Ajaran Sosial Gereja tentang Kerja

Setelah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa (Bdk. Kej 3:1-13). Manusia kemudian kehilangan suasana penuh rahmat kebahagiaan di taman Firdaus atau Eden dan harus berkeringat dan bekerja keras untuk bisa makan (Bdk. Kej 3: 19). Padahal sebelumnya (Bdk. Kej 1: 26-30), manusia diberi tugas menguasai dan mengelola alam semesta.

Dari landasan Kitab Suci tersebut kerja manusia, baik sebelum ataupun sesudah kejatuhan dalam dosa, merupakan panggilan manusia untuk melaksanakan kehendak Allah, sehingga kerja memiliki nilai yang luhur. Ajaran sosial Gereja menerapkan lebih lanjut nilai-nilai Kitab Suci seperti cinta kasih, keadilan, kepedulian, perdamaian dan pelayanan kesejahteraan menanggapi isu-isu permasalahan kehidupan modern yang terus berkembang.

Dalam dunia kerja, khususnya dalam revolusi industri 4.0, kondisi kerja tidak selalu menjunjung tinggi keadilan dan martabat manusia. Kini di tengah suasana disrupsi ekonomi, kekurangan bahan makanan, energi dan perubahan dunia, kerja manusia sering hanya dilihat sebagai obyek dan  sarana industri dari perusahaan. Memperlakukan manusia sebagai subyek
dan pelaku pekerjaan belum sepenuhnya terlindungi. Oleh karena itu, Gereja melalui ajaran sosialnya memberikan pegangan bagaimana umat beriman menempatkan nilai kerja dalam kehidupan. Ajaran Gereja katolik memegang teguh martabat kerja dan hak-hak manusia untuk memperoleh kerja yang layak.

Ensiklik Rerum Novarum, Laborem Excersens dan surat apostolik Patris Corde merupakan ajaran sosial Gereja Katolik tentang kerja sebagai sesuatu yang sangat luhur untuk menjadi pedoman ataupun contoh keteladanan semangat dalam kehidupan kerja umat beriman.
1. 
Rerum Novarum merupakan ensiklik pertama yang membicarakan martabat kerja manusia dan hak-haknya oleh Paus Leo XII pada tahun 1891
2. 
Ensiklik Laborem Exersens oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1891, menggarisbawahi kemiskinan menyebabkan pelanggaran martabat kerja manusia oleh karena kesempatan kerja yang terbatas. Di samping itu Gereja juga memberi catatan kritis terhadap praktik komunisme dan kapitalisme bagi kerja manusia.
3.
Surat apostolik Patris Corde oleh Paus Fransiskus pada tanggal 8 Desember 2020 memberikan dorongan bagi umat beriman untuk meneladan keutamaan Santo Yosef terutama semangat hidupnya dan spiritualitas kerjanya yang sangat relevan untuk masa sekarang.

Semoga dengan beberapa ajaran sosial Gereja tentang kerja di atas, praktik hidup umat beriman dalam dunia kerja memperoleh peneguhan dan pegangan arah sehingga kerja yang dilakukan umat beriman dengan penuh semangat dan suka cita membuahkan semakin banyak karya-karya kebaikan dan kesejahteraan umum.

Penulis : Andreas Yumarma - Tim Kontributor Kolom Katakese

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments