Setia dalam Perkara Kecil

Saudara dan saudari yang dikasihi oleh Tuhan, hari ini kita diajak untuk mencoba mencari kehendak Tuhan. Maka untuk dapat mengetahui dan melaksanakan yang menjadi kehendak Tuhan tersebut hal pertama yang harus kita siapkan adalah dengan memberikan diri, kita akan sanggup dengan setia mendengarkan bukan sekedar mendengar.

Dalam bacaan Injil kita menemukan dua tokoh yakni Tuan dan bendahara. Tuan, yang empunya kekayaan dan Bendaharanya. Bendahara dalam hal ini tidak setia terhadap kepercayaan yang diberikan tuannya kepada dia. Kesempatan itu digunakan untuk mencari keuntungan bagi dirinya dan mengakibatkan kerugian untuk tuannya. Hal yang menarik adalah Tuannya tidaklah langsung marah serta memecat bendahara tersebut hanya karena laporan dari orang lain. Tuannya tidak menilai bendaharanya lewat penilaian orang lain tapi menilai dengan hasil penilaiannya sendiri. Sehingga ia mau mendengarkan pertanggungjawaban bendaharanya. Suatu sikap yang bijaksana, sebelum memutuskan suatu sikap dan tindakan.

Hal yang harus kita tiru dan teladani dari tokoh tersebut adalah sikap tuan tersebut yang bijaksana dalam berelasi dengan sesama sekalipun orang lain bertindak jahat terhadap dia. Dia mau mendengarkan penjelasan atau kesaksian dan alasan mereka yang melakukan sesuatu hal (buruk).

Dalam kenyataan hidup, menghakimi/menghujat dan memfitnah sesama, apalagi dalam situasi yang sedang menjadi pokok pembicaraan public, dengan mudah kita akan terbawa arus padahal masalah tersebut yang belum terbukti kebenarannya. Dan sekalipun hal itu benar, kita seharusnya hanya membenci perbuatannya, bukan keseluruhan diri dari orang yang melakukan kesalahan tersebut. Dengan demikian kita bisa membawa dia untuk bertobat lewat sikap bijaksana kita.

Kita harus belajar untuk setia menjaga serta merawat apa yang Tuhan percayakan dan titipkan pada kita, yakni kemampuan yang Tuhan berikan bagi kita untuk menjalankan panggilan yang Tuhan berikan bagi kita. Hati nurani dan kekuatan Roh Kudus memampukan kita melakukannya maka kecerdikan yang positif. Namun tak jarang banyak orang menyalahgunakan kemampuannya untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri meskipun merugikan dan bahkan mengorbankan orang lain.

Setelah kita tahu apa yang menjadi kehendak Tuhan, marilah kita berjuang untuk setia dalam cinta kasih dan bersikap bijaksana. Sebab hal ini sudah terlebih dahulu dilakukan Bunda Maria dan Ibu Teresa. Semoga kita mampu melaksanakannya.

Penulis : Sr. Loren, SFMA

Foto : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments