Pulanglah Mereka Melalui Jalan Lain

"Maka pulanglah mereka melalui jalan lain," (Matius 2:12) menjadi tema Natal tahun ini. Beberapa dari kita bisa memahami tema ini sebagai saat pulang kampung, mengingat ada kata “pulang” dalam tema ini. Pemaknaan pulang kampung cukup masuk akal karena tahun ini merupakan kesempatan baik untuk berkumpul bersama keluarga setelah dua tahun pandemi yang membatasi pertemuan dalam keluarga.

 Permenungan pada tema tidak hanya pada kata pulanglah. Tetapi pemaknaan secara menyeluruh pada kalimat yang diusung KWI bersama dengan PGI ini. Diceritakan bahwa ketiga majus ini berhasil menemui Yesus setelah dituntun oleh Bintang Timur sampai di Betlehem. Perjuangan ketiga majus ini memerlukan upaya yang menantang, diantaranya mereka menghadap ke Raja Herodes dan menimbulkan kegemparan di istana. Kegemparan ini bisa dimaklumi karena Herodes tidak mengira sama sekali bahwa akan raja baru ada selain dirinya atau keluarganya. Herodes akhirnya memiliki niat jahat untuk  menghabisi raja baru ini dengan minta tolong agar kelak ketiga majus ini setelah berhasil menemui bayi Yesus kelak akan memberi tahu kepadanya. Alih-alih untuk ikut menyembah, padahal niat sebenarnya adalah menghabisi raja baru itu.

 Niat buruk Herodes untuk menghabisi bayi Yesus kemudian diketahui oleh ketiga majus dalam mimpi mereka, sehingga mereka memutuskan untuk tidak lagi menemui Herodes. Keputusan dari ketiga majus ini berdampak dengan mereka tidak lagi pulang dengan jalur yang sama. Bisa dibayangkan bila para majus harus berpikir kembali untuk mencari jalan lain daripada jalan yang dilalui saat berangkat.

 Apa yang kemudian bisa kita pelajari dari putusan para majus sehingga mereka mencari jalan lain untuk kembali pada Natal ini?

 Pemahaman untuk mengambil jalan lain berarti merubah cara lama menjadi cara baru. Seperti di awal dikatakan bahwa pandemi selama ini merubah pandangan kita tentang menjaga kesehatan yang dimulai dari sadar kebersihan dan keamanan unntuk diri sendiri dan orang lain. Pandemi ini menyadarkan manusia untuk tidak lagi kembali ke cara hidup yang lama, tetapi untuk menyesuaikan hidup bersama dengan COVID-19 (mengingat pandemi masih ada walau gejalanya tidak lagi sama seperti tahun lalu).

 Natal 2022 mengajak kita untuk berani mengambil keputusan seperti para majus untuk mengambil jalan lain. Keputusan ini tidak mudah karena bisa jadi akan mendorong kita pada perubahan. Sublema Natal 2022 sendiri berbicara ‘Kehadiran-Nya mengubahku’ memang ingin menegaskan kembali arti dari perubahan ke arah yang lebih baik.

Aplikasi apa yang kemudian bisa kita terapkan dalam hal ini yaitu membaca situasi yang akan kita hadapi saat merayakan Natal 2022 dan menyambut tahun baru 2023. Beberapa ahli menyebut jika akan ada resesi dan juga dampak dari pemanasan global. Keadaan ini mengajak memberi makna pada perubahan yang bisa kita lakukan. Perubahan sederhana dengan melakukan tindakan sadar lingkungan dengan mengurangi sampah berlebihan, mengatur pengeluaran sebijak mungkin, dan sebagainya.

Hal yang bisa menjadi momen titik balik dari perubahan adalah kita bisa dengan bijaksana melihat peluang dari perkembangan teknologi khususnya media sosial. Hal yang bijaksana kita lakukan menggunakan dengan memilih maupun menyebarkan informasi di media sosial untuk hal-hal yang positif. Perubahan pemikiran dari pemakai perangkat ke arah kreativitas untuk memaknai perangkat teknologi kita menjadi produktif. Beberapa orang tua menyebut keluhan bilamana anak-anaknya sering kali keasyikan main HP sampai lupa waktu. Maka momen Natal ini bisa menjadi perubahan dari pemakaian HP untuk bermain menjadi kesempatan untuk orangtua mendampingi anak-anaknya dalam proses belajar (anak tidak dilepas bermain HP atau lebih banyak meluangkan waktu untuk kegiatan bersama teman-teman).

Bruder, suster, ibu, bapak, dan saudara saudari terkasih,
marilah dalam semangat Natal yang kita rayakan bersama, kegembiraan dalam menyambut Tuhan yang sudah datang kita buktikan dengan kesungguhan akan perubahan sikap kita. Penantian dalam adven mengajarkan kita tentang kesabaran, pertobabatan, dan kesadaran akan Imannuel, Allah beserta kita. Segala perkara yang kita hadapi selama 2022 ini menjadi jalan untuk kita bertemu dengan Tuhan dan langkah ke depannya untuk kita tidak kembali pada jalan yang sama melainkan untuk memilih jalan yang baik.

 Baik untuk mengingat petikan dari lagi sekolah minggu yang berjudul “Jalan serta Yesus” yang liriknya berbunyi demikian:

Jalan serta Yesus, jalan serta-Nya setiap hari
Jalan serta Yesus, serta Yesus selama-Nya
Jalan dalam suka Jalan dalam duka
Jalan serta-Nya setiap hari
Serta Yesus selama-Nya

 

Penulis : Rm. Camellus Delelis Da Cunha, Pr

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments