Gerakan Celengan “Yesus Tunawisma”

Keuskupan Agung Jakarta sudah mulai menerapkan Pancasila dalam hidup menggereja umatnya. Melalui Arah Dasar dengan tema besar : Amalkan Pancasila, seluruh umat Katolik di Keuskupan Agung Jakarta setiap tahun menghayati setiap sila.

• Dimulai tahun 2016 dengan sila pertama, Amalkan Pancasila : Kerahiman Allah yang Memerdekakan
• Tahun 2017 dengan sila kedua, Amalkan Pancasila : Makin Adil, Makin Beradab
• Tahun 2018 dengan sila ketiga, Amalkan Pancasila : Kita Bhinneka, Kita Indonesia
• Tahun 2019 dengan sila keempat, Amalkan Pancasila : Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat
• Ditutup di tahun 2020 dengan memaknai sila kelima, Amalkan Pancasila : Kita Adil, Bangsa Sejahtera

Patung Yesus Sakit, Tunawisma, Lapar & Haus serta tidak punya pakaian merupakan salah satu Penanda Gerakan Pastoral – Evangelisasi Tahun Keadilan sosial 2020 KAJ. Representasi ini untuk mengingatkan kita supaya semakin peduli kepada saudara-saudara kita yang Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkirkan & Difabel (KLMTD).

Kepedulian mereka menjadi wujud iman kita mengikuti kehendak Allah : “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kau lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” ( Mat 25:40). Dengan demikian ketika kita semakin beriman dan bersaudara kita akan semakin tergerak untuk berbela rasa khususnya mewujudkan keadilan sosialdi lingkungan dan masyarakat kita.

Salah satunya dengan aksi mengumpulkan uang melalui Celengan “Yesus Tunawisma”, sepanjang tahun ini. Untuk membiayai program-program keadilan sosial. Setiap keluarga akan membuat celengan keadilan sosial. Celengan yang setiap hari diisi oleh setiap anggota keluarga akan dikumpulkan melalui ketua lingkungan sesuai waktu yang ditentukan.

Di dalam doa pun kita ingat mereka. Setelah Doa Malaikat Tuhan atau Ratu Surga, marilah kita HENING SEJENAK untuk mengingat dan mendoakan saudara-saudara kita tersebut. Setelah itu ungkapkan:

“Untuk saudara-saudara kami yang kecil, lemah, miskin, tersingkirkan & difabel (KLMTD), serta seluruh usaha-usaha membantu mereka mewujudkan keadilan sosial,

Kami Mohon.....

Kabulkanlah doa kami, Ya Tuhan.....”

Setiap keluarga akan membuat dan memiliki celengan ini. Celengan sederhana yang dibuat dari bahan daur ulang (botol, kaleng, kardus, dan lain-lain). Celengan yang setiap hari diisi oleh setiap anggota keluarga, sesuai dengan kemampuan dan dilakukan dengan berdoa bersama, dimulai dari tanggal 12 Januari 2020 selama satu tahun.

Apa yang kamu perbuat ketika AKU : sakit, tunawisma, lapar dan haus , tidak punya pakaian, di dalam penjara? (Lih. Mat 25 : 31-46)

 


Post Terkait

Comments