Persembahan Tubuh sebagai Persembahan yang Hidup

Manusia diciptakan Allah menurut gambar dan citra Allah . Manusia dianugrahi perasaan, hati, pikiran dan akal budi serta kehendak bebas agar manusia bisa menjadi rekan sekerja Allah memelihara, mengelola dan melestarikan alam raya seisinya. Allah yang sangat peduli dan mengerti apa yang menjadi kebutuhan manusia maka Allah terlebih dahulu menyediakan semua kebutuhan manusia sebelum manusia diciptakan. Dengan menjadi rekan sekerja Allah mengelola alam semesta, kita dapat memiliki segala sesuatu yang kita butuhkan.

Kita dapat memenuhi kebutuhan kita. Betapa menyenangkannya kehidupan kita di Bumi. Kita bisa mendapatkan segala sesuatu hanya karena kemurahan dan belas kasih dari Allah saja. Maka sudah layak dan sepantasnya kalau kita pun wajib mempersembahkan kepada Allah persembahan yang terbaik sebagai ungkapan rasa syukur kita walaupun tidak akan pernah setara dengan kemurahan dan belas kasih-Nya. Kerinduan untuk mengucap syukur inilah yang membuat gereja akhirnya memasukkan kegiatan persembahan di dalam unsur-unsur liturgi beribadah. Sayang sekali, masih banyak diantara kita yang memposisikan persebahan sebagai “ upeti “ atau bahkan “suap” kepada Allah. Ada juga yang menjadikan persembahan sebagai ajang pameran kekayaan, kehebatan ataupun bentuk kesombongan lain.

Kita sebagai umat Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa (PC GIT) sering mengalami kesulitan untuk melakukan kegiatan bersama di lingkungan, misalnya Pendalaman Iman, GOKIL, Pendalaman Alkitab, doa Rosario, doa dan kunjungan pada umat yang sakit dan lain-lain, dengan alasan sibuk, capek, kagak ada waktu, bahkan ada yang berseloroh “saya sudah capek banget, karena saya termasuk anggota BP7 atau bahkan BP9 (Berangkat Pagi-Pagi, Pulang Petang, Penghasilan Pas-pasan, Potong Pinjeman)“ belum kegiatan pelayananpelayanan yang lain. Bahkan ada umat yang ketika tubuhnya sudah mulai memberikan sinyal bahwa ia harus istirahat cukup demi kesehatan, ia tidak mempedulikannya. Untuk beberapa waktu, hidupnya dipenuhi  dengan pencapaian demi pencapaian. Ia mendapatkan promosi jabatan dan pelayanannya pun maju dengan dahsyat. Pengurbanan yang luar biasa, perlu kita appreciateTetapi kalau kita kurang atau bahkan tidak memperhatikan kesehatan dan daya tahan tubuh kita maka kita akan bisa sakit sakitan dan terhambatlah pekerjaan dan pelayanan kita. Lantas bagaimana dengan firman Tuhan yang disampaikan oleh Rasul Paulus dalam Roma 12:1 ?

Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Kita sering memaknai “mempersembahkan hidup” kita kepada Tuhan secara kurang tepat, seringkali kita mengira bahwa hanya hati, budi dan pikiran atau uang kitalah yang kita persembahkan. Namun, Paulus jelas- jelas menasihatkan supaya kita mempersembahkan tubuh kita kepada Allah. Bukan hanya hati dan pikiran, atau roh dan jiwa kita. Ya, kita perlu menyadari, ketika kita hendak mempersembahkan diri kita kepada Tuhan, itu juga termasuk tubuh fisik kita.

Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi kita maka sebagai ungkapan syukur kitapun wajib mempersembahkan yang terbaik kepada Tuhan. Dengan demikian, bukankah sudah sewajarnya jika kita bertanggungjawab atas kesehatan kita sendiri?

Ambillah komitmen untuk menjaga diri kita dengan lebih baik lagi untuk kemuliaan Tuhan. Bukan hanya menjaga hati dan kekudusan, tetapi juga kesehatan dan kesucian tubuh kita. Sebab melalui tubuh kitalah, Tuhan menggenapi tujuan dan panggilan-Nya bagi kita di bumi ini. Apabila tubuh kita tidak sehat maka jiwa dan roh kita juga akan terkena dampaknya. Kita akan lebih sulit mendengarkan sabda Nya, panggilan Nya dan perutusan Nya, terlebih lagi menanamkan sabda-Nya dalam hati kita serta untuk bertekun melaksanakannya

A. Adalah sangat baik apabila kita selalu ingat :
1. Pepatah “Mens Sana In Corpore Sano”, “Jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat “
2. Tubuh kita adalah bait Allah. Dalam 1 Korintus 6:19-20 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar”: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! sangat jelas dikatakan bahwa tubuh yang kita miliki adalah bait Allah  Bagaimana kita menghormati Allah dengan tubuh kita? Caranya adalah dengan terlebih dahulu memahami bahwa ‘tubuh adalah bait Allah’. Dengan pola pikir kita diharapkan bisa menjaga tubuh kita ini dari segala penyakit, kebiasaan buruk, pikiran dan perkataan serta perbuatan jahat serta makanan dan minuman yang tidak sehat.
3. Dan sangat jelas pula akibatnya bila kita tidak menghormati bait Allah 1 Korintus 3:17 “Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.”

B. Bagaimana memelihara, menjaga, meningkatkan imunitas agar tubuh kita tetap sehat :
I. Menurut Alkitab antara lain :
a. Bersukacita senantiasa;
(a) Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang Amsal 17:22
(b) 1Tesalonika 5:16 Bersukacitalah senantiasa. 5:17 Tetaplah berdoa. 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
b. Perkatakan sesuatu yang baik dan positif; Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang. Amsal 16:24
c. Jangan memberi approval dan atau menyimpan sakit hati;
(a) Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati. Ayub 5:2
(b) Yang lain mati dengan sakit hati, dengan tidak pernah merasakan kenikmatan. Ayub 21:25
(c) Mataku mengidap karena sakit hati, rabun karena semua lawanku. Mazmur 6:7

II. Menurut Pakar kesehatan: (dr. Allert Benedicto Ieuan Noya)
1. Banyak Makan Sayur dan Buah
a. Menurut Yufang Lin, MD, dokter pengobatan integratif di Cleveland Clinic di Ohio, mengonsumsi makanan nabati seperti sayur dan buah dapat membantu menjaga imunitas tubuh berfungsi dengan baik. Alasannya, karena sayur dan buah memiliki banyak kandungan vitamin dan mineral, yang bisa membantu imunitas dan organorgan tubuh berfungsi dengan baik. Selain itu, buah dan sayur berwarna cerah menandakan tingginya kandungan antioksidan di dalamnya, dimana antioksidan berperan dalam melawan radikal bebas yang dapat merusak sel imun tubuh.
b. Selain itu, konsumsi rempahrempah seperti cengkeh, jahe, dan jintan, juga dapat membantu tubuh melawan infeksi, karena sifat antivirus dan antimikroba yang terkandung di
dalamnya. Jadi, pastikan selalu ada sayur, buah, dan rempahrempah di menu harian kamu, ya!
2. Rutin Berolahraga
Menurut ulasan yang dimuat di Frontiers in Immunology, olahraga yang dilakukan secara rutin dapat menurunkan risiko penyakit kronis (seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung), serta infeksi akibat virus dan bakteri. Jadi, pastikan untuk menyempatkan diri berolahraga setiap harinya, jika ingin imunitas tubuh tetap terjaga.
3. Tidur yang Cukup dan Berkualitas
Pada dasarnya, tubuh dapat melakukan penyembuhan dan regenerasi ketika tidur. Itulah sebabnya tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk mendongkrak imunitas tubuh. Jika kamu tidak cukup tidur, imunitas tubuh akan terganggu dan tidak bisa menjalankan fungsinya dengan optimal.
4. Hindari Rokok dan Alkohol
Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol dapat membuat fungsi imunitas tubuh terganggu. Tak hanya itu, perokok aktif juga memiliki risiko tinggi untuk mengalami infeksi paru, seperti bronkitis dan pneumonia. Jika gemar mengonsumsi alkohol juga, risiko untuk terkena infeksi paru akan semakin besar.
5. Suplemen untuk Meningkatkan
Imunitas Tubuh Selain menerapkan pola hidup sehat, sebagian orang memilih untuk mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan imunitas tubuh. Konsumsi suplemen mungkin dapat menjadi pilihan untuk melengkapi pola makan yang kurang bernutrisi. 
Jika kita mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen peningkat imunitas tubuh sebaiknya kita berkonsultasi dengan yang berkompeten agar tepat sasaran
6. Ikuti dan taati Program Vaksinasi
(Tahap1 & 2 serta Booster) dan Prokes yang lain Menerapkan perilaku sehat, yaitu Selalu Memakai Masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun dan Menjaga Jarak.
7. Ikuti dan taati seruan para Pemimpin Gereja seperti :
Bpk Uskup Agung KAJ dan Bapa Suci Paus Fransiskus "Saudari-saudaraku umat Katolik Keuskupan Agung Jakarta yang terkasih, kita semua tahu dan mengalami bahwa kita, masyarakat kita, bangsa kita bahkan dunia sedang dalam keadaan prihatin bahkan cemas. Karena tersebarnya wabah virus Corona (COVID-19) dengan segala aki batnya di dalam bidang kehidupan," kata Bpk Uskup Agung Ignatius Suharyo.

Meski di tengah kondisi prihatin, Bpk Uskup Agung Ignatius Suharyo mengajak umat tak panik dan cemas. Dia yakin kondisi ini akan segera berakhir. "Meskipun demikian, mengajak Saudari-saudari sekalian untuk tidak panik, cemas berlebihan seperti anjuran para pemimpin bangsa kita. Kita berharap dan yakin semuanya akan menjadi baik kembali," ucapnya.

Dalam sebuah pesan video, Kardinal Ignatius Suharyo mendesak umat Katolik untuk waspada dan tabah dalam doa ketika negara itu berusaha mengatasi wabah corona virus.

Gereja Katolik di Indonesia mendesak umat beriman untuk tetap tenang dan bekerja sama dengan upaya bangsa dalam upaya menahan penyebaran virus corona, yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19. Dikatakan krisis juga merupakan momen untuk tumbuh dalam iman, persaudaraan dan belas kasih. "Merangkul Tuhan untuk merangkul harapan: itulah kekuatan iman, yang membebaskan kita dari rasa takut dan memberi kita pengharapan," demikian petikan berkat Urbi et Orbi dari Sri Paus Fransiskus. Berlangsung di Basilika Santo Petrus, Vatikan, misa khusus ini berlangsung Jumat petang (27/3/2020) pukul 18.00 Waktu Roma, atau tengah malam menjelang dini hari 00.00 WIB, Sabtu (28/3/2020).

"Pandemi COVID-19 telah mengingatkan kita bahwa semua berada di kapal yang sama. Dia, lebih dari siapa pun, peduli dengan kita," demikian Sri Paus Fransiskus mengajak umatnya merefleksikan wabah yang tengah mengoyak dunia.

REFLEKSI: MENGEMBANGKAN POLA HIDUP SEHAT merupakan IBADAH YANG SEJATI dan bentuk PERTANG- GUNGJAWABAN kita kepada Tuhan.

Marilah kita berdoa :“Tuhan, kami ingin mempersembahkan tubuh kami dalam kondisinya yang terbaik sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada-Mu. Pimpinlah di setiap langkah hidup kami menurut petunjuk perintah-Mu, agar kami dapat bertanggung atas kesehatan tubuh jiwa dan roh kami. Amin.” Terima kasih.

Salam sehat penuh kasih, sukacita, damai sejahtera. Berkah Dalem.

Penulis : Aloysius Haryanto - Tim Kontributor Kolom Katakese

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments