Menanti Kedatangan Tuhan dengan Hati Terbuka, Doa dan Keterjagaan

Adven, masa penantian telah tiba. Apa yang disabdakan Yesus kepada murid-murid-Nya di Injil Lukas 21:25-28, 34-36 merupakan nubuat tanda alam atau peristiwa yang terjadi pada alam semesta. Apa yang terjadi pada matahari, bulan, bintang, langit dan bumi menjadi tanda-tanda untuk mempersiapkan umat beriman. Kejadian-kejadian mengejutkan dari langit dan bumi menandai kedatangan Anak Manusia. Gangguan dan bencana alam membuat banyak orang cemas dan mati ketakutan. Hal ini mengingatkan pengalaman yang hampir sama akan pandemi dahsyat yang menimpa seluruh dunia dan masih menjadi bagian pengalaman hidup kita.

Panca indera dan pengalaman kita selama pandemi COVID-19 telah mendidik umat beriman sadar akan Tuhan yang bisa datang setiap saat memanggil kita. Oleh karena itu pada minggu Adven pertama, perikop Injil Lukas di atas, mengajak umat beriman melakukan beberapa hal permenungan sebagai berikut :

Pertama, “Bangkitlah dan angkatlah mukamu sebab penyelamatanmu sudah dekat” (Bdk ayat 28). Pesan ini mengajak kita umat beriman untuk tidak terlena, tetapi berinisiatif bergerak terlibat pada kepedulian dengan sekitar karena penyelamatan sudah dekat. Di sini umat beriman dipanggil untuk memiliki hati terbuka melihat kejadian-kejadian dari perspektif penyelamatan. Cemas dan ketakutan tidak menenggelamkan umat beriman tetapi mampu melihat karya penyelamatan yang sedang datang menawarkan ruang-ruang kepedulian, keterlibatan dan inisiatif tindakan kasih sayang.

Kedua, “jagalah dirimu” (Bdk ayat 34) menjadi peringatan bagi kita untuk memperhatikan cara hidup supaya tidak terjerat pada pesta pora dan kemabukan duniawi. Hal-hal atau barang duniawi tidak boleh membelenggu cara hidup, sehingga kedatangan Tuhan dapat disambut sebagai hari penyelamatan. Dengan demikian pengharapan dan syukur melindungi kita dari kecemasan dan ketakutan. Dengan menjaga diri, iman kita semakin kuat dan tangguh dalam mengarungi kehidupan.

Ketiga, “Berjagalah senantiasa sambil berdoa” (Bdk ayat 36). Pada hari Natal, penyelamatan dan kedatangan Tuhan ditampilkan dalam kelembutan, kerendahan dan kemiskinan. Kehadiran Tuhan yang kedua pada akhir zaman sebagaimana dinubuatkan Injil Lukas akan terjadi dengan penuh kuasa dan kemuliaan. Keduanya mengajak kita mempersiapkan diri dengan introspeksi, refleksi diri dan tindakan-tindakan yang sesuai untuk menyambut kedatangan Tuhan.

Umat beriman menyongsong kehadiran Tuhan dengan penuh pengharapan, tanpa ketakutan karena kedatanganNya menjadi pemenuhan pengharapan dan kerinduan iman. Semua orang akan diadili pada kedatangan Tuhan di akhir zaman. Penghukuman tergantung pada tindakan-tindakan kita selama hidup. Tidak kalah pentingnya, pengharapan iman menempatkan umat beriman untuk selalu berada dalam kedekatan dengan Tuhan, mengandalkan kuasaNya serta mempercayakan segala sesuatunya pada anugerah belas kasih-Nya.

Melayani Tuhan dengan penuh ketulusan dan kesetiaan dalam hidup akan memampukan umat beriman menghadapi pengadilan Tuhan dengan penuh pengharapan dan kegembiraan. Setiap kali kita harus membersihkan hati kita dari aneka kelekatan dan dosa. Dengan demikian kita terus terjaga untuk menyongsong kedatangan Tuhan di tengah-tengah kita dengan kepedulian, doa, keterjagaan diri dan tindakan kasih sayang.

Penulis : Tasya

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments