesta Paskah sebagai kenangan akan pembebasan mereka dari perbudakan firaun. Bagi kita umat beriman, Malam Pesta Paskah menjadi tanda kehadiran Kristus yang mematahkan rantai kematian dan naik dari alam maut sebagai pemenang. Pada malam tirakatan bagi Tuhan ini, kita menyiapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan kembali, yaitu kedatangan-Nya yang mengalahkan kematian di hidup kita dan juga kedatangan-Nya yang membawa kehidupan bagi kita.

Malam yang Kudus
Perayaan Malam Paskah dibagi ke dalam empat bagian.*** Bagian pertama, perayaan cahaya dan madah Paskah. Bagian kedua, ibadat sabda di mana Gereja Kudus merenungkan karya agung yang dilaksanakan Allah Tuhan pada umat-Nya sejak semula. Bagian ketiga, peristiwa baptis seluruh umat beriman bersama anggota-anggota baru yang dilahirkan kembali dalam baptis. Bagian keempat, undangan untuk ikut ambil bagian dalam meja yang disediakan Tuhan bagi umat-Nya sebagai kenangan akan wafat dan Kebangkitan-Nya sampai Ia datang kembali.

Melalui setiap bagian dalam liturgi Perayaan Malam Paskah, kita semua diajak untuk menjadikan penantian kita akan kebangkitan Yesus sebagai sesuatu yang kudus. Di dalam penantian itu, iman, harapan, dan kasih kita menjadi semakin penuh. Melalui kepenuhan itulah, kita turut berdoa bersama dengan Roh Kudus agar buah-buah kebangkitan dapat senantiasa tercurah di dalam hidup kita yang sudah ditebus melalui karya penyelamatan Kristus.

Di tengah masa pandemi ini, kita seperti “dipaksa” untuk menantikan kesembuhan dunia yang seakan-akan tak berujung. Dalam permenungan Malam Paskah, kita diingatkan bahwa sebagai umat beriman, kita memiliki kekuatan di tengah masa penantian ini, yaitu harapan akan Kristus yang bangkit. Yesus telah mengalahkan maut melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya dan membawa kehidupan baru bagi dunia. Marilah kita sama-sama berjuang dan berdoa agar melalui kebangkitan-Nya, Yesus dapat membawa kekuatan dan kesembuhan baru di tengah situasi dunia saat ini. Tuhan memberkati.

* Perayaan Paskah dan Persiapannya, 77
** Perayaan Paskah dan Persiapannya, 73
*** Perayaan Paskah dan Persiapannya, 81

Sumber :
Congregatio Pro Cultu Divino, Seri Dokumen Gerejawi No. 71-Perayaan Paskah dan Persiapannya; Litterai Circulares De Festis Paschalibus Praeparandis et Celebrandis
(Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia, 2005)

Gambar :  Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments