Tuhan Akan Membalas Ketekunan dan Kesetiaan Setiap Orang

Alkisah suatu ketika hiduplah suatu batu yang sangat besar dan kuat. Dengan kekuatannya ini ia sangat menyombongkan dirinya, dan berkata bahwa tidak ada yang dapat menghancurkannya. Kemudian datanglah si besi, mencoba untuk menghancurkan batu ini, dengan sekuat tenaga besi ini mencoba membentur-benturkan badannya ke atas batu tersebut, tapi hasilnya nihil, batu itu tidak pecah, bahkan kini besi tersebut yang bengkok. Si besi mundur, dan kini tampillah si api. Dengan kekuatan panasnya api tersebut mencoba untuk membakar dan melelehkan batu itu, tapi hasilnya sia-sia. Batu itu tetap berdiri dengan kokohnya. Setelah besi dan api menyerah, kemudian datanglah air. Ia datang dalam bentuk tetesan-tetesan yang jatuh tepat di atas batu itu. Si batu pun hanya tertawa, ”Bagaimana mungkin kau dapat mengalahkanku, kau hanya tetesan air!” Tapi air itu tetap menetes, 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun, dan sampai bertahun-tahun kemudian. Kini si batu sudah tidak dapat menyombongkan diri lagi, karena batu tersebut kini telah berlubang akibat dari tetesan tetesan air yang terus menerus.

Saudara-saudari yang terkasih, apa yang membuat air tersebut dapat mengalahkan batu? Ya, karena ia tekun. Hal ini juga sering kali terjadi dalam setiap kehidupan kita. Saat kita melihat ada “batu” besar dalam hidup kita, seperti masalah keluarga, masalah pekerjaan, masalah dengan teman, masalah ekonomi, sakit penyakit, dsb dan kita merasa bahwa “batu masalah” itu terlalu kuat, jangan menyerah dan berputus asa namun teruslah berjuang seperti air.

Seperti dalam bacaan Raja Daud yang berada dalam masalah dan harus melarikan diri karena Raja Saul ingin membunuhnya, Daud tidak menyerah dan bahkan Tuhan menyerahkan Raja Saul ketangan Daud, hal yang menarik Daud tidak memusnahkan orang yang membencinya dan yang menginginkan nyawanya namun ia mengasihi Saul. Daud membuktikan kesetiaanya kepada Raja Saul yang diurapi Tuhan dan juga percaya bahwa Tuhan yang akan membalas kebenaran dan kesetiaan setiap orang dan menolong setiap orang dalam kesesakan.

Saudara-saudari yang terkasih memang untuk tekun dan setia dalam suatu hal memang sangat sulit, begitu banyak rintangan dan tantangan. Ketekunan adalah kunci kesuksesan. Bagaimana mungkin mengharapkan hasil yang terbaik sementara kita tak pernah serius dalam mengetahui pekerjaan yang kita emban. Disamping ketekunan, tentunya tidak terlepas dari kesetiaan. Karena semua ketekunan itu berawal dari kesetiaan yang tumbuh dalam dari dalam diri kita.

Dalam usaha mewujudkan suatu impian, ketekunan dan keuletan dalam berjuang akan mengalahka segala rintangan, seberat apapun rintangan itu. Dan bentuk paling sederhana dari ulet dan tekun ini adalah konsistensi kita dalam perjuangan setiap hari. Batu adalah benda yang sangat keras, sementara air adalah kelembutan. Dengan kelembutan terbukti mampu melubangi dan bahkan memecahkan batu.

Saudara-saudari yang terkasih Tuhan menghendaki agar kita bertekun dalam doa,iman pengajaran, pekerjaan dan persekutuan. Ketekunan dapat terbentuk melalui ujian itulah sebabnya terkadang Tuhan ijinkan masalah terjadi dalam hidup kita dan kita perlu melaluinya dengan sabar.

Ditengah kondisi yang sulit seperti sekarang ini kita tetap terus berusaha dan dengan tekun melaksanakan tugas dan tanggungjawab kita. Tetap bersyukur dan percaya bahwa proses yang kita usahakan pasti akan membuahkan hasil . Adapun proses yang baik dimulai dari memperbaiki diri sendiri, cara berfikir, rajin, teliti, tanggungjawab dan selalu disiplin. Jika sudah sesuai dengan prosedur yang ditekuni dan melalui proses yang baik, maka tidak ada yang namanya kegagalan.

Ingatlah Tuhan akan membalas ketekunan dan kesetiaan kita karena tidak ada usaha yang sia-sia. Jadi marilah kita senantiasa bertekun dalam hidup ini.

Penulis : Sr.Sisnawati Ginting, SFMA

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments