Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh rahmat bagi Gereja Katolik di seluruh dunia melalui Peziarahan Pengharapan (Yubileum 2025). Bagi kami di Paroki Cikarang, tahun ini bukan hanya tentang perayaan, melainkan tentang kesempatan untuk melayani, bersyukur, dan berjalan bersama umat dalam iman dan pengharapan.
Dalam kesempatan ini kami ingin mengajak umat untuk napak tilas perjalanan Panitia Tahun Yubileum Paroki Cikarang, kisah tentang syukur, kebersamaan, dan pengharapan yang dijalani dengan hati.
Pelayanan yang dimulai dari Sebuah PanggilanSemua bermula pada 7 Januari 2025, ketika Panitia Tahun Yubileum Paroki Cikarang resmi dibentuk. Saat itu, kami menyadari bahwa pelayanan ini akan berjalan Panjang, kurang lebih satu tahun penuh dan akan melibatkan banyak umat dari berbagai paroki. Dalam semangat Peziarah Pengharapan 2025, setiap paroki diwajibkan memiliki Porta Sancta (Pintu Suci), dan setiap umat diajak untuk berziarah ke sembilan gereja sebagai bagian dari perjalanan iman. Sebuah ajakan yang sederhana, namun penuh makna: berjalan, berdoa, dan membuka hati bagi rahmat Tuhan.
Porta Sancta dari Bambu: Sederhana tapi TangguhRapat perdana panitia diadakan pada 10 Januari 2025. Dari sana lahir banyak diskusi, ide, dan juga doa. Salah satu keputusan penting adalah panitia perlengkapan pada akhirnya memilih bambu sebagai bahan utama Porta Sancta. Bambu dipilih bukan hanya karena ketersediaannya, tetapi karena maknanya: sederhana, lentur, namun kuat dan mampu bertahan cukup lama hingga gedung gereja yang baru selesai dibangun. Proses pembuatan Porta Sancta berlangsung dari 13 Januari hingga 25 Januari 2025, dikerjakan bersama dengan semangat gotong-royong dan rasa memiliki. Setiap potongan bambu, setiap ikatan, menjadi simbol bahwa Gereja dibangun bukan hanya oleh bahan bangunan, tetapi oleh kebersamaan umatnya.
Menyambut Peziarah: dari Pagi hingga Sore, dengan SukacitaSetelah Porta Sancta selesai, diresmikan, dan diberkati, pelayanan ziarah pun dimulai. Setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga 17.00, panitia dengan setia menyambut umat yang datang berziarah dari seluruh Keuskupan Agung Jakarta. Sampai pada bulan Desember 2025 kemarin, sekitar 6.000 umat telah berkunjung ke Paroki Cikarang - datang dari berbagai paroki di KAJ, dengan latar belakang dan cerita yang beragam. Bahkan ada juga peziarah yang datang jauh-jauh dari Korea, sebuah tanda bahwa semangat Yubileum melampaui batas wilayah dan bahasa. Bagi panitia, setiap rombongan yang datang bukan sekadar tamu, tetapi saudara seiman yang dipercayakan Tuhan untuk kami layani.
Menjaga Nyala Pelayanan Bersama Seluruh LingkunganPelayanan ini tentu tidak mungkin dijalankan oleh panitia saja. Seluruh lingkungan di Paroki Cikarang ikut terlibat, bergantian berjaga, menyambut peziarah, dan memastikan pelayanan berjalan dengan baik - seperti menjaga pelita agar tetap menyala. Semangat ini terinspirasi dari Sabda Tuhan: “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.” (Lukas 12:35) Ayat ini menjadi pengingat bahwa pelayanan bukan hanya soal tugas, tetapi tentang kesiapan hati untuk melayani kapan pun dibutuhkan.
Sejarah yang Diceritakan, Iman yang DihidupkanDalam setiap ziarah, panitia juga mengajak peziarah untuk menengok perjalanan iman Paroki Cikarang - sebuah kisah yang lahir dari kesederhanaan. Dahulu, Ekaristi dirayakan di sebuah gedung bioskop, dengan segala keterbatasan yang ada. Namun justru di sanalah iman umat mulai bertumbuh. Seiring waktu, perayaan Ekaristi berpindah ke Gedung Sekolah Trinitas, yang menjadi saksi semakin kuatnya kebersamaan umat dan kehidupan menggereja yang makin hidup. Hingga akhirnya, dengan penuh syukur, pada September 2025, Paroki Cikarang telah meresmikan gedung gereja yang baru. Pada saat itulah, Porta Sancta dipindahkan ke gedung gereja yang baru - menjadi tanda bahwa iman yang sama terus berjalan dari masa ke masa, dari generasi ke generasi.
Kreatif dalam Melayani: Aksesori Penuh Sukacita
Selain melayani ziarah, Panitia Yubileum juga menggalang dana melalui penjualan aksesori cantik yang dekat dengan semua usia.Ada gantungan kunci 4 Sekawan: Luce, Fe, Xin, Sky, ditemani Aura si malaikat kecil dan Santino si anjing kecil. Dan ada baju dan pernak-pernik lainnya. Meskipun sederhana, namun penuh keceriaan, menjadi cara kecil untuk mengajak anak-anak, remaja, dan keluarga ikut ambil bagian dalam semangat Yubileum.
Terima Kasih dan Harapan ke DepanDengan penuh rasa syukur, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh umat se-Keuskupan Agung Jakarta atas kunjungan kasih dan peziarahan ke Paroki Cikarang – Gereja Ibu Teresa. Dan juga kepada seluruh umat Paroki Cikarang yang turut membantu kelancaran pelaksanaan ziarah tahun Yubelium ini. Terima kasih pula kepada para Romo Paroki dan Dewan Paroki Harian yang tangannya selalu terbuka membantu kami para panitia penggerak (ling Barnabas & Petrus) untuktetap setia dalam melayani selama tahun peziarahan pengharapan ini. Dan yang terakhir kami juga berterimakasih kepada seluruh jajaran kepolisian polsek Cikarang Selatan atas keamanan yang diberikan. Kehadiran setiap umat adalah bukti yang nyata akan kasih, keterlibatan, dan berkat bagi kami semua.
Sebagai penutup, semangat Yubileum ini sejalan dengan pesan sederhana dari Ibu Teresa: “Not all of us can do great things, but we can do small things with great love.” Semoga semangat Peziarahan Pengharapan 2025 tidak berhenti di Porta Sancta, tetapi terus hidup dalam keseharian kita — dalam keluarga, lingkungan, dan paroki — sebagai Gereja yang melayani dengan cinta dan penuh pengharapan.
Sumber:Panitia Penggerak Tahun Yubelium 2025. (Ling Barnabas & Petrus)