Yesus Bangkit dan Menampakkan Diri

Saudari/a terkasih dalam Kristus Tuhan, pada hari ini kita memasuki Minggu Paskah II serta juga Minggu Kerahiman Ilahi. Bagi orang Kristen, kebangkitan Kristus menjadi sangat penting karena ini dasar kekristenan. Landasan utama kehidupan iman adalah peristiwa kebangkitan. Bahkan para rasul memandang kalau tidak ada kebangkitan semua menjadi sia-sia atau tidak berarti apa-apa (Bdk 1 Kor 15:14).

Namun banyak orang berusaha untuk menggoyangkan serta meruntuhkan pondasi iman umat dengan berbagai pernyataan dan pertanyaan : Yesus tidak pernah disalibkan, Yesus tidak pernah mati, yang mati adalah orang lain, Yesus tidak pernah bangkit dari kematian dan sebagainya.

Pertanyaan : Apa benar Yesus disalibkan? Apa benar Yesus bangkit? Apa buktinya? Pertanyaan ini muncul karena dalam kenyataannya ada banyak orang ragu bahkan tidak percaya, bahwa Yesus memang benar-benar mati dan bangkit. Memang tidak sedikit juga ada orang ingin mencobai mereka yang mengimani hal tersebut.

Jelas bagi orang Yahudi, Yesus bukanlah Mesias, apalagi Tuhan. Sehingga mereka tidak mengakui kebangkitan Kristus. Sehingga mereka menyangkal dan tidak mempercayainya. Sejajar dengan pernyataan diatas adalah apa yang tercatat di injil Matius (28:11-15) bahwa penjaga makam dari pasukan Romawi yang menjadi saksi peristiwa kebangkitan telah dibayar oleh peminpin Yahudi untuk menceritakan suatu kebohongan atas kebangkitan Kristus.

Pada hari ini, Tuhan Yesus dengan kehadiran-Nya memberi jawab atas ketidakmengertian dan keraguan, bahkan ketakutan seperti yang dialami para murid akan kebangkitan-Nya. Ada dua cerita penampakan Yesus pada bacaan injil hari ini.

Pertama : kepada para murid yang sedang bersembunyi karena takut, Yesus hadir pada situasi ketakutan yang mereka alami dengan berkata, ”damai sejahtera…”. Sebuah sapaan yang dibutuhkan untuk mereka yang dalam situasi ketakutan. Kita bisa menyadari bahwa Yesus hadir tidak meremehkan ketakutan mereka atau mencela Petrus yang telah menyangkal-Nya. Tidak pula membuat mereka merasa bersalah atas ketakutan yang mereka alami.

Penampakan kedua yakni penampakan pada Thomas. Bisa kita tahu bahwa Thomas memang tidak hadir pada saat Yesus menampakkan diri kepada murid. Namun dalam satu sisi Thomas punya alasan tersendiri mengapa dia tidak hadir kala Yesus menampakkan diri. Thomas seorang pribadi yang tidak mudah percaya, namun bukan karena dia tidak mengimani sang Guru. Ketidakpercayaannya ditegaskan lewat kehadiran Sang Kristus kepadanya (Yoh 20:24-29). Disini tampak sekali lagi Yesus tidak menampilkan diri sebagai sosok yang mencela dan menyalahkannya. Disinilah iman yang begitu besar tampak dari Thomas lewat ucapannya : ‘’YA TUHAN DAN ALLAHKU’’. Lewat penampakan dan kehadiran Kristus yang menunjukkan luka-luka-Nya sebagai tanda Kerahiman-Nya sumber yang mengalirkan Rahmat kepada umat manusia.

Pertanyaan bagi kita : mampukah kita memberi jawab atas ketidakpercayaan dan keraguan akan kebangkitan Yesus bagi kita serta orang banyak? Dengan cara bagaimana kita bisa mewujudkannya? Khusus terhadap situasi yang kita alami saat ini (pandemi COVID-19). Semoga Tuhan tetap senantiasa menuntun dan memberkati perjalanan hidup kita.

Penulis : Sr. Loren SFMA

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments