Perbuatlah Ini untuk Mengenang akan Daku

Saudara-saudari yang terkasih, minggu ini kita merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Tuhan kita Yesus Kristus. Dimana Hari Raya ini diwahyukan Tuhan kepada Santa Yuliana dari Kornillion. Ia seorang yatim piatu yang bersama adiknya dititipkan di biara di Month Cornillion.

Tugas mereka disana belajar, membersihkan rumah, memelihara bunga-bunga dan menjaga sapi. Santa Yuliana selalu ikut serta dalam doa, perayaan Ekaristi dan upacara-upacara lainnya. Santa Yuliana menaruh hormat yang tinggi kepada Sakramen Maha Kudus yang diterimanya setiap kali mengikuti perayaan Ekaristi.

Pada suatu hari Santa Yuliana mengalami suatu penglihatan, ia melihat bulan purnama yang aneh sekali : pinggirannya tercabik. Ia ragu akan penglihatan itu dan untuk memastikannya dia berdoa memohon agar Yesus menerangkan arti penglihatan itu. Dua tahun kemudian Yesus menampakkan diri kepadanya dan menerangkan arti perumpamaan itu.

Bulan adalah lingkaran tahun Liturgi dan cabikan pada pinggirannya menandakan belum sempurna karena belum ada hari Raya khusus untuk menghormati Sakramen Mahakudus. Yesus meminta Yuliana agar menyampaikan kepada pemimpin gereja untuk segera menempatkan hari Raya khusus untuk menghormati Sakramen Mahakudus.

Dengan takut Yuliana berkata : ”Ah Tuhan! Janganlah aku yang Kau tugaskan untuk menyampaikan hal itu, serahkan saja tugas itu kepada seorang imam yang saleh dan terpelajar. Akan tetapi Yesus menjawab : Kaulah orang yang Kuanggap layak untuk menjalankan tugas luhur ini. Justru orang lemah namun berbakti kepada-Ku layak untuk menjalankan tugas ini.”

Untuk mewujudkan apa yang diperintahkan Tuhan maka Santa Yuliana banyak mengalami penderitaan hingga hari raya itu direstui oleh pemimpin Gereja Paus Urbanus IV dan dirayakan pada hari Minggu Biasa setelah  Paskah, tepatnya sesudah Hari Raya Tritunggal Mahakudus.

Saudara-saudari yang terkasih, pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus kita mengenang pengorbanan Kristus di kayu salib. Sebelum Ia diserahkan Ia meninggalkan warisan yang sangat berharga agar setiap kita yang percaya dengan memakan daging-Nya dan minum darah-Nya akan memperoleh hidup yang kekal, dan ini dapat kita terima setiap hari dalam Perayaan Ekaristi.

Dalam Perayaan Ekaristi kita bukan hanya mengenang apa yang dulu terjadi sewaktu malam terakhir ketika Yesus makan dan minum bersama para rasul, akan tetapi hal itu masih terjadi sampai sekarang dan akan selamanya. Kita dapat melihat ketika imam mengangkat Hosti imam berkata “Inilah Tubuh-Ku” dan mengangkat piala “Inilah Darah-Ku” dengan hal itu kita menyakini bahwa Yesus benar-benar hadir dalam perayaan Ekaristi.

Waktu Yesus datang dalam kemuliaan-Nya para malaikat dan semua orang kudus menyembah-Nya. Bagaimana sikap kita ketika imam mengangkat Tubuh dan Darah Kristus, apakah kita benar-benar merasakan kehadiran Tuhan atau kita hanya sekedar ikut dalam perayaan? Jika para malaikat dan orang kudus menyembah-Nya siapalah kita ini yang kadang
bersikap tidak hormat pada Tubuh dan Darah Kristus dan sungguh banyak alasan kita tidak ikut serta dalam Perayaan Ekaristi.

Saudara-saudari yang terkasih, dengan mengenang akan Yesus yang kita sambut setiap hari menjadikan kita Tabernakel yang hidup. Kita menjadi tempat kediaman Yesus yang kita santap dalam rupa Hosti yang kudus, dengan hal itu Yesus menghendaki agar kita melanjutkan karya-Nya di dunia ini dengan mengasihi tanpa batas, membawa damai Kristus dan peka akan kebutuhan sesama.

Seperti yang Yesus lakukan dalam injil hari ini ketika melihat orang yang mengikuti-Nya mulai kelaparan dan hari sudah mulai gelap para murid menyuruh agar yesus menyuruh mereka pulang, tetapi Yesus berpendapat lain dan menyuruh para muridlah yang harus memberi mereka makan, dengan hal ini Yesus berharap agar kita hidup bukan hanya untuk diri sendiri (keegoisan) tetapi dengan semua ciptaan “ Menjadi saudara bagi semua orang dengan memancarkan Kasih Tuhan. Semoga dengan Tubuh dan Darah Kristus memberi kita kekuatan, penghiburan dan pengharapan akan keselamatan.

Penulis : Sr. Sisnawati Ginting, SFMA

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments