Datang dan Lihatlah - Pesan Paus Fransisikus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia 2021

Beato Manuel Lozano Garrido, atau yang biasa dipanggil dengan nama “Lolo”, adalah seorang kudus Allah yang dipilih sebagai pelindung para jurnalis. Semasa hidupnya, dia pernah berkata, “Bukalah matamu dengan kekaguman atas apa yang kamu lihat, biarlah tanganmu menyentuh kesegaran dan kehidupan atas segalanya, sehingga ketika orang lain membaca apa yang kamu tulis, mereka juga dapat merasakan langsung getaran keajaiban atas kehidupan.” Di dalam devosinya atas Ekaristi, Lolo banyak menulis artikel dan sembilan buku. Bahkan ketika tubuhnya menjadi lumpuh karena penyakit yang dideritanya, Lolo tetap melanjutkan karyanya dengan bantuan adiknya.

Paus Fransiskus memperkenalkan Lolo di awal pesannya untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia tentu bukan tanpa maksud. Bapa Suci hendak menekankan bahwa Allah dapat berkarya melalui segala bentuk media yang kini ada di sekitar kita. Mengutip Injil Yohanes 1:47, Bapa Suci memberi judul pesannya ini dengan kata-kata Yesus sendiri, “Datang dan lihatlah!” Bapa Suci mengajak kita semua untuk membangun komunikasi melalui perjumpaan
langsung dengan sesama apa adanya.

Pandemi dan Internet
Hidup kita sudah sangat banyak berubah dalam satu tahun belakangan ini. Situasi new normal mendorong kita untuk melakukan banyak perubahan di dalam hidup kita. Salah satunya adalah interaksi kita dengan dunia virtual melalui jaringan-jaringan internet yang ada di sekitar kita. Semakin banyak hal di hidup kita yang kini membutuhkan jaringan internet. Sekolah, pekerjaan, hidup keagamaan, bahkan persahabatan kita menjadi semakin ditentukan oleh jaringan internet yang ada. Belum lagi di antaranya betapa banyak fasilitas media sosial dan laman-laman berita yang membantu kita untuk terus up to date dengan segala yang terjadi di luar rumah kita.

Dengan situasi tersebut, Bapa Suci mengingatkan pentingnya tanggung jawab di dalam diri kita. Entah itu sebagai “pembuat konten” maupun “pembaca konten”, kita perlu bersama- sama menyalurkan energi positif di tengah kehidupan bersama. Pesan sederhana, “Datang dan lihatlah!” menjadi sangat bermakna di tengah internet. Kerap kali kita hanya berhenti pada kegiatan melihat tanpa mau sungguh-sungguh datang untuk semakin memahami setiap informasi yang kita terima. Melalui Bapa Suci, Yesus pun menyapa kita untuk juga memiliki kesempatan untuk datang pada setiap peristiwa setelah kita melihat hal itu melalui pemberitaan di internet. Itulah tanggungjawab kita sebagai pengikut Kristus di tengah banyaknya informasi yang kini tersedia melalui jaringan internet di sekitar kita. “Kita semua perlu bertanggung jawab atas komunikasi yang kita buat, untuk informasi yang kita bagikan, untuk pengendalian yang dapat kita lakukan terhadap berita palsu. Setiap dari kita hendaknya menjadi saksi-saksi kebenaran: pergilah, lihatlah, dan wartakanlah.”

Berjumpa dengan Yesus
Santo Agustinus pernah berkata, “Kita mempunyai buku di tangan kita, tetapi fakta berada tepat depan mata kita.” Injil sebagai Kabar Gembira Tuhan, menjadi semakin hidup setiap kali kita berjumpa dengan kesaksian atas orang-orang yang hidupnya telah diubah oleh perjumpaan dengan Yesus. Pada kenyataannya, setiap komunikasi menjadi nyata ketika kata-kata kita disempurnakan dengan tatapan mata, nada suara, dan juga gerak tubuh kita.

Di dalam diri Rasul Paulus, kita dapat berjumpa dengan pribadi yang “berjumpa” dengan Yesus melalui pengalaman rohaninya dalam perjalanan menuju ke Damsyik. Dari perjumpaan itu, Yesus mengubah hidupnya dan Paulus mulai mewartakan Kabar Gembira Tuhan di dalam hidupnya. Paulus banyak menulis surat yang pada zaman ini serupa dengan apa yang kita kenal dengan email dan juga media sosial. Di dalam nama Yesus, Paulus mewartakan iman, pengharapan, dan kasih dalam setiap khotbah, pengalaman langsung, maupun percakapan sederhana dengan orang-orang di sekitarnya. Bahkan tanpa perlu berjumpa langsung dengannya, para murid Paulus juga bisa turut menjadi saksi Kristus di dalam hidupnya. (lih. 1 Kor 4:17)

Pada akhirnya, Bapa Suci sekali lagi mengingatkan kita akan pesan Yesus yang sangat penting itu, “Mari dan lihatlah!” Dalam situasi pandemi yang tidak mudah ini, panggilan kita sebagai anak-anak Allah menjadi semakin nyata untuk menjadi saksi Kabar Gembira Tuhan yang bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih. Kini saatnya bagi kita untuk hidup dalam sukacita Allah dan biarlah sukacita yang hidup itu menjadi kesaksian tanda kehadiran Allah di dalam hidup kita. Rasul Paulus, 2000 tahun yang lalu, telah menjadi saksi Yesus dalam hidupnya. Kini saatnya bagi kita, sebagai anak-anak Allah, untuk juga dapat menyebarkan sukacita Allah melalui perjumpaan kita dengan setiap orang di sekitar kita. Tuhan memberkati.

Penulis : Rm. Albertus Bondika Widyaputra, Pr.

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments