Pendalaman Kitab Suci Lingkungan Laurentius

Bulan September merupakan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Pada BKSN tahun ini Gereja mengajak kita untuk merenungkan makna “Yesus Sahabat Seperjalanan Kita.” Renungan dibagi menjadi empat sub topik, yang akan disampaikan kepada umat lingkungan selama empat minggu berturut-turut.

Lingkungan St. Laurentius berperan aktif dalam menanggapi ajakan Gereja itu dengan menyelenggarakan Pendalaman Kitab Suci di lingkungan secara online. Pertemuan pertama dipimpin oleh Bapak Moris Hutauruk (Prodiakon dari Lingkungan St. Laurentius) pada hari Sabtu, 11 September 2021 dengan sub-tema “Yesus Sahabat Bagi Mereka Yang Putus Asa”.

Pada pertemuan pertama ini, kita diajak untuk mendalami dan merenungkan Injil Matius 14:22-23. Pada saat para murid kelelahan dan putus asa karena tidak sanggup melawan amukan angin sakal di danau, Yesus datang dan hadir untuk memberi pertolongan dan meneguhkan iman para murid. Kehadiran Yesus tidak hanya menghentikan angin sakal tetapi juga memberi ketenangan hati. Perikop ini memberi penegasan jika kita percaya, Tuhan akan senantiasa hadir dan menolong kita dalam semua kesulitan dan penderitaan, serta memberikan kedamaian dalam hati.

Pertemuan kedua, pada 18 September 2021 dipimpin oleh Bapak Harsono, selaku wakil Ketua Lingkungan St. Laurentius dengan sub-tema “Yesus Sahabat Bagi Mereka Yang Kehilangan.” Umat diajak untuk merenungkan Injil Yohanes 11:1- 44 yang menceritakan kisah Lazarus yang dibangkitkan oleh Yesus. Disini ada mujizat yang luar biasa, dimana ada orang mati yang dihidupkan. Yesus ditampilkan sebagai sahabat yang mau bersimpati dengan penderitaan mereka yang kehilangan orang tercinta.

Pertemuan ketiga pada hari Minggu, 26 September 2021, dengan sub-tema “Yesus, Sahabat Bagi Mereka Yang Menderita” diambil dari Injil Lukas 10: 25-31. Ibu Yohana Ima Mukanasari (Prodiakon dari Lingkungan St. Laurentius) mengajak umat Lingkungan untuk memahami ungkapan “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Orang Samaria dalam perumpamaan adalah model sahabat bagi semua orang tanpa memperhatikan batasan suku bangsa dan kelas sosial. Selain itu ia juga menjadi model sahabat yang mau mengorbankan diri dan memberikan apa yang dimiliki untuk keselamatan orang yang menderita. Sikap itu mencerminkan sikap Yesus kepada kita di saat kita sedang mengalami penderitaan.

Melalui pendalaman kitab suci ini, umat Lingkungan St. Laurentius diharapkan dapat semakin
mencintai Kitab Suci dan memahami Sabda Tuhan. Amin.

Liputan dan Foto : Maria Magdalena Inawati


Post Terkait

Comments