Keluarga sebagai Tempat Benih Firman dan Kerajaan Allah Ditaburkan

IInjil Matius 3:1-23 menceritakan tentang perumpamaan penabur benih yang mengajak kita untuk merenungkan benih firman Tuhan dan Kerajaan Allah yang memiliki dayanya sendiri untuk tumbuh namun hasilnya sangat dipengaruhi oleh kondisi lahan tempat tumbuhnya firman atau Kerajaaan Allah. Keluarga adalah salah satu tempat dimana benih firman dan Kerajaan Allah itu ditaburkan. Oleh karena itu, kita umat beriman perlu merenungkan bagaimana ajaran sosial Gereja mengenai keluarga memberikan pupuk dan kesuburan bagi kehidupan keluarga-keluarga katolik.

Menurut ajaran sosial Gereja CENTESIMUS ANNUS, struktur yang pertama dan mendasar bagi “lingkungan manusiawi” ialah keluarga. Disitulah manusia dibekali dengan pengertian-pengertian pertama dan utama tentang kebenaran dan kebaikan. Disitu pula ia belajar apa arti mencintai dan dicintai, dan dengan demikian, apa makna menjadi pribadi. Yang dimaksudkan disini ialah keluarga berdasarkan pernikahan. Disitu serah diri timbal balik antara suami dan isteri menciptakan lingkungan hidup, tempat anak dapat lahir dan mengembangkan bakat-bakat sebenarnya (Paus St Yohanes Paulus II, Ensiklik Centesimus Annus (1991), 39; Docat Indonesia. Apa yang harus dilakukan? Ajaran Sosial Gereja dengan kata pengantar Paus Fransiskus, 2016:153).

Dalam ajaran sosial Gereja PACEM IN TERRIS, keluarga didirikan diatas perkawinan yang diputuskan secara bebas, satu dan tak terpisahkan, harus dianggap sebagai kodratnya, sebagai sel utama dari masyarakat umat manusia. Kepentingan keluarga, oleh karena itu, harus dipandang secara sangat khusus dalam pertimbangan terkait urusan sosial dan ekonomi, serta di bidang iman dan moral. Semua ini harus dilakukan dengan memperkuat keluarga dan membantu mereka dalam pemenuhan misinya. Tentu saja, dukungan dan pendidikan anak-anak adalah terutama hak milik orang tua (Paus St. Yohanes XXIII, Ensiklik Pacem in Terris (1963),9; Docat Indonesia. Apa yang harus dilakukan? Ajaran Sosial Gereja dengan kata pengantar Paus Fransiskus, 2016:152).

Lebih lanjut ajaran sosial LABOREM EXERCENS memberikan penegasan sebagai berikut : perlu diingat dan ditegaskan, bahwa keluarga adalah salah satu pokok acuan yang penting sekali untuk menyusun tata sosial-etis kerja manusiawi. Ajaran Gereja selalu memberi perhatian istimewa kepada masalah itu, dan dalam dokumen ini kami harus mengangkatnya lagi. Menurut kenyataan keluarga itu sekaligus rukun hidup yang dimungkinkan oleh kerja dan tempat latihan kerja yang pertama dalam rumah bagi setiap orang Paus St Yohanes Paulus II, Ensiklik Laborem Exercens (1981), 10; Docat Indonesia. Apa yang harus dilakukan? Ajaran Sosial Gereja dengan kata pengantar Paus Fransiskus, 2016:153).

Dengan meresapkan Sabda Tuhan dan ajaran sosial Gereja di atas, semoga keluarga-keluarga Katolik semakin terbuka bagi tumbuh suburnya benih-benih firman Tuhan dan Kerajaan Allah yang selalu memancarkan pengharapan, kebaikan-kebaikan dan perdamaian

Penulis : Andreas Yumarma

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments