Teguh dalam Iman

Saudara/i yang dikasihi oleh Tuhan, pada hari Minggu Biasa ke XXXIII ini kita akan mendengarkan apa yang Tuhan sampaikan dan kehendaki untuk kita perbuat. Untuk itu kita harus mengetahui sabdaNya dalam bacaan Injil hari ini tentang Permulaan Penderitaan. Siapakah yang akan mengalami hal ini?

Mengapa Yesus mengatakan hal ini? Tentunya kepada para murid-Nya, yang tidak lain adalah kita semua sebagai pengikut Kristus yang sudah bersatu dengan-Nya lewat pembaptisan yang sudah kita terima. Mengapa Yesus mengatakan hal tersebut? Yesus sudah terlebih dahulu mengetahui apa yang akan kita alami sehingga Yesus memberi kita kesiapsediaan terhadap apa yang akan kita alami dan bagaimana tindakan kita untuk berhadapan dengan hal tersebut. Tuhan ingin kita TEGUH DALAM IMAN. Sebagai manusia biasa kita pastinya tidak ingin dalam mengarungi hidup luput dari yang namanya penderitaan, seperti dalam kutipan Injil hari ini. Bangsa akan bangkit melawan bangsa, kerajaan bangkit melawan kerajaan dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat, penyakit sampar, kelaparan, dan hal dahsyat yang terjadi dari langit, dan kamu akan dianiaya, diserahkan karena nama Tuhan, bahkan keluarga kita menjadi musuh kita, dibunuh, dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tanpa kita sadari hal ini sebenarnya sudah ada ditengah-tengah kita yang seringkali membuat kita gusar, cemas dan dilema, takut dan bahkan ragu terhadap apa yang kita imani.

Namun dalam situasi yang harus kita alami ini Yesus menawarkan rahmat-Nya yaitu kesempatan bagi kita untuk bisa menjadi saksi agar kita dapat menikmati jalan yang sudah disediakan bagi kita. Yesus sudah terlebih dahulu mengalaminya lewat sengsara, wafat dan akhirnya bangkit. Bagaimana dengan kita para murid-Nya? Apakah jalan yang sudah ada di depan kita hanya bisa kita pandang tanpa kita lalui atau jalani?

Yesus sendiri berkata : Sebab Aku sendirilah akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat sehingga kamu tidak akan bisa ditentang dan dibantah oleh lawanmu. Jadi Tuhan sendiri tidak akan meninggalkan kita bila kita tetap setia dan tidak mengeluh untuk TEGUH DALAM IMAN dalam mengarungi hidup kita sebagai murid-Nya. Marilah kita mulai lagi sebab sampai sekarang
kita belum berbuat apa-apa.

Penulis : Sr. Loren, SFMA

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments