Perumpamaan Gadis Bodoh dan Gadis Bijaksana

Saudari-saudara yang terkasih kalau kita memperhatikan, bacaan-bacaan minggu ini berbicara tentang kebijaksanaan. Dimulai dari Kitab Kebijaksanaan yang menyatakan bahwa Allah telah menyediakan kebijaksanaan dalam hidup manusia, dan adalah tugas manusia untuk mencari kebijaksanaan itu. Diungkapkan bahwa manusia tidak akan kesulitan mencarinya karena kebijaksanaan itulah yang akan datang kepada manusia.

Pintu masuk untuk memperoleh kebijaksanaan adalah hati yang terbuka pada setiap didikan dan ajaran. Umat manusia diminta untuk membuka hatinya untuk belajar dari pengalamannya, dari alam sekitarnya, dan dari hukum-hukum Tuhan. Kebijaksanaan akan membuat manusia lebih mudah dalam menyelami jalan-jalan Allah.

Salah satu bukti pentingnya kebijaksanaan diperlihatkan dalam kisah Gadis Bijaksana dan Gadis Bodoh. Kebijaksanaan sangat diperlukan untuk menantikan kedatangan Tuhan. Kita diajak untuk menimbang, mampu mengukur dan mengadakan persiapan yang cukup. Hal ini tentunya membutuhkan kebijaksanaan. Bekal rohani yang cukup kiranya harus senantiasa ada di hati para pengikut Yesus. Santo Paulus dalam suratnya mengungkapkan bekal-bekal rohani itu, seperti : menjauhkan diri dari percabulan, hidup dalam kekudusan pernikahan, menguasai hawa nafsu, memperlakukan saudara dengan baik, dan membangun hubungan yang baik dengan sesama.

Hidup dalam kekudusan bertolak belakang dengan gaya hidup dunia yang penuh dengan kecemaran. Inilah tantangan terbesar kita. Kebijaksanaan akan menjadi identitas murid-murid Kristus di dunia ini. Setiap orang pasti pernah jatuh dalam dosa dan hawa nafsu. Kebijaksanaan mengajarkan kita untuk belajar dari pengalaman dan masa lalu kita, Sehingga kita lebih kokoh dan kuat dalam perjuangan kita untuk hidup dalam kekudusan sebagai anak-anak Allah.

Marilah saudari-saudara, seperti kisah lima gadis bijaksana, kita diundang untuk senantiasa berjaga-jaga, siap sedia dan bijaksana agar tidak terlambat masuk dalam Kerajaan Allah pada masa kedatangan Yesus pada akhir zaman. Semoga Allah yang Mahabijaksana menuntun kita untuk mampu mengambil bagian dalam kebijaksanaan-Nya. Amin.

Penulis : Rm. Antara, Pr

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments