Keterlibatan Sosial di Tengah Masyarakat

Kita umat beriman hidup di tengah masyarakat dengan dinamika sosial yang penuh berbagai godaan, kesulitan, tantangan dan pengharapan. Persoalan yang satu belum diatasi secara tuntas, sudah muncul isu-isu persoalan lain. Ketidakadilan, potensi perpecahan, ketimpangan sosial akibat ulah politik kekuasaan menyadarkan arah peran dan posisi umat beriman di tengah arus besar dinamika masyarakat yang terus berubah dan berkembang. Gereja dengan Ajaran Sosialnya memberikan pedoman untuk menemukan kesucian dan makna keterlibatan di tengah masyarakat.

Docat 53: Mengapa manusia memikirkan hal-hal di luar dirinya sendiri?
Dari semula ciptaan, hanya manusia yang terbuka untuk hal-hal yang tak terbatas: hanya ia yang dapat memiliki konsep tentang Allah dan kerinduan akan jawaban utama. Filsafat menjelaskan bahwa manusia memiliki kemampuan TRANSENDEN, yaitu bahwa ia dapat melampaui dirinya sendiri. Dia sepenuhnya sampai pada pemahaman akan diri sendiri hanya dengan mengenali yang jauh lebih penting dari dirinya sendiri: Tuhan, Sumber Segala Kehidupan. Karena terbuka kepada Masyarakat, dialog, dan pengakuan dari yang lain membawanya lebih dekat dengan diri sendiri.

Docat 49: Apa makna hidup bermasyarakat?
Kehidupan sosial pertama-tama dialami dalam keluarga. Keluarga akan tumbuh baik jika mereka mengembangkan pola komunikasi yang sehat dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Keluarga memiliki daya cipta seperti Allah sendiri, bukan hanya karena kelahiran anak. Sebagai mahluk sosial, manusia memiliki andil dalam penciptaan. Oleh karena itu, kita juga memiliki tanggung jawab terhadap ciptaan dan pribadi lain. Setiap pribadi itu suci dan tidak dapat diganggu gugat, kapanpun dan dimanapun. Tanggung jawab sosial berkaitan juga terhadap hewan, yang harus diperlakukan dengan hormat; berkaitan juga dengan alam yang tidak boleh dieksploatasi, tetapi digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Pusat Ajaran Gereja adalah pribadi manusia. Pribadi-pribadi tersebut memiliki prioritas dalam segala hal yang dilakukan secara sosial.

Iman yang memasyarakat selalu memancar keluar menjadi motivasi batin penerapan Ajaran Gereja dan keterlibatan. Gereja Katolik akan dikenal melalui karya dan kiprah pribadi-pribadi di tengah-tengah masyarakat. Setiap pribadi umat beriman oleh karenanya adalah perpanjangan tangan Gereja dan Tuhan untuk selalu mewartakan kabar baik dan suka cita di tengahtengah
dinamika sosial kehidupan masyarakatnya.

Penulis : Andreas Yumarma

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments