Bidang Peribadatan adalah salah satu bidang dengan aktifitas karyanya berlangsung sepanjang tahun Liturgi. Sebagai contoh perayaan Ekaristi dan ibadatibadat merupakan bentuk aktifitas rohani yang diselenggarakan melalui bidang ini. Setiap seksi dan subseksi di dalamnya memiliki tugas dan peranan yang saling berkaitan sehingga satu kesatuan rangkaian liturgi di dalamnya dapat terselenggara dengan baik dan membantu umat memperoleh pemenuhan rohani melalui Ekaristi maupun ibadat tersebut.
Puji Tuhan, akhirnya pada tanggal 3 Desember 2023 bertempat di aula SD Pangudi Luhur Deltamas, Temu Akbar Liturgi yang telah direncanakan oleh Seksi Liturgi dalam Bidang Peribadatan Paroki Cikarang dapat dilaksanakan. Adapun latar belakang dari kegiatan ini adalah sebagai sarana pengenalan dan penyegaran hal-hal yang berkaitan dengan Perayaan Ekaristi dan Ibadat baik di gereja maupun di lingkungan, sehingga para Petugas Liturgi dari Lingkungan bisa semakin paham dalam mempersiapkan Perayaan Ekaristi di gereja (sebagai petugas liturgi di gereja) maupun saat di lingkungannya masing-masing. Adapun kegiatan ini dihadiri oleh 63 dari 64 lingkungan dengan peserta kurang lebih 110 orang terdaftar serta juga perwakilan dari sekolah-sekolah katolik sebagaimana sekolah juga turut ambil bagian dalam pelayanan Ekaristi di gereja. Antara lain Sekolah Pangudi Luhur, Sekolah St.Leo, dan Sekolah Don Bosco.
Acara Temu Akbar Liturgi ini merupakan karya pertama yang digagas oleh Seksi Liturgi sejak Paroki Cikarang berdiri, karena biasanya umat paroki lebih familiar dengan Bidang Peribadatan Paroki. Di awal acara Bapak Andreas Susandy, selaku ketua panitia, dalam sambutannya menyampaikan tema acara yaitu “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan (Rm 12:11)”. Bidang Peribadatan sendiri terdiri dari seksi dan subseksi diantaranya :
1. Seksi Parkir
2. Seksi Paguyuban Orang Tua PAPS
3. Seksi Sound System
4. Seksi Liturgi
a. SubSie Pemerhati Sakristi
b. SubSie PAPS
c. SubSie Lektor
d. SubSie Pasdior
e. SubSie Pemazmur
f. SubSie Prodiakon
g. SubSie Tata Laksana
h. SubSie Tata Hias Altar
JALANNYA ACARA
Setelah dibuka pada pukul 09.00 WIB dengan doa pembuka dari subsie Prodiakon selanjutnya sesi pertama acara dibuka oleh Pak Robert dengan memperkenalkan ketua setiap seksi dan sub-seksi yang ada di Bidang Peribadatan. Dalam pengantarnya pula Pak Robert menyampaikan bahwa acara ini merupakan jembatan bagi Seksi Liturgi Paroki dan juga Seksi Liturgi yang ada di lingkungan-lingkungan. Dalam acara ini, 4 bagian yang bersinggungan langsung dengan umat, diantaranya Pasdior, Tata Hias Altar, Tata Laksana, dan Parkir; memberikan penjelasan kepa- da perwakilan Seksi Liturgi lingkungan sehingga dapat membantu mereka untuk lebih memahami berbagai persiapan berkaitan dengan pelayanan di paroki maupun di lingkungan masing-masing.
Bu Yustina selaku koordinator Pasdior Paroki memberikan penjelasan terkait Jadwal Pelayan Liturgi (JPL), dilanjutkan oleh pemaparan dari SubSie Tata Laksana oleh Yohana mewakili Bapak Sartono yang menjelaskan mengenai peran pelayan Tata Laksana (Tatib pada istilah terdahulu) di dalam ibadat dan ekaristi; dilanjutkan oleh pemaparan Bu Marlina dari SubSie Tata Hias Altar mengenai apa yang harus diperhatikan sebelum dan setelah menghias altar. Sesi pertama diakhiri oleh pemaparan dari SubSie Parkir oleh Pak Rivandi terkait pedoman dan pemahaman pelaksanaan tugas parkir di gereja.
Panitia mendapatkan masukan meng enai harapan positif dari peserta melalui isian google form yang dibagikan melalui tautan atau kode QR. Masukan dari umat tersebut diantaranya adalah terkait umat itu sendiri, spiritualitas, kelembagaan, dan juga personal.
Pada waktu ice breaking, Bu Reni Cahyani, selaku MC acara Temu Akbar kali ini mengajak para peserta untuk mengikuti permainan kreatif nan mengasyikkan namun tetap membantu para peserta dapat memahami makna pelayanan mereka di lingkungan ataupun gereja; seperti game membuat pesawat dan game menyebut kegunaan kreatif suatu benda.
Sesi kedua diisi oleh Bapak Henry Kuswahyudi selaku Dewan Paroki Pendamping Bidang Peribadatan dengan materi terkait misa dan ibadat-ibadat di lingkungan. Dalam sesi kedua ini dijelaskan berbagai macam perlengkapan ekaristi dan ibadat yang diperlukan di dalam ekaristi dan ibadat di gereja atau lingkungan. Dari sesi kedua ini semua peserta belajar mengenai istilah, nama dari perlengkapan yang digunakan Romo ataupun pemimpin ibadat, mulai dari Buku Misa, Lectionarium, Evangeliarium, piala, sibori, hingga pakaian yang digunakan Romo.
Pada kesempatan ini pula, dari tim Prodiakon juga secara resmi meluncurkan buku pegangan kumpulan ibadat di lingkungan. Dalam 1 buku ini meliputi 3 jenis kumpulan ibadat; ibadat syukur, ibadat duka, dan juga ibadat umum. Harapannya dengan buku ibadat yang telah disusun dan melalui redaksi beberapa kali, dapat membantu pelayan liturgi dilingkungan untuk menyelenggarakan ibadat dengan lebih baik dan pastinya lebih memudahkan karena memiliki panduan yang dapat digunakan pula oleh seluruh umat di lingkungan.
Sesi terakhir atau sesi ketiga adalah dibawakan oleh Romo Camelius Delelis da Cunha, Pr dengan materi tentang benda-benda liturgi, persiapan untuk sebuah ibadat pemberkatan, serta beberapa pemahaman terkait hal-hal yang sifatnya sakral dalam kaitanya dengan ibadat di lingkungan; seperti air suci dan pembersihan benda-benda suci. Keseluruhan acara selesai pada pukul 13.30 WIB yang ditutup dengan doa penutup dari subsie Pemazmur dan berkat dari Romo Camel.
Temu akbar liturgi kali ini sudah sangat baik karena dapat dihadiri oleh hampir semua lingkungan yang ada di Paroki Cikarang (63 dari 64 lingkungan). Bapak Henry mengharapkan bahwa ke depan diperlukan kegiatankegiatan rutin dan berkala agar sie liturgi lingkungan semakin memahami tentang liturgi untuk mendukung pelayanan di lingkungan masing-masing dan secara umum untuk pelayanan di paroki, misalnya: seminar/pembekalan singkat dan bertahap, serta rekoleksi singkat untuk meningkatkan spiritualitas pelayanan. Semoga melalui pertemuan akbar liturgi seperti ini umat juga tidak lagi mengalami kebingungan dalam mempersiapkan ataupun melaksanakan kegiatan ibadat di lingkungan seperti Misa Lingkungan, ibadat pemberkatan, ibadat terkait kedukaan, dan juga ibadat syukur. Tuhan memberkati.
Liputan dan Foto : Ign. Riwi Setiawan