Perjumpaan Membawa Kebangkitan

Ibu, bapak, saudari, dan saudara terkasih dalam Kristus, pada minggu ini, kita memasuki Hari Minggu Paskah III Tahun A. Injil hari ini (Luk 24:13-35) mengisahkan perjalanan dua murid ke Emaus. Dalam perjalanan tersebut, dua orang murid merasa sedih dan kecewa karena Tuhan Yesus mengalami penderitaan dan wafat yang mengenaskan. Dalam perjalanan itu pula, Tuhan Yesus menampakkan diri-Nya dan menyertai perjalanan mereka, Namun, kedua murid tidak menyadari kehadiran-Nya. Mereka bergulat dengan perasaan dan pemikiran mereka sendiri.

Dalam perjalanan tersebut, Tuhan Yesus mendengarkan penuturan mereka. Kemudian Yesus berusaha mengobarkan hati mereka dengan menjelaskan isi Kitab Suci bahwa Sang Mesias memang harus menderita namun kemudian akan bangkit pada hari ketiga. Saat mendengar hal itu, hati mereka pun mulai mencair. Lalu, mereka menawarkan tumpangan kepada Tuhan untuk tinggal bersama-sama mereka. Ketika menumpang di rumah mereka, Tuhan mengambil roti, mengucap syukur, memecah roti dan membagi-bagikannya kepada mereka. Pada saat itulah mata dan hati kedua murid terbuka. Mereka melihat dan mengenali Tuhan Yesus yang bangkit.

Sebenarnya hidup kita mirip seperti perjalanan seperti kedua murid Emaus itu. Terkadang kita mengalami sedih, kecewa, frustasi, dan lesu karena berbagai persoalan hidup kita. Akibatnya, secara sadar atau tidak sadar kita menutup diri kita. Melalui kisah ini, Tuhan mengajak kita untuk tetap berjumpa dengan-Nya dalam doa, Sabda, dan Ekaristi. Kita diajak untuk tidak meninggalkan-Nya dan cara perjumpaan itu. Semoga Tuhan pada akhirnya mengobarkan semangat hidup kita dan membuka mata serta hati kita untuk melihat maksud serta kehadiran dan rahmat-Nya di balik peristiwa hidup kita. Dengan demikian, perjumpaan dengan Tuhan yang bangkit membawa kita pada kebangkitan diri kita dari keterpurukan dan ketertutupan diri kita.

Lewat kisah ini, seperti dua murid Emaus, kita yang mengalami perjumpaan dengan Tuhan yang bangkit diajak untuk menjumpai saudara-saudari kita yang mengalami kelesuan atau keterpurukan. Harapannya, kita tidak meninggalkan mereka sendirian, saling menguatkan, dan membawa kegembiraan serta rahmat kebangkitan. Semoga perjumpaan kita dengan Tuhan yang bangkit dan dengan sesama membawa semangat, sukacita, dan rahmat kebangkitan Tuhan.

Selamat hari Minggu. Sehat selalu. Tuhan Yesus memberkati Anda sekeluarga.

Penulis : Rm. Vinsensius Rosihan Arifin, Pr.

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments