Misteri Kasih Ilahi dalam Tritunggal Mahakudus

Hari raya Tritunggal Mahakudus merupakan perayaan akan misteri kasih Ilahi, satu Allah tiga pribadi. Melalui misteri Tritunggal Mahakudus ini kita diajak untuk merasakan dan mengalami kesatuan kasih Ilahi dalam sejarah keselamatan: Allah Bapa Mahakuasa yang mencintai, Tuhan Yesus penebus dan Roh Kudus yang menyertai perjalanan dan perutusan Gereja. Di situ Allah Bapa menyatakan kasih-Nya melalui Yesus Kristus, dan Roh Kudus yang menyertai Gereja dan umatnya sampai di akhir zaman. Perutusan Gereja sesuai dengan jati dirinya yang tidak lepas dari iman akan misteri Tritunggal Mahakudus dan tugas perutusan mewartakan injil sampai ke ujung bumi.

Gereja ada/hadir setelah Yesus naik ke Surga dan Pentakosta (yang kita rayakan minggu lalu) sampai nanti di akhir zaman. Roh Kudus yang turun pada hari Pentakosta terus mendampingi
umat beriman dan Gereja. Lebih-lebih bagi umat beriman yang secara khusus melaksanakan Doa Novena Roh Kudus yang dengan penuh kerinduan menantikan kehadiran Roh Kudus. Karunia-karunia Roh Kudus juga dianugerahkan bagi perutusan Gereja. Misteri Allah Trintunggal Mahakudus ini kita imani dan kita ungkapkan setiap kali di awal dan akhir doa-doa kita, yakni dengan membuat tanda salib. Dengan demikian misteri kasih ilahi Tritunggal mahakudus menguasai pikiran, hati/pusat hidup dan karyakarya umat beriman atau Gereja keseluruhan. Oleh karena itu, amanat agung perutusan Gereja dalam Mat. 28:16-20 sangat sesuai dengan identitas Gereja yang keberadaannya untuk senantiasa bersaksi dan mewartakan injil dengan kuasa Roh Kudus yang menyertai sampai akhir zaman.

Untuk meningkatkan penghayatan akan misteri kasih ilahi Tritunggal Mahakudus, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan : Pertama, belajar hidup dalam misteri kasih ilahi: Tritunggal mahakudus. Kita dapat semakin menghidupi anugerah misteri kasih illahi tersebut dengan berani menciptakan ruang, waktu dan kebiasaan baik bagi misteri kasih ilahi yang luar biasa tanpa batas. Setiap umat beriman dipanggil untuk mempersembahkan pikiran, hati dan karyakaryanya dalam kuasa kasih ilahi. Biarkanlah misteri kasih ilahi yakni kasih Bapa, rahmat penebusan Tuhan Yesus dan kuasa Roh Kudus, terus menguasai dan menuntun hidup kita. Pikiran negatif, hawa napsu, kebiasaan buruk perlu untuk tidak diberi tempat. Dalam iman kepercayaan kepada Tritunggal Mahakudus kita belajar mengubah orientasi pada diri menjadi orientasi pada kehendak Tuhan, perutusan Gereja dan misteri kasih ilahiNya.

Kedua, menjadi bagian aktif pelaksana perutusan Gereja untuk mewartakan kabar gembira dan sukacita kerajaan Allah. Mat 28:16-20 meyakinkan penyertaan Roh Kudus yang membuat umat beriman dan Gereja menemukan jalan-jalan baru dalam perutusannya. Di tengah pandemi, new normal penyertaan Roh Kudus dalam Tritunggal Mahakudus memungkinkan umat beriman dan Gereja menjadi jalan-jalan solusi, menjadi sahabat/teman ditengah aneka kesulitan, menjadi pribadi yang peduli makin terlibat dan menjadi berkat.

Ketiga, pola iman dalam penghayatan misteri Tritunggal Mahakudus akan memudahkan umat beriman untuk tetap bersatu dalam aneka perbedaan. Pola iman ini dapat menjadi bekal untuk kita terapkan dalam perutusan Gereja di tengah masyarakat majemuk dengan motto Bhinneka Tunggal Ika nya. Umat beriman sekaligus hadir sebagai Pancasilais dan penuh cinta tanah air dengan penghayatan imannya yang mendalam. Dalam semangat misteri Tritunggal Mahakudus, oleh karenanya, setiap orang beriman dapat punya kesempatan menjadi berkat untuk persatuan dan persaudaran. Di sini umat beriman dapat hadir menjadi solusi ketika terdapat benih-benih perpecahan di tengah masyarakat dan lingkungan sekitarnya, menjadi penyejuk dan pembawa damai ketika muncul emosi ketidakpuasan dan ekspresi negatif yang akan membawa kerusakan dan keburukan.

Semoga penghayatan misteri kasih ilahi dalam Tritunggal mahakudus menghasilkan buah-buah kesaksian perutusan Gereja dan perpanjangan penyelenggaran Ilahi di tengah kehidupan masa kini. Amin.

Penulis : Andreas Yumarma

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments