Maria dan Yosef - Profil Beriman dan Kekudusan dari yang Kudus

Maria dan Yosef, model beriman kepada Tuhan.
Tuhan telah memilih Maria sebagai Bunda Allah; sebab Kristus yang dikandung dan dilahirkannya adalah Allah. Itulah sebabnya di dalam Kitab Suci, Maria disebut sebagai Bunda Allah (lih. Luk 1:43, 35, Gal 4:4). Dengan melahirkan Kristus, Maria juga dapat disebut sebagai Bunda Gereja, karena Kristus sebagai Kepala selalu berada dalam kesatuan dengan Gereja yang adalah anggota-anggota Tubuh-Nya yang memperoleh hidup di dalam Dia. Gereja menyatakan hormat baktinya kepada Maria sebagai Ratu Surgawi dan Bunda pengikut Putera-Nya pada setiap bulan Mei dan Oktober. Gereja menyatakan diri sebagai putera-puteri Maria, dan mau mengulangi fiat Maria, “Ecce Ancila Domini, Fiat Mihi secundum Verbum Tuum”, “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu” (Luk. 1:38).

Bapak Yosef, diwartakan sebagai sosok yang tulus dan suci. Yosef dan Maria berada dalam tunangan suci, ketika Maria telah mengandung (bdk. Mat. 1:18). Itulah pertunangan tahap dua sesuai tradisi lokal kala itu, yakni relasi seorang pria - wanita dewasa yang telah dianggap sebagai ‘suami-isteri’, walaupun mereka belum tinggal bersama (Mat. 1:18). Injil Matius selanjutnya mencatat, jawaban Tuhan atas sikap Yosef yang tulus dan tidak mau mencemarkan nama Maria kepada khalayak ramai (Mat. 1:19). Kata malaikat, jangan engkau takut untuk mengambil Maria sebagai isterimu’ (Mat. 1:20b). Yosef tampil sebagai pribadi yang tidak gegabah, seperti terlihat dalam Matius 1:20, dimana Yosef “mempertimbangkan” untuk menceraikan Maria. Selanjutnya, Yosef menjadi pendengar dan percaya kepada Firman Tuhan yang disampaikan Malaikat Tuhan kepadanya melalui mimpi (Mat. 1:20-24). Yosef kemudian menyatakan kesediaanya mengambil Maria sebagai isterinya dan setia mendampingi Maria sampai kelahiran Putera-nya di kandang hina Bethlehem (Mat. 2:1; Luk. 2:1-7); Yosef setia mendengarkan dan melaksanakan firman Tuhan untuk penyingkiran ke Mesir (Mat. 2: 13-15) menghindari rencana jahat dari Herodes yang mau membunuh Anak yang baru lahir. Sebagai penjaga Yesus dan Maria, Santo Yosef tidak dapat “menjadi yang lain selain penjaga Gereja”, penjaga keibuan Gereja, dan penjaga tubuh Kristus, tulis Paus Fransiskus dalam surat Apostolik “Patris Corde”.

Maria dan Yosef, Profil Kekudusan dari yang Kudus
Tradisi Gereja suci menghormati Maria sebagai “yang Terbesar di antara para Kudus di Surga”. Betapa tidak! Bunda Maria memperoleh tugas perutusan dari Tuhan yang membuatnya lebih tinggi dari para Nabi Perjanjian Lama maupun lebih tinggi dari Yohanes Pembaptis yang oleh Yesus sendiri dianggap terbesar di dunia. Maria menjadi terbesar dalam Kerajaan Allah setelah Allah Tri Tunggal karena Maria mengandung Tuhan, yakni Putera Allah, Maria merasakan penolakan yang menyakitkan ketika manusia menolak untuk memberi tumpangan bagi Tuhan yang akan dilahirkannya. Tidak hanya itu. Maria mengalami penderitaan batin yang berat ketika menyaksikan Putera-nya wafat di atas kayu salib dan menerima-Nya di pangkuannya dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

Yosef menempati tempat ketiga setelah Maria. Yosef menjadi mempelai Maria, merawat dan membesarkan Yesus, Sang Putera Allah. Surat Apostolik “Patris corde” (“Dengan Hati Seorang Bapa”), oleh Paus Fransiskus dalam rangka untuk memperingati 150 tahun deklarasi Santo Yosef sebagai Pelindung Gereja Semesta, Paus mencanangkan Tahun Santo Yosef yang telah dibuka pada tanggal 8 Desember 2020 dan akan berpuncak pada tanggal 8 Desember 2021. Tahun Suci ini dimaksudkan untuk menguak kesucian dan ketulusan Bapak Yosef yang
juga telah dipilih Tuhan untuk mendampingi Maria melahirkan Yesus ke dunia, demikian juga Bapak Yosef menjadi pelindung Gereja semesta untuk ‘melahirkan’ Keselamatan Tuhan kepada dunia.

Doa Devosional Putera-puteri Maria dan Yosef
Kita menyatakan taat dan bakti kita kepada Bapak Yosef dan Bunda Maria ketika setiap hari mendaraskan doa devosional Gereja kepada Orang tua para kudus di Surga dengan mengulangi, "Salam Maria, penuh rahmat Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara para wanita dan terpujilah buah tubuhmu Yesus. Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan pada waktu kami mati, Amin".

Kepada Bapa Yosef, mari kita mendaraskan setiap hari, Salam, Penjaga Sang Penebus, Mempelai Santa Perawan Maria. Kepadamu Allah mempercayakan Putra-Nya yang tunggal; di dalam dirimu Maria menaruh kepercayaannya; bersamamu Kristus menjadi manusia. Santo
Yosef, kepada kami juga, perlihatkan dirimu seorang bapa dan bimbing kami di jalan kehidupan. Perolehkan bagi kami rahmat, belas kasih, dan keberanian, serta lindungi kami dari setiap kejahatan. Amin
. (Paus Fransiskus)**

Penulis : Bruno Rumyaru

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa

 


Post Terkait

Comments