Youth Camp 2022 … I’M COMING

Siang yang panas dengan terik matahari tidak mengurungkan perjalanan kami untuk datang ke Wisma Samadi yang sangat asri, dengan tempat yang hijau, nyaman, bersih dan tertata rapi untuk mengikuti kegiatan Youth Camp 2022 ke-6, Dekenat Bekasi di Wisma Samadi. Tema yang diangkat adalah “HIDUPKU ANUGERAH TUHAN”. Ada 10 paroki yang mengirim 5 orang peserta setiap parokinya.

Jumat, 21 Oktober 2022, kami berkumpul di sekolah Trinitas sebelum berangkat bersama tim Sie Panggilan Paroki Cikarang. Setelah itu kami berangkat menuju Wisma Samadi. Sesampainya di sana, kami langsung disambut panitia. Kamar dibagi untuk diisi 3 orang per kamar dengan teman-teman yang berbeda paroki. Kami juga menyerahkan handphone ke panitia.

Setelah pembagian kamar, acara diawali dengan pembagian kelompok, dilanjutkan dengan misa di Kapel Angelus dan makan malam bersama. Kelompok-kelompok tersebut dibagi untuk tugas berdoa setiap makan. Dalam sehari kita menerima 3x makanan berat dan 2x snack.

Dalam acara kami dibimbing para frater, suster, bruder dan romo yang berasal dari berbagai kongregasi. Antara lain Fr. Rein, Fr. Ical, Fr. Ferdinand, Fr. Rico, Fr. Ansel, Br. Andri, Br. Joni, Sr. Irawati, Sr. Ivan, Sr. Marcelina, Sr. Save dan Sr. Apriani. Tentunya hadir juga ibu bapak dari Seksi Panggilan yang sangat luar biasa kontribusinya  dan selalu intens dalam mendampingi peserta Youth Camp dari berbagai paroki. Setelah makan malam selesai, kami dikumpulkan kembali di aula, dan sebagai pembuka Fr. Ferdinand memulai dengan ice breaker dan mengajak kami untuk menari dan menyanyi bersama sampai pukul 21.30, dan ditutup dengan
renungan bersama Br. Andri, FIC.

Keesokan harinya, rekoleksi dimulai pukul 06.30 hingga pukul 23:30. Pagi yang sejuk menjadi hangat dan ceria dengan adanya ibadat bersama di Kapel Angelus dan dilanjutkan dengan makan pagi yang sangat lezat dengan doa yang dipimpin oleh anggota kelompok 1. Setelah makan pagi selesai, acara dimulai dengan mengangkat tema HIDUPKU ANUGERAH TUHAN
dan talkshow yang sangat menarik dari Romo Antonius Yakin Ciptamulya . Setelah talkshow selesai, dilanjutkan dengan membuat yel-yel kelompok selama 30 menit dan menampilkannya kepada semua orang. Setelah itu dilanjutkan dengan materi seputar kongregasi FCJM, SDB, SX, FIC, PRR, KCM.

Setelah makan siang, kami berganti baju untuk outbond bersama di lapangan futsal belakang Wisma Samadi. Sebelum memasuki ke permainan inti, kita dibagi menjadi 5 kelompok besar dan diajak untuk mengikuti ice breaker sejenak bersama Bruder Andri FIC dan Frater Ferdinand.

Siang yang panas berubah menjadi lebih ceria dan seru. Permainan pertama dimulai dengan setiap kelompok membuat barisan terpanjang dari depan hingga ke belakang dengan barang yang kita miliki dan jangan sampai terputus. Permainan kedua dimulai dengan memindahkan bola pingpong dari ujung ke ujung menggunakan pipa yang diikatkan dengan tali rafia. Outbond diakhiri dengan permainan yang membuat kami semua basah kuyup yaitu estafet air, dengan menggunakan gelas yang sudah dilubangi, kita menuangkan air ke gelas pemain dibelakang kita melewati atas  kepala agar sampai ke ember yang sudah disediakan di belakang pemain terakhir.

Outbond selesai pukul 15:30 dan kami pun kembali ke kamar masing-masing untuk mandi. Setelah snack sore selesai, kami berkumpul kembali di aula untuk acara talkshow bersama Romo Thomas Ulun Ismoyo yang membuat kita tertawa kencang dengan candaannya yang sangat lucu, dan dilanjutkan dengan pengenalan kongregasi dari Bruder dan Frater.

Setelah makan malam, dilanjutkan dengan menonton film yang membuat kami semua hampir tertidur tapi mengajarkan kita tentang cara bersyukur dan pantang menyerah untuk mendapatkan apa yang kita mau. Setelah itu dilanjutkan dengan refleksi tentang kedua orangtua kami, yang membuat kami semua menangis. Kami juga diminta untuk menuliskan surat kepada mereka. Setelah acara selesai, kami mempunyai inisiatif mengadakan rosario dengan mengajak teman-teman yang mau berdoa rosario bersama di Goa Maria dan selesai kira kira pukul 23.30 WIB, dan kita pun istirahat setelah itu.

Keesokan harinya yang juga hari terakhir kita di Samadi, kita berkumpul di aula pukul 06.15 WIB. Kita diminta untuk membuat doa dari tampakan alam yang kita lihat di sekitar Wisma Samadi. Sesudah itu dilanjutkan dengan makan pagi, dan dilanjutkan dengan talkshow dan kuis bersama Romo Salto Deodatus yang namanya selalu terngiang-ngiang di kepala. Akhirnya, para frater, suster, bruder mengajak kita menari dengan tarian Anak Medan bersama-sama sebagai salam perpisahan kita semua sampai pukul 11.30 WIB

Setelah semua rangkaian acara selesai,Youth Camp pun ditutup dengan misa bersama Romo Rido dan  Romo Salto di Kapel Pieta. Dalam homilinya romo memberi quiz untuk menebak anak kecil yang meng-cosplay menjadi santa dan santo, dan juga dipanggil untuk menceritakan tentang pengalaman di Youth Camp ini.

Foto bersama-sama di depan logo Wisma Samadi dengan para frater, bruder, suster, Romo dan dengan semua pantia dan seksi panggilan setiap parokinya. Setelah berfoto-foto, kami pun langsung menuju kamar untuk bersiap-siap untuk pulang. Sebelum kita pulang, kita berpamitan dengan teman teman, panitia, frater, bruder, suster dan romo yang sudah menemani kita dalam 3 hari dan 2 malam itu.

Saya sangat bersyukur sudah bisa mengikuti Youth Camp ini dan saya berharap bisa mengikuti acara ini lagi di tahun yang akan datang. Dari pengalaman ini saya sekarang tahu bahwa tidak memegang hp tidak sesulit itu dan kenyataannya lebih tenang. Saya lebih mengenal kehidupan suster, bruder, romo dan para frater lebih dalam.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Sie Panggilan Paroki Cikarang, yang telah menjadi bagian dalam seksi panggilan untuk kelancaran Youth Camp kami kali ini yang sudah mengantar kami ke Wisma Samadi dan menjemput kami pulang dengan selamat. Syaloooooom.

Liputan dan Foto : Marcello Patrick Wutun


Post Terkait

Comments