Kebiasaan Hidup Baru dan Mulia

Kebiasaan adalah suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan terus menerus hingga menjadi otomatis. (KBBI); kecenderungan melakukan aktivitas tertentu secara terus-menerus atau berulang-ulang; latihan atau praktek yang dilakukan secara konsisten dan kontinyu (Webster); hasil dari tindakan yang dilakukan secara berulang-ulang.

Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus melatih diri untuk mengembangkan kebiasaan-kebiasaan hidup yang benar, yang sesuai dengan firman Tuhan. Karena itu kita harus menjadikan Kristus sebagai teladan dalam segala hal (perkataan dan perbuatan), sebab "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup." (1 Yohanes 2:6). Mengapa kita harus mengembangkan kebiasaan hidup yang benar? Karena kita sudah menjadi ciptaan baru di dalam Kristus, "...yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17).

Membiasakan hidup sesuai Sabda Tuhan berarti kita meninggalkan kebiasaan hidup 'manusia' lama dan melatih diri membentuk kebiasaan hidup yang baru. Ini harus dilakukan dengan kerelaan hati dan tanpa ada paksaan dari pihak lain. Mengembangkan kebiasaan hidup baru yang sesuai dengan firman Tuhan berarti tidak lagi menyerahkan tubuh ini "...untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran." (Roma 6:13). Apa yang menjadi kebiasaan Saudara? Lebih suka nonton TV atau main game daripada baca Alkitab, berdoa hanya saat butuh, dan masih banyak lagi.

Kebiasaan-kebiasaan inilah yang akhirnya akan membentuk karakter kita. Karena kita adalah ciptaan baru, maka kita harus "...mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;" (Kolose 3:10).

Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita.” 2 Tesalonika 2:14. Sebagai orang beriman sudah seharusnya kita berbeda dari kehidupan orang dunia. Tuhan tidak menghendaki kita menjadi orang-orang Kristiani yang biasa-biasa saja, melainkan seorang Kristiani yang selalu menjadi teladan dalam segala hal, baik “…perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Timotius 4:12). Untuk itu kita harus membiasakan hidup yang baik, mulia dan menjadi teladan. Menjadikan kebiasaan hidup baru dan mulia tidak gampang dibutuhkan kerja keras dan komitmen yang tinggi. Ada harga yang harus kita bayar! Langkah awal mencapai hal itu adalah kita harus memperhatikan terlebih dahulu pola hidup (kebiasaan hidup) kita sehari-hari. Mulailah dari hal-hal yang kecil dulu, sampai pada akhirnya kita memiliki kehidupan yang benar-benar berkualitas. Seberapa besar kualitas yang kita inginkan, sebesar itu pula harga yang harus kita bayar.

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan berkenaan dengan kehidupan yang berkualitas :

1. Menggunakan waktu dengan baik.
Firman-Nya berkata “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”(Efesus 5:15-16). Kita diingatkan agar menggunakan waktu sebaik mungkin. Sayang, banyak orang Kristen menyia-nyiakan waktu yang Tuhan beri dengan duduk berjam-jam di depan televisi, menghabiskan waktu dengan obrolan sia-sia. Seharusnya, “Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah;” (1 Petrus 4:11a). Jika kita tidak segera menata waktu dan menggunakan dengan maksimal mulai sekarang, kita akan menyesal di kemudian hari.

2. Memiliki pikiran positif.
Supaya perbendaharaan hati kita dipenuhi hal-hal yang benar/positif, kita harus terus mengisinya dengan firman Tuhan sehingga iman kita semakin teguh. Jadi, “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8). Bagi orang yang hidupnya tidak berkualitas, di
pikirannya hanyalah hal-hal negatif dan sudah pasti ia selalu kalah dalam setiap pergumulan hidupnya.

Marilah dimasa Adven ini kita membangun kebiasaan baru dan mulia.
Tuhan memberkati.

Penulis : Br. Paulus FIC

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments