Untuk kesekian kalinya paroki kita mengadakan Retret Pembebasan. Kali ini dikhususkan untuk para aktivis gereja, calon aktivis gereja dan siapa saja yang ingin menjadi aktivis gereja. Tetapi ada juga umat yang ikut serta dalam retret ini.
Peserta yang mengikuti retret ini sebanyak 52 orang, dari berbagai seksi/bidang seperti Legio Maria (8 orang), Prodiakon (4 orang), PSE (4 orang), Hias Altar (3 orang), Bendahara Lingkungan (3 orang), BIA (3 orang) serta dari seksi Kerasulan Keluarga, Peribadatan Lingkungan, Sekretaris Lingkungan, Sound System, Pendamping Lansia, Pendamping Katekumen, Pasdior, Balkesmas, Pelayanan, Pemerhati Sakristi, Lektor, Pikat, Pewartaan, UMKM dan yang paling banyak dari umat (11 orang).
Yang menarik dalam retret ini, peserta sangat beragam dari sisi usia. Ada yang masih SMA dan kuliah. Ada yang masih lajang, ada keluarga muda dan ada juga yang sudah sepuh. Ada pasangan suami istri (3 pasang) dan tidak ketinggalan ada juga pasangan ibu dan anak (2 pasang). Namun perbedaan tersebut malah membuat retret ini jadi lebih hidup dan meninggalkan kesan yang mendalam bagi para peserta.
Retret dipimpin oleh RD. Antonius Suhardi Antara, berlangsung sangat santai, ceria tetapi tetap khidmat dalam suasana hening (silentium). Suasana lingkungan di biara yang adem, tenang, dan banyaj pepohonan menambah kekhidmatan retret ini.
Retret terbagi menjadi 4 bagian besar yaitu: Lectio Devina, Refleksi Pribadi, Sharing Kelompok dan Misa. Kita diajarkan bagaimana cara melakukan Lectio Devina yang bisa menyentuh hati dan menerima pancaran Ilahi. Mulai dari latihan kesadaran indra (pernafasan dan suara), latihan refleksi, memeriksa batin serta meditasi melalui permenungan kitab suci.
Refleksi pribadi diberi ruang dan waktu yang cukup lama, boleh menyendiri di tempat yang kita sukai, boleh berjalan-jalan di taman yang sejuk, boleh menyendiri di ujung ruangan, ada yang duduk di bawah pohon, dan lain-lain. Kondisi alam di sekitar biara menjadikan suasana untuk refleksi diri benar benar didapat.
Sharing kelompok, menjadikan kita berani untuk membagikan apa yang kita alami kepada kelompok kita. Kita merasa ada yang mendengar keluhan kita, penderitaan kita, kesedihan kita, dan lain sebagainya tanpa takut ada yang memperolok kita. Pada akhirnya kita menjadi kuat karena kita merasa ada yang menjaga yaitu kelompok kita. Ditambah lagi ada Teman Emaus, teman seperjalanan kita yang pergi berdua-dua untuk saling mendengarkan dan saling menguatkan.
Semuanya ditutup dengan Misa Rekonsiliasi yang bertujuan untuk berdamai dengan diri kita sendiri serta Misa Perutusan yang menjadikan kita untuk siap diutus Pokoknya seru banget …….! Tertarik mengikuti Retret Pembebasan berikutnya? Tunggu jadwal selanjutnya ya ……!
Liputan dan Foto : Indro Agung