Workshop Liturgi Setetes Embun Untuk Kehausan Prodiakon

Setelah hampir 3 tahun dari pengangkatannya, akhirnya terlaksana juga kegiatan pembekalan bagi prodiakon/prodiakones Paroki Cikarang yang dilaksanakan di Wisma Samadi pada tanggal 22-23 Oktober 2022.

Melalui serangkaian refleksi, wawancara dengan berbagai tokoh prodiakon senior, mendengarkan beberapa suara umat dan para pengurus gereja, dan tentu saja masukan dari para anggota paguyuban prodiakon, diputuskanlah sebuah pembekalan dalam bentuk Workshop Liturgi yang bertujuan memberikan bekal keterampilan dan pengetahuan liturgi dan peribadatan, dan sekaligus memberikan spiritualitas yang baik dan sehat yang tercermin dalam kepribadian yang sehat dan matang. Workshop Liturgi ini mengambil tema yang menantang, sebuah insight dari Romo Camelus Dellelis da Cunha : “Bertandinglah dalam iman yang benar, untuk itulah engkau dipanggil” (1Tim 6 : 12).

Workshop terbagi dalam 4 sesi. Sesi pertama diawali dengan latar belakang, tugas dan wewenang prodiakon yang dibawakan oleh Bp. Hanung Wimbaka. Disusul dengan Paham Perlengkapan Liturgi bagi Prodiakon yang dibawakan dengan sangat apik dan dalam oleh Bapak Aloysius Prasetya Adiseputra, tokoh senior pengurus gereja dan prodiakon dari Paroki Taman Galaxy. Para peserta ternganga akan pemaparan yang luar biasa dan meneguhkan. Kita yang berdosa betapa dipakai Allah untuk ikut serta dalam Imamat Kristus. Pak Pras juga menjelas kan arti semua perlengkapan liturgi dan maknanya dengan lugas namun sangat menyentuh.

Saat seorang prodiakon bertugas dengan berbusana alba dan single, saat itulah dia menjadi milik Kristus dan mewakili Sang Kristus dalam menyapa dan melayani umat-Nya. Jiwa seorang prodiakon hendaknya seperti Sang Kristus sendiri, hendaknya seorang prodiakon melayani seperti Sang Kristus sendiri bagaimana ingin melayani umat-Nya. Sesi penutup harı pertama dibawakan oleh Bapak Ateng yang menjelaskan dengan detail Tata Perayaan Ekaristi dan Ibadat yang benar. Hari itu ditutup dengan Doa Kompletorium oleh Bapak Eddy Supriantono dalam suasana malam yang hening dan syahdu diterangi oleh nyala lilin-lilin kecil yang dipakai oleh setiap peserta workshop.

Hari ke-2 diawali dengan doa pagi pukul 05.45 oleh Bapak Andre Huller, dan langsung sesi ke-3 dimulai oleh Bapak Eddy Supriantono dan Bp. Robert yang memaparkan Ibadat dan Penerimaan Komuni bagi para lansia dan orang sakit, Ibadat seputar pemakaman, pemindahan makam, kreması dan ibadat sakramentali. Sesi berlangsung sangat hidup, berbagai pertanyaan muncul dari para peserta yang memang merasa sangat haus akan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman. Dalam workshop ini, dari awal sesi, peserta yang aktif dan menjawab pertanyaan diberikan berbagai macam bingkisan berupa minuman dan buku. Seru!!

Romo Camel masuk dalam sesi spiritualitas : mendalami tema workshop: “Bertandinglah dalam iman yang benar, untuk itulah engkau dipanggil" (1 Tim 6 : 12). Memulai dengan pengantar bagaimana manusia sampai  kepada pemahaman akan Allah yang Satu yang dirasakan dan menyertai Abraham, Ishak dan Yakub. Allah yang sama pula yang menuntun Bangsa Israel keluar dari kekuasaan Mesir melalui Musa hamba-Nya dan memberikan perintahnya dalam 2 loh batu. Romo Camel seolah berpesan kepada para prodiakon dalam menjalankan tugas pelayanannya, seperti Paulus berpesan kepada Timotius, untuk merasakan Allah yang sama. Bukan dengan kemampuan kita. Bukan untuk kemegahan kita. Bukan untuk ketenaran kita. Bukan karena kemampuan kita, melainkan dari dan untuk Allah yang hidup yang berkarya di dalam kita. Itulah iman yang menolong kita yang lemah namun dipilih-Nya untuk melayani. Disaat aku lemah, Dia kuat. Prodiakon diharapkan untuk mengandalkan Allah, maka kebesaran Allah semakin nyata dalam hidupnya, Ad Majorem Dei Gloriam, Untuk Keagungan Allah Yang Lebih BesarApakah prodiakon mampu mengosongkan diri dan mengandalkan Allah? Semoga workshop ini merupakan sebagian langkahnya. Usai sesi dari Romo Camel, Frater Billy memberikan kuis tentang alat-alat liturgi dan ruang sakra yang dimenangkan oleh Bu Herlina. Romo Camel menutup dengan menjelaskan Ruang Sakra dan mempersembahkan Misa.

Workshop Liturgi berjalan dengan amat baik dengan Ibu Reny Cahayani sebagai host. Panitia dari sektor Taman Sentosa, Cikarang Kota-1 dan Cibarusah-2. Proficiat untuk panitia dan peserta.

Liputan dan Foto : Marcellinus Haryanto


Post Terkait

Comments