Pergilah, Kita Diutus

Pergilah, kita diutus! Suatu perintah yang mesti dilakukan para murid, untuk memberitakan Firman. Perutusan itu tidak pandang bulu. Kita semua diutus dan hal itu diperbaharui dalam perayaan Ekaristi dimana di bagian akhir kita semua mendapat berkat dan tugas perutusan dari Tuhan, Setelah kita mendapatkan firman Tuhan dan menikmati Tubuh Kristus, di akhir misa kita diutus untuk menceritakan kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita.

Perutusan imam ini melanjutkan pesan Yesus, ”Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”. Maka Gereja lahir sejak awal untuk bermisi, mewartakan kabar gembira (Injil) dan keselamatan yang diberikan kepada setiap manusia oleh Allah Bapa yang penuh belas kasih. Tugas dan panggilan kita sebagai umat Allah, adalah mewartakan. Kita mewartakan iman kita dalam perkataan dan perbuatan baik, seturut kehendak Bapa di Surga. Pewartaan ini tulus, bukan untuk memperoleh imbalan. Berikut 4 prinsip yang dapat diterapkan
dalam tugas perutusan sesuai perkataan Yesus kepada murid-murid-Nya :

1. Mulai dari yang terdekat
Dari Matius 10:5-7, Dia ingin murid-murid-Nya bekerja dari lingkar terdalam. Ibarat strategi marketing, mulailah dari yang terdekat, dapat diartikan memulai dari yang termudah untuk dijangkau. Sebagai pengikut Kristus, belajarlah memberitakan Kerajaan Surga kepada orang terdekat dahulu. Kita awali misi keselamatan dari lingkup keluarga, teman dekat, dan orang-orang di sekitar.

2. Pulihkan hubungan
Di sekitar kita, banyak orang yang mungkin sehat secara fisik, tetapi hatinya sakit. Mereka mengalami kepahitan, dendam, ketakutan, curiga, dengan sesama maupun Tuhan. Menjadi tugas kita sebagai murid Yesus untuk menyembuhkan orang-orang tersebut. Kita pulihkan hubungan mereka dan membawa mereka kepada Tuhan.

3. Jangan khawatir, beriman saja
Dalam Matius 10:9-11 jelas tertulis cara Yesus mendidik murid-murid agar selalu bersandar pada pemeliharaan Tuhan. Berimanlah, dan Tuhan pasti sediakan. Apakah kita khawatir dan berencana baru akan melayani Tuhan kalau sudah mapan? Mungkin kita berpikir, “Saya masih terlalu muda untuk ikut Tuhan. Banyak impian yang belum saya capai.”

4. Jangan marah atau frustasi, kerjakan bagian kita
Dari Matius 10:12-15, kita melihat bahwa penolakan adalah hal yang wajar, bahkan sangat mungkin terjadi. Rasanya memang tidak enak, dan dapat membuat kita merasa tidak dihargai, dianggap, atau dikasihi. Respon yang umum terjadi adalah marah, menghakimi, menghujat, bahkan mengutuk orang yang menolak kita. Kita tidak perlu baper (bawa perasaan). Jangan sampai penolakan itu membekas dalam diri kita. Kerjakan saja bagian kita, yaitu mengasihi dan memberitakan kerajaan Tuhan. Selanjutnya, biarlah Tuhan yang mengerjakan bagian-Nya.

Mari kita belajar dari 12 murid Yesus, agar dapat menjadi pengikut Kristus yang bersemangat memberitakan kabar keselamatan. Kita mulai dari orang-orang terdekat, bantu pulihkan hubungan mereka, fokus dengan bagian kita, dan serahkan semua kepada Allah. Semoga dengan kekuatan Kristus, kita dapat melaksanakan tugas perutusan ini dengan penuh sukacita, meski harus berhadapan dengan berbagai kesulitan, Tuhan Yesus memberkati!

Penuis : Br. Paulus FIC

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments