Penerimaan Sakramen Inisiasi Penuh Calon Baptis Angkatan 2022-2023

Minggu, 26 Maret 2023 pada misa pukul 16.30 terlihat suasana berbeda. Satu jam sebelum misa tampak beberapa umat dengan pakaian berwarna putih menempati kursi bagian tengah sebelah kiri depan. Hari itu merupakan hari istimewa bagi 47 orang calon baptis angkatan 2022/2023 untuk menerima Sakramen Inisiasi Penuh.

Sakramen Inisiasi Penuh yang diberikan adalah Baptis, Krisma (Penguatan) dan Ekaristi (Komuni Pertama). Para calon baptis menjalani masa persiapan secara offline yang dimulai pada tanggal 5 Juni 2022 sampai 5 Maret 2023. Hal ini dapat dilakukan karena melihat perkembangan penyebaran virus COVID-19 yang semakin menurun dan tingkat vaksinasi semakin tinggi.

Proses persiapan dan pembelajaran telah dijalani selama 50 minggu. Para calon baptis didampingi oleh Sub Seksi Katekumen dari Bidang Pewartaan. Kurikulum pembelajaran dilaksanakan dengan pembelajaran dalam kelas selama 38 pertemuan, 3 tahapan inisiasi, 5 tahapan evaluasi, 3 tahapan rekoleksi dan wawancara bersama Pastor Paroki serta 1 kali kunjungan ke Gereja dan Museum Katedral.

Pembelajaran dan pendampingan setiap minggunya dilakukan oleh 11 orang pembimbing secara bergantian sesuai jadwal. Semakin hari perkembangan iman para calon baptis semakin baik. Hal ini dapat dirasakan dalam diskusi di kelas dan beberapa tahapan yang sudah dilalui bersama para pembimbing dan Romo. Pada kesempatan ini Romo Camellus Delelis Da Cunha, Pr mempertimbangkan untuk memberikan inisiasi penuh kepada para calon baptis. Permohonan disampaikan kepada Bapa Uskup Ignatius Kardinal Suharyo. Syukur kepada Allah, beliau menyetujuinya dan berkenan mendelegasikan tugas  pemberian minyak Krisma kepada para calon baptis melalui Romo Camellus Delelis Da Cunha Pr bersamaan dengan pembaptisan.

Pada hari pelaksanaan baptisan, para calon baptis dan wali baptis duduk di bagian depan sisi tengah kiri dan kanan. Mengikuti dengan seksama, khidmat dan hati berdebar menanti prosesi yang akan dilaksanakan setelah homili. Romo Camel dalam homili menjelaskan tentang bacaan Injil atas kasih Yesus yang membangunkan Lazarus dari kematiannya. Kematian Lazarus menunjukkan betapa besar Kasih dan Kuasa Tuhan menyertai umatnya. Hal ini dapat direfleksikan juga bagi para calon baptis bahwa hari ini merupakan kebangkitan iman yang harus terus dijaga nyalanya sehingga siap untuk diutus dan berkarya dengan penuh kasih dan sukacita dalam hidup sehari-hari.

Setelah homili selesai, persiapan upacara pembaptisan dilaksanakan dengan Litani para Kudus dan janji baptis. Lalu upacara pembaptisan dilakukan dimana para calon baptis dibaptis dengan air, lalu mendapatkan kain putih serta lilin bernyala. Setelah pembaptisan, Ibu Florentina Dwi Utaminingtyas selaku Dewan Paroki Harian Pendamping Bidang Pewartaan maju ke depan Altar mengajukan kepada Romo untuk pemberian Sakramen Krisma dan pemberkatan para wali krisma (Bapak Benediktus Yudi Setiawan menjadi wali krisma para calon baptis pria dan Ibu Maria Lie Christine menjadi wali krisma para katekumen Wanita). Nama Krisma para baptis wanita yaitu Santa Teresa dari Kalkuta serta nama Krisma para baptis pria yaitu Santo Fransiskus Asisi. Spiritualitas Santa dan Santo ini kiranya menjadikan para baptis semakin menjiwainya dan menerapkan  dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah itu Romo memberikan berkat pencurahan Roh Kudus kepada para calon baptis yang juga menjadi calon krisma saat itu. Dilanjutkan dengan proses pemberian minyak Krisma yang dilakukan satu persatu dengan maju ke depan. Upacara pemberian minyak Krisma berjalan dengan tertib dan lancar. Saat menerima komuni kudus, mereka menerima tubuh dan darah Kristus (2 rupa) dalam bentuk hosti dan anggur.

Pengembangan iman para baptisan yang sudah menerima Sakramen Inisiasi Penuh ini menjadi tanggung jawab bersama baik mereka sendiri, para pembimbing, para wali baptis dan wali krisma serta para pengurus lingkungan. Perutusan melalui Sakramen Inisiasi Penuh merupakan awal kebangkitan iman yang harus diisi dengan kabar baik melalui Sabda Allah dalam kitab Suci dan karya kasih dalam kehidupan sehari-hari serta Ekaristi yang harus diikuti minimal setiap minggu. Hal ini juga dilakukan dalam hidup menggereja bersama keluarga, pelayanan dalam komunitas gereja dan masyarakat serta dalam pekerjaan sehari-hari.

Mari kita doakan dan dukung para baptisan baru yang sudah menerima Sakramen Inisiasi Penuh ini supaya nyala iman mereka terus terjaga untuk semakin berbuah bersama-sama dengan Kristus dalam karya dan pelayanan setiap hari.

Liputan : Benediktus Yudi Setiawan

Foto : Tim KomSos PCGIT


Post Terkait

Comments