Perdamaian sebagai Buah Pelayanan dengan Senyuman - Ber-APP dalam spiritualitas Santa Teresa dari Kalkuta

APP 2022, dalam semangat Ardas 2022 sebagai Tahun Pernghormatan Martabat manusia, memiliki tema besar SEMAKIN MENGASIHI - PEDULI DAN BERSAKSI (Bdk.Tim Karya APP keuskupan Agung Jakarta, 2022: 1-4). Dalam spiritualitas patron/pelindung Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa, kita umat beriman melalui APP melaksanakan retret agung atau latihan rohani sebagai persiapan menyambut hari raya Paskah, sehingga dengan latihan rohani Semakin mengasihi, Peduli dan Bersaksi, kita umat beriman semakin pantas menyambut Peristiwa Agung
misteri wafat dan kebangkitan Kristus.

Tulisan PERDAMAIAN SEBAGAI BUAH PELAYANAN DENGAN SENYUMAN mengalir dari keprihatinan banyaknya orang yang masih belum siap berdamai dan berdampingan dengan dampak pandemi Covid-19 dengan varian-variannya yang terus berlangsung. Kecuali itu peristiwa perang Rusia dan Ukraina telah menjauhkan suasana perdamaian dunia serta menimbulkan kecemasan akan timbulnya perang dunia  ke-3, yang tentu pasti berdampak secara ekonomi, sosial, serta bertambahnya kemiskinan, ataupun tersingkirnya penghormatan terhadap martabat manusia sebagai Citra Allah (Bdk. Kej. 1:26).

Senyuman dari sudut pandang spiritualitas Ibu Teresa dari Kalkuta merupakan ekspresi kegembiraan yang mengalir keluar dari keheningan, doa, iman dan cinta. Oleh karena itu pelayanan sebagai buah dari cinta yang dilaksanakan dengan kegembiraan hati melalui senyuman, akan membuahkan perdamaian. Senyuman kegembiraan hati yang tulus memancarkan energi ilahi keheningan, doa, iman dan cinta (Bdk. Lucinda Vardey, 1995:39). Gerakan aksi nyata pelayanan yang dilaksanakan dengan senyum tulus penuh kegembiraan hati akan membuahkan perdamaian.

Dua aspek dari kegembiraan yang terungkap lewat senyuman adalah iman kepercayaan atau relasi mendalam dengan Tuhan yang mengalir dari keheningan-doa serta aspek penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Bdk. Lucinda Vardey, 1995:17-21). Ibu Teresa dari Kalkuta menghayati iman kepercayaan (trust) sebagai dimensi iman yang merupakan anugerah rahmat dari Tuhan dan sekaligus kehendak manusia yang perlu dijaga dan dilatih terus menerus. Cara penghayatan demikian bagaikan kombinasi antara keberadaan nyata di bumi dan jiwa yang melampaui keberadaan (transcendent), seperti kombinasi keseimbangan antara langit dan bumi.

Menurut dinamika spiritualitas ibu Teresa, kedamaian merupakan buah dari pelayananan. Pelayanan itu merupakan buah dari cinta. Cinta merupakan buah dari iman; sementara iman
adalah buah dari doa, yang mengalir sebagai buah dari keheningan. Senyuman oleh karenanya merupakan ekspresi kegembiraan hati yang merangkum keheningan, doa, iman dan cinta. 
Dengan demikian gerakan-gerakan pelayanan yang dilaksanakan dengan senyuman tulus penuh kegembiraan akan menghasilkan buah perdamaian.

Mengasihi, peduli dan bersaksi dalam APP memperoleh bentuknya dalam gerakan aksi nyata sebagai pelayanan solutif atas permasalahan yang ada, baik di keluarga, lingkungan ataupun paroki. Bentuk gerakan pelayanan bisa beraneka macam; namun semuanya mengalir dari kasih  peduli dan kehendak untuk bersaksi mewartakan kabar gembira keselamatan Tuhan serta pembebasan manusia dari kemiskinan, kebodohan dan penderitaan yang membelenggu
martabat kemanusiaannya.

Beberapa hal dalam aksi nyata pelayanan tersebut perlu memperoleh perhatian agar membuahkan perdamaian: 

Pertama, keheningan yang membuahkan doa dan pertobatan (penance). Doa dan pertobatan yang mengalir dari keheningan membuat kita semakin mampu peduli, peka dan memiliki kesadaran akan apa yang harus diperbaiki dan dilakukan.

Kedua, iman dan cinta memampukan kita semakin mengasihi. Cinta sejati selalu memancar keluar membawa warta gembira keselamatan dan pembebasan. Aksi nyata pelayanan-pelayanan mengangkat martabat manusia untuk dimuliakan, sehingga banyak orang semakin bahagia.

Ketiga, gerakan pelayanan yang dilaksanakan dengan kegembiraan penuh senyuman tulus akan membebaskan dan membawa perdamaian. Ketika bertahan menunggu pasien atau saudara-saudari kita yang sakit dengan pasrah percaya kepada Tuhan, hati kita diperdamaikan dengan keadaan yang sebenarnya tidak kita inginkan. Doa, iman yang mengalir dari keheningan menjadi rahmat kekuatan luar biasa untuk terus sebatas kemampuan melayani, bisa berdamai dan bertahan dengan kenyataan atau dampak yang harus kita hadapi dengan cinta dan aksi pelayanan. Di situ kita memperoleh anugerah pengalaman mendalam akan misteri wafat dan kebangkitan Tuhan, yang mendamaikan umat manusia dalam karya keselamatan.

Penulis : Andreas Yumarma

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments