Mengembangkan UMKM & UKM yang Berkelanjutan di Umat Basis

Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang jaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus juga. Tiada sesuatu pun yang sungguh manusiawi, yang tak bergema di hati mereka. Sebab persekutuan mereka terdiri dari orang-orang, yang dipersatukan dalam Kristus, dibimbing oleh Roh Kudus dalam peziarahan mereka menuju Kerajaan Bapa, dan telah menerima warta keselamatan untuk disampaikan kepada semua orang. Maka persekutuan mereka itu mengalami dirinya sungguh erat berhubungan dengan umat manusia serta sejarahnya. ( KV II KONSTITUSI PASTORAL TENTANG GEREJA DI DUNIA DEWASA INI: “GAUDIUM ET SPES” : GS No.1)

TERANG PARA BANGSALAH Kristus itu. Maka Konsili suci ini, yang terhimpun dalam Roh Kudus, ingin sekali menerangi semua orang dalam cahaya Kristus, yang bersinar pada wajah Gereja, dengan mewartakan Injil kepada semua makhluk (Lih. Mrk 16:15). Namun Gereja itu dalam Kristus bagaikan sakramen, yakni tanda dan sarana persatuan mesra dengan Allah dan kesatuan seluruh umat manusia. Maka dari itu menganut ajaran Konsili-konsili sebelum ini, Gereja bermaksud menyatakan dengan lebih cermat kepada umatnya yang beriman dan kepada
seluruh dunia, manakah hakekat dan perutusannya bagi semua orang. Keadaan zaman sekarang lebih mendesak Gereja untuk menunaikan tugas secara lebih erat berkat pelbagai hubungan sosial, teknis dan budaya, memperoleh kesatuan sepenuhnya dalam Kristus. (KV II KONSTITUSI TENTANG GEREJA : “LUMEN GENTIUM” : LG No. 1)

Kalau kita mencermati GS No.1 dan LG No.1 di atas maka jelas sekali bahwa Gereja dipanggil dan diutus untuk mengasihi, peduli dan bersaksi bagi manusia dan dunia (bdl GS No.1) dan untuk menjadi sakramen keselamatan bagi manusia dan dunia, yakni tanda persatuan kasih mesra antara Allah dan manusia serta antar sesama manusia (bdk.LG, No.1). 

Untuk memenuhi panggilan dan perutusan tersebut Gereja secara terus menerus berusaha untuk mengejawantahkan kehadiran Kristus, Sang Gembala baik dan murah hati yang memelihara, melindungi dan mempersatukan domba-domba dengan kasih kegembalaan-Nya (bdk. Yohanes 10:10-11).

Salah satu wujud nyata kasih kegembalan Kristus tersebut adalah keberpihakan-Nya kepada mereka yang termasuk Kelompok KLMTD (Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir dan Difabel) nyata sekali dalam Lukas 4:18-19: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orangorang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orangorang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Yang dikutip dari Yes 61:1-3. Dari perikop tadi kita bisa merasakan penegasan Yesus tentang makna kehadiran-Nya yakni memberikan “Pembebasan” (Pembebasan dalam artian holistik yaitu menyentuh seluruh dimensi kehidupan manusia) dengan demikian sebenarnya sejak Gereja Perdana lahir maka saat itulah Gereja memegang tongkat estafet untuk melakukan “pembebasan “ tersebut. Untuk mengejawantahkan kehadiran Kristus, Sang Gembala baik dan murah hati yang memelihara, melindungi dan mempersatukan domba-domba dengan kasih kegembalaan-Nya, Gereja telah
membentuk Komisi (untuk Keuskupan) dan Seksi/Bidang(untuk tingkat Paroki) Pengembangan Sosial Ekonomi(PSE) (yang dulu disebut dengan Delsos: Delegatus Socialis). Melalui PSE inilah Gereja melakukan Pewartaan secara kongkrit membantu karya penggembalaan Uskup/Pastor Paroki dalam pelayanan atau menjawab persoalan sosial ekonomi masyarakat yang terintegrasi dalam seluruh aspek keberimanan umat sehari-hari sesuai dengan
Ajaran Sosial Gereja.

Sebagai umat Katolik, kita sesungguhnya terpanggil dan seharusnya tergerakkan oleh rasa prihatin dan empati akan sesama di sekitar yang mengalami nasib kurang menguntungkan akibat bencana alam, pandemi COVID-19 dan/atau kebijakan pemerintah yang kurang atau tidak berpihak pada mereka. Mengasihi, Peduli, Bersaksi dapat menjadi solusi untuk menolong sesama agar keluar dari lilitan masalah Sosial Ekonomi tersebut. Tujuannya tentu tidak lain adalah untuk kesejahteraan bersama. Sampai pada persimpangan ini, satu kalimat yang menjadi kata kunci dan roh yang mampu menggerakkan adalah option for the Poor.

Sebagai umat Paroki Cikarang, kita harus belajar dari Sang Guru kemanusiaan: Yesus sendiri yang berpihak kepada Kelompok KLMTD, dan Bunda Teresa pelindung Paroki kita yang dengan segenap hati, pikiran dan tenaga melayani yang miskin dari yang termiskin dengan spiritualitas “engkau adalah Yesus bagiku” (bdk Yak 2:20 : Iman tanpa perbuatan adalah iman
yang kosong).

Masih sangat jelas dalam ingatan kita akan bazar UMKM di halaman parkir Gereja pada hari Minggu, 11 September 2022 yang diikuti oleh sekitar 60 stand UMKM dengan berbagai jenis
makanan dan dilengkapi dengan berbagai warna-warni budaya/pakaian adat daerah turut memeriahkan Perayaan HUT ke 15 Paroki Cikarang. Pada kesempatan tersebut Pj. Bupati Bekasi, Bapak Dani Ramdan sangat mengapresiasi dan berharap agar bazar tersebut dapat membantu usaha UMKM khususnya bagi umat Paroki yang terdampak pandemi COVID-19 agar bisa segera pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat. Beliau juga mengharapkan agar ini bukan sekedar kegiatan, tetapi bisa menjadi inspirasi untuk ditindaklanjuti sehingga UMKM dan UKM bisa semakin berkembang selaras dengan pengembangan UMKM dan UKM di Kabupaten Bekasi yang telah mulai memasarkan produknya ke gerai-gerai pasar modern.

Cermati logo di atas ini
1. Tema besar : Penghormatan Martabat Manusia.
2. Seluruh persekutuan dan gerak umat KAJ dalam Penghormatan Martabat Manusia berdasarkan Spiritualitas Ekaristi.
3. Identitas umat katolik di KAJ sebagai persekutuan dan gerakan umat Allah dengan semangat GembalaBaik dan Murah Hati.
4. Yesus memberikan diri-Nya seutuhnya sampai wafat di salib maka kemartiran menjadi bagian perutusan umat KAJ.
5. NKRI adalah tempat bertumbuh dan berbuah umat KAJ.
6. Umat KAJ dipanggil untuk menghidupi panggilan dan perutusan kita bersama untuk semakin mengasihi, semakin peduli , semakin bersaksi dalam kehidupan kita sehari-hari
7. Setiap dari kita umat KAJ dipanggil untuk memperhatikan, merangkul dan melindungi setiap pribadi, terutama mereka yang kecil, lemah, miskin,tertindas dan difabel (KLMTD). Kepedulian ini bersumber kepada Kristus yang telah peduli terlebih dahulu kepada manusia sampai wafat di kayu salib sebagai silih atas dosa-dosa manusia
8. Gerak generasi muda dan lanjut usia bersinergi dan bekerja bersama untuk mewujudkan Ardas KAJ 2022

Sedikit gambaran untuk UMKM dan UKM dalam bentuk Tabel(belum termasuk perpajakan dan lain sebagainya)


Catatan :
• Nomor 1, 3 dan 4 berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2008
• Nomor 2 menurut BPS
• Nomor 5 menurut UU Nomor 23 tahun 2014.
Mengapa UMKM membutuhkan modal awal lebih banyak? Karena UMKM diyakini lebih memiliki pengaruh terhadap perkembangan ekonomi di Indonesia dan atau mendapatkan bantuan dari pemerintah, lagi pula UKM dinilai bersifat lebih perorangan dengan usaha dan keuntungan relatip kecil. Home Industri tempe kedelai dan pupuk kandang serta jasa belanja online bersifat individu (umat Paroki Cikarang ada yang sudah menekuni bidang ini dan berprospek sangat menjanjikan)

Pertanyaan Refleksi
Dengan mencermati tulisan dan logo diatas, kita sebagai umat Paroki Cikarang yang berspiritualitas “Engkau adalah Yesus bagiku”, apa yang akan kita lakukan demi Pengembangan UMKM & UKM Umat Basis yang berkesinambungan? Dalam hal permodalan? Asas Legalitas? Management Produksi? Pemasaran? Standarisasi? (Mutu Produk dan Mutu Lingkungan) & Keselamatan Kerja? Dan lain-lain.

Berkah Dalem

Penulis : Aloysius Haryanto - Tim Kontributor Kolom Katakese

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments