Yohanes Menunjuk Kepada Yesus

Saudara/i yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kritus, pada Minggu biasa ke-dua, kita mau kembali mencari kehendak Tuhan yang harus kita laksanakan dalam kehidupan kita dan bagaimana melakukannya. Dalam Injil kita bisa mencari jawabannya karena Injil adalah sabda Allah, dan menjadi pemandu arah langkah hidup kita sebagaimana yang Allah kehendaki.

Pada bacaan Injil kita bisa melihat bagaimana Yohanes Pembaptis menjadikan dirinya sebagai pribadi yang rendah hati dan memberikan diri menjadi pelayan untuk kemuliaan Allah. Yohanes bersukacita karena diijinkan mempersiapkan jalan bagi Tuhan Yesus dan tugas tersebut membuat dia makin rendah hati dan menyadari dirinya adalah hamba.

Dialah yang kumaksud ketika Kukatakan : "Kemudian dari pada-Ku akan datang seorang yang mendahului Aku, sebab ia telah ada sebelum Aku" (Yoh1:30). Yohanes memberi kesaksian tentang apa yang dilihat dan dialaminya sendiri tentang Yesus Kristus sebagai Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia. Yohanes memberi kesaksian, katanya : ”Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan tinggal diatas- Nya” (Yoh1:32), dan kesaksian tentang pembaptisan yang diberikan Yesus yaitu Api dan Roh Kudus (Yoh1: 33).

Pribadi Yohanes Pembaptis bisa menjadi cermin bagi kita untuk melangkah dalam dinamika perjalanan iman kita. Kita mampu bersaksi bila menjalin kedekatan dengan Tuhan Yesus. Kita masing-masing dipanggil menjadi kudus dan dilengkapi damai sejahtera serta menjadi alat yang diinginkan Tuhan. Sebab Tuhan selalu melibatkan umat manusia dalam setiap rencana-Nya.

Namun yang sering terjadi kita tidak mengerti panggilan kita sendiri dan akhirnya mencari, ragu dan tidak menemukannya. Yesus dipanggil dan diutus untuk menghapus dosa dunia, khususnya dosa kita. Kesaksian Yohanes mengingatkan bahwa kebahagiaan melayani sebagai
hamba merupakan kebahagiaan sejati.

Pertanyaanya : Apakah kita mau dan bersedia menjadi alat-Nya? Apakah kita mampu menjadi saksi bagi-Nya? Apakah kita siap sedia untuk berkorban? Apakah kita bergembira dalam melaksanakannya? Tidak mudah mengikuti jejak Yohanes Pembaptis untuk sampai kepada Tuhan kita. Namun kita sudah dibaptis serta menerima Api dan Roh Kudus, membuat kita senantiasa kuat dan mempersembahkan semua usaha dan kerja keras kita kepada Tuhan.

Mari kita melaksanakan kehendak Allah dalam karya tugas pelayanan kita dengan senantiasa bersukacita dan memperhatikan kebahagiaan itu sebagai pegangan hidup kita. Kebahagiaan membuat kita tidak mudah putus asa, lebih bersemangat dalam menghadapi dan bukan menghindari godaan/tantangan. Maka kita mampu melaksanakan kehendak Allah yaitu menjadi Saksi bagi-Nya.

Penulis : Sr. Loren, SFMA

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments