Membaca Kitab Suci, Saat-saat Indah Penuh Rahmat

Bulan Kitab Suci tahun 2020 ini mengambil tema besar yang sangat menarik yakni MENJADI SAUDARA YANG ADIL DI MASA PANDEMI (KKKS-KAJ, Bulan Kitab Suci 2020 Menjadi Saudara yang Adil di masa Pandemi, 2020).

Pandemi COVID-19 telah sedikit banyak membongkar cara berada umat beriman selama ini dan kita perlu menata kembali keimanan kita secara lebih mendasar berbasis Kitab Suci. Dengan begitu kita sebagai umat beriman dalam terang Kitab Suci merefleksikan kondisi nyata sekitar, tetap mampu dan bersemangat mewartakan kabar gembira, menjadi saudara yang adil ditengah segala dampak pandemi yang harus dihadapi semua orang saat ini.

Pandemi ini telah merubah sendi kehidupan mendasar antara lain : bertambahnya kesulitan dalam pekerjaan, keuangan, pemenuhan kebutuhan keluarga, cara beribadat, dan kesulitan adaptasi kebiasaan solidaritas dimana setiap orang terutama sebagai orang beriman juga mengalami suka duka sebagai korban. Tidak mustahil krisis keuangan, keluarga, ekonomi dan sosial tersebut merembet ke krisis penghayatan umat beriman atau Gereja.

Kebiasaan ke Gereja, menerima komuni dan kegiatan-kegiatan secara fisik, kini harus mengalami perubahan menembus penghayatan yang lebih batiniah sampai menyentuh kedalaman kalbu setiap orang. Penghayatan Gereja sebagai kumpulan umat  beriman dihayati secara daring (online) dengan menggunakan perangkat-perangkat digital, semakin banyak dipakai dalam kehidupan harian. Hampir sebagian besar sebenarnya belum siap secara keuangan, ekonomi, sosial, adat kebiasaan keluarga maupun kebiasaan pribadi, sehingga ekspresi ketidaknyamanan, kegalauan dan ketidaksiapan sering kita temui dalam hidup sehari-hari.

Kembali ke sumber iman yakni Kitab Suci, yang dalam bulan Kitab Suci secara khusus Sabda Tuhan dibaca dan direnungkan, merupakan saat-saat indah penuh rahmat dan sangat berharga. Saat-saat indah penuh rahmat karena Roh Kudus yang berkarya atas para penulis Injil, juga sedang berkarya pada umat yang dengan sikap iman membaca Kitab Suci yang diwartakan para penulis Injil.

Membaca Kitab Suci, menemukan pesan-pesan Tuhan dan mengalami sukacita perjumpaan dengan Tuhan dalam Kitab Suci menjadi kekuatan sekaligus pedoman dalam mewartakan Allah Bapa yang adil (Mat 6:9-13), Allah yang hadir sebagai korban ketidakadilan (Mat 25:31-40), dalam berbela rasa (Mrk 2:1-12) dan menjadi saudara dalam penderitaan (Lukas 6:19-30).

Saat-saat indah penuh rahmat dalam bulan Kitab Suci juga sangat berharga karena dengan sikap iman membaca Kitab Suci kita mengenal dan mengalami kasih Allah (Bdk 1 Yoh 4:16). Dengan pendalaman Kitab Suci secara daring (online) di keluarga-keluarga bersama umat di sub-lingkungan, lingkungan dan paroki, semoga kegairahan kegiatan pendalaman Kitab Suci mengobarkan semangat iman untuk berbela rasa, memenemukan kehadiran Tuhan pada para korban, menjadi saudara dalam penderitaan serta menjadikan Kitab Suci ataupun tradisi Gereja sebagai pedoman arah dinamika hidup umat beriman khususnya di masa pandemi dengan aneka dampak yang harus dihadapi.

Penulis : Andreas Yumarma

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments