Percaya Walau Tidak Melihat

Kita, manusia, cenderung percaya setelah melihat bukti atau mengalami secara langsung. Kita merasa tidak cukup hanya mendengarkan suatu peristiwa untuk mempercayainya. Kita perlu melihat atau mengalaminya langsung. Namun, ada peristiwa atau berita yang kita langsung percayai karena orang yang membawa berita atau peristiwa tersebut adalah orang yang kita percayai atau mengalami langsung peristiwa itu. Pada Injil minggu ini (Yoh 20:19-31), Tomas adalah seorang Rasul yang tidak begitu saja percaya, walaupun telah mendengar kesaksian tentang Tuhan yang bangkit dari Para Rasul lainnya yang menjadi saksi mata langsung.

Tomas tidak percaya sebelum melihat sendiri bekas luka Tuhan Yesus. “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya” (Yoh 20:25). 

Ketidakpercayaan Tomas ini dija- wab oleh Tuhan Yesus ketika Ia menampakkan diri kembali di tengah-tengah para murid yang sedang berkumpul. Yesus berkata kepada Tomas, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan taruhlah ke lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah” (ay. 27). Kemudian, Tomas menjawab dengan penuh kepercayaan, “Ya Tuhanku dan Allahku!” (ay. 28). Lalu, Tuhan Yesus memberikan penegasan yang juga bisa menjadi suatu pegangan bagi kita semua: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (ay. 29).

Pertanyaan dari kisah ini adalah apakah Tomas keliru kalau dia percaya dengan melihat. Menurut saya, Tomas tidak sepenuhnya keliru karena memang percaya juga muncul dari penglihatan. Namun, soal percaya dan beriman, Tuhan Yesus mengajak kita untuk beriman melampaui hal yang dapat dicerna oleh akal budi dan indera kita. Kita yang tidak melihat, mengalami, dan menjadi saksi mata langsung Tuhan Yesus yang bangkit menjadi percaya karena kesaksian Para Rasul dan Kitab Suci yang diwartakan kepada kita hingga saat ini. Tentunya iman bukanlah hasil usaha kita, melainkan pertama-tama anugerah Tuhan sendiri yang telah membuka mata hati dan budi kita. Percaya tanpa melihat itulah kebahagiaan iman.

Pada hari ini, kita juga merayakan Pesta Kerahiman Ilahi. Bekas luka Tuhan Yesus adalah bukti nyata kasih dan kerahiman-Nya kepada kita. Lewat bilur-bilur-Nya itu, Ia memberikan penebusan dan keselamatan atas dosa dan maut kepada kita. Marilah kita beriman melampaui akal budi dan indera kita serta mempercayakan diri kita kepada kerahiman-Nya. Selamat hari Minggu. Selamat berakhir pekan.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Sumber: Rm. Vinsensius Rosihan Arifn, Pr.

Sumber gambar: Dokumentasi Pribadi Warta Teresa

 


Post Terkait

Comments