Peran Orang Kudus untuk Gereja

Pertanyaan yang perlu kita refleksikan adalah, apakah orang kudus berdoa untuk Gereja? Sebagai orang Katolik kita meyakini bahwa orang kudus mendoakan Gereja. Para kudus atau orang-orang kudus adalah orang-orang yang telah meninggal dunia dan sekarang berada di surga. Hal ini ditegaskan dalam Kredo/Syahadat. Kita merupakan satu kesatuan bagian dalam Komunitas Para Kudus. Persekutuan Para Kudus menunjukan kesatuan antara semua orang yang percaya kepada Yesus baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal.

Saat menghadapi sesuatu yang sulit dan berat dalam hidup ini, tentu kita sebagai manusia pernah meminta doa dari orang lain, misalnya dari anggota keluarga atau teman. Meminta doa dari orang lain tentu tidak salah, tetapi perlu diingat bahwa mereka, sebagaimana kita, hanyalah manusia biasa, yang sama-sama masih hidup di dunia dan masih terhalang oleh kodrat manusia yang senantiasa berbuat dosa.

Lantas, suatu usulan yang bagus adalah, bagaimana kalau kita meminta doa dari seseorang yang sekarang berada di surga, yaitu di tempat yang sama dengan tempat Kristus dan Bunda Maria sekarang berada. Karena mereka begitu dekat dengan Allah, maka bantuan doa-doa dari mereka memberikan lebih banyak harapan akan tersampaikannya doa-doa kita kepada Allah. Mereka adalah orang-orang benar, dan doa orang-orang benar sangatlah besar kuasanya (Yakobus 5:16).

Jadi hakekat berdoa kepada Santo/Santa adalah kita meminta mereka memohonkan/menyampaikan doa-doa kita kepada Yesus (Allah) hal semacam ini tidak bertentangan dengan 1 Timotius 2:5. Kita berdoa kepada Orang Kudus karena kita percaya "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." (Yakobus 5:16). Mereka yang sudah ada didalam surga tentu saja sudah bebas dari dosa dan mereka sudah memandang Allah dari wajah ke wajah tentu saja mereka itu orang benar maka dari itu kita meminta bantuan mereka untuk mendoakan kita kepada Yesus.

Selain sebagai orang yang bisa kita mintai doa (atau istilah yang biasa digunakan adalah perantaraan), alasan lain kita menjalin relasi dengan orang-orang kudus adalah karena jasa-jasa atau perbuatan-perbuatan inspiratif yang mereka lakukan semasa hidup yang menjadikan mereka patut dikagumi dan diteladani.

Pertama-tama kita membaca atau menonton kisah hidup orang kudus tertentu, kemudian kita terinspirasi dan muncul perasaan kagum. Dari situ kemudian, sebagai pribadi yang mau terus menyempurnakan diri (Matius 5:48), kita akan terdorong untuk meneladani perbuatan-perbuatan baiknya dan menjadikan dia sebagai panutan.

Semakin kita menyadari peran orang kudus untuk Gereja, maka seharusnya hal tersebut membawa pengaruh dalam kehidupan rohani kita. Kita mensyukuri bahwa kita menjadi anggota Tubuh Mistik Kristus, sehingga dapat menerima rahmat dari Kristus sebagai kepala Gereja.

Penulis : Br. Paulus FIC

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments