Peran Orang-orang Kudus bagi Umat Beriman

Setiap orang beriman dipanggil menuju kekudusan, mulai dari baptis dengan percaya kepada Tuhan meninggalkan dosa-dosa, dilanjutkan pengembangan rohani umat beriman melalui sakramen-sakramen, peribadatan, bejana kekayaan rohani berupa ajaran resmi Gereja (magisterium), tradisi doa-doa dan devosi yang ditawarkan Gereja. Perkembangan rohani semakin tinggi bertumbuh semakin besar pula godaan dan penderitaan yang harus dihadapi. Beberapa orang beriman mendapat anugerah khusus sehingga mengalami kuasa rahmat Penebusan Kristus dan menjadi kudus. Teladan iman, kesaksian dan bantuan doa-doa para kudus itulah yang kita rayakan pada tanggal 1 November di setiap tahunnya.

Para orang kudus mengalami kuasa rahmat penebusan Kristus dan berada dalam kepenuhan kesatuan kasih dan kemuliaan Bapa yang mahakudus. Oleh karena itu Gereja Katolik yang kudus dan persekutuan para kudus sebagaimana selalu kita ucapkan dalam doa “Syahadat Aku Percaya” merupakan pokok iman yang tidak terpisahkan dari misteri tubuh mistik Kristus. Dengan kepenuhan rahmat penebusan dan kesatuan kasihnya dengan Tuhan, bantuan doa-doa para kudus mengalirkan rahmat dan kekuatan bagi seluruh Gereja dan umat beriman. Oleh karena itu umat beriman dapat memohon bantuan doa-doa para kudus untuk hidup, perjuangan dan karya-karyanya. Para kudus dapat menjadi perantara rahmat Penebusan Tuhan kepada umat beriman berkat doa-doa, teladan iman, kesaksian, karya-karya dan anugerah kekudusannya.

Kitab Suci Perjanjian Baru dalam kisah Lasarus di Injil Lukas 16:19-31 dapat memberikan terang adanya kemampuan orang yang sudah meninggal berdoa bagi orang yang masih hidup di dunia. Santo Paulus juga berdoa bagi umat (bdk Rm 1:10; Ef 1:16). Dalam Perjanjian lama tokoh-tokoh juga mengambil peran mendoakan umat Israel. Musa berdoa untuk umat Israel (Kel 32:11-14), Bangsa Israel meminta Samuel untuk mendoakan mereka (1 Sam 12:19).

Persekutuan para kudus dan santo-santa di samping menjadi perantara rahmat penebusan Tuhan melalui keteladanan iman dan doa-doanya, juga dapat sebagai patron teladan menghayati dan mempraktikan iman. Pengamalan kasih dan kesaksian para kudus menjadi tuntunan arah bagaimana setiap orang beriman dengan keunikan, talenta dan anugerah ilahi masing-masing bisa terus terbuka bertumbuh menanggapi panggilan menuju kekudusan yang semakin sempurna. Umat beriman yang sedang berjuang menemukan dan menjadi saksi nilai-nilai kerajaan Allah di dunia, tetap terus melangkah menuju kekudusan dalam keteguhan iman dan kuasa rahmat penebusanTuhan berkat kesatuan dan bantuan doa-doa para kudus.

Penulis : Andreas Yumarma

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments