Retret Aktivis

Jumat 26 April 2024 kami rombangan aktivitis PCGIT berangkat menuju rumah retret ursulin Bandung. Meskipun waktu pemberangkatan mundur kurang lebih 50 menit,yang seharusnya jam 14.30 menjadi jam 15.20 dikarenakan hujan deras yang mengakibatkan kami harus menunggu beberapa peserta yang terjebak hujan, kami tetap semangat dan antusias untuk mengikuti retret aktivis PCGIT 26-28 April 2024 dengan tema "Tangan melayani hati berempati". Kurang lebih pukul 18.20 WIB kami sampai di lokasi.

Setelah daftar ulang kami menuju kamar yang sudah diatur oleh panitia. Setelah itu kami makan malam dan lanjut ke ruang retret untuk masuk sesi. Kami di dampingi oleh Romo Antonius Suhardi Antara dalam retret aktivis PCGIT kali ini. Aturan retret pun disepakati, menciptakan suana hening, tidak terlambat masuk sesi dan tidak membuka HP.

Hari pertama, sesi selesai kurang lebih jam 22.00 wib dan seharusnya langsung beristirahat. Masuk hari kedua, kami mengikuti sesi demi sesi sampai beranjak malam hari, kami mengikuti misa rekonsiliasi yang di pimpin oleh Romo Antara. Hari ketiga kami masih ada sesi dan acara ditutup dengan misa perutusan. Kami mendapatkan banyak hal dari retret ini seperti teman baru, suana baru dan banyak hal baru.

Bagi kami yang baru pertama kali mengikuti retret bisa belajar latihan doa seperti Lectio devina, komtemplasi serta  doa fantasi. Ada satu sharing menarik dari salah satu peserta, beliau mengatakan kalau retret ini seperti healing, tapi healing yang mendapatkan ketengan batin. Bagaimana tidak, pohon pohon hijau membentang, bunga bunga yang indah serta udara yang sejuk berada di sekitar kami. Bagi peserta yang sudah pernah ikut retret sebelumnya, retret kali ini sebagai sarana penyegaran kembali. Tepat jam 14.00 WIB bus melaju membawa kami kembali ke cikarang. Suasana di bus tidak setenang saat berangkat. Kami bernyanyi dan bercanda gurau karena sudah bebas dan sudah saling mengenal satu dengan yang lain. Satu pesan, bagi bapak ibu kaum muda yang belum pernah ikut retret, segera daftar kalau paroki mengadakan kembali. Pastinya tidak akan rugi. Tuhan memberkati

Liputan dan Foto : Margaretha


Post Terkait

Comments