Pemuda Bangkit - Bersinergi dalam Kopdar Pemuda Milenial

Dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa menyelenggarakan sebuah acara bertajuk Kopdar Pemuda Milenial: Pemuda Bangkit, bertempat di Gereja Paroki Ibu Teresa Cikarang pada Sabtu, 22 Mei 2021. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari GP Ansor Kabupaten Bekasi, Pesantren Motivasi Indonesia, Pemuda Ahmadiyah, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Pemuda Katolik Komda Jabar, dan Perhimpunan Pemuda Hindu.

Acara berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat. Sejak awal peserta tiba di lokasi, dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, peserta harus mencuci tangan, mengenakan masker, dan diberikan hand sanitizer untuk tiap-tiap peserta.

“Menghadirkan suasana yang berbeda” demikianlah konsep yang diusung acara ini, sehingga diharapkan peserta tidak hanya menerima pesan satu arah mengenai semangat yang diusung
acara ini, namun juga juga terlibat langung dalam dinamika kelompok. Ice Breaking dan Outbound Activity sebagai bagian dari acara ini, mengajak tiap peserta untuk memahami makna-makna hidup dalam keberagaman. Ajakan untuk saling bekerja sama, menghormati, dan menghargai dikemas dengan menyenangkan lewat sarana permainan-permainan yang menarik. Tiap permainan juga telah dikondisikan agar peserta tetap mematuhi protokol kesehatan. Peralatan dan sarana yang digunakan telah dipastikan tersanitasi dengan baik, serta meminimalisir kontak fisik dalam jarak dekat antara satu peserta dengan peserta yang lain.

Berbagai permainan menarik yang sarat makna telah dipersiapkan seperti Emphaty Ball yang mengajak peserta untuk saling berempati, Bawa Bom yang menyiratkan mengenai makna persatuan, Puzzle Besar yang mengingatkan kembali pentingnya menyatukan perbedaan, Step by Step yang menjunjung makna kerjasama, Tulis Kelompok di punggung yang membawa pesan
tentang pentingnya komunikasi, serta Pindah Bola yang mengajak peserta memahami pentingnya kerendahan hati. Antusiasme peserta sangat tinggi, jelas terlihat dari raut bahagia dan semangat peserta dalam mengikuti dan menyelesaikan setiap games sesuai dengan komando dari fasilitator, serta berproses bersama dalam kelompok.

Tidak berhenti sampai di situ, setelah beristirahat sejenak untuk makan dan beribadah, peserta diajak untuk berdiskusi kembali dalam kelompok dengan bimbingan fasilitator mengenai makna apa yang dapat mereka gali dalam mencapai tujuan acara ini, yakni mengkampayekan toleransi dalam keberagaman yang ada. Setelah tiap-tiap peserta saling membagikan pendapatnya mengenai cara-cara yang dapat diambil dalam mengkampanyekan toleransi, peserta diajak untuk bermain permainan kembali. Permainan ini merupakan permainan puzzle, namun kali ini lebih istimewa karena dalam permainan ini dibutuhkan kerjasama antara seluruh peserta, tidak hanya dalam kelompok seperti sebelumnya. Permainan yang memvisualisasikan bagaimana kebersamaan dan toleransi akan menyatukan
kita, bangsa Indonesia dalam harmoni.

Acara ini juga menghadirkan talkshow singkat yang dibawakan oleh Romo Bondika sebagai perwakilan dari Paroki Cikarang dan Sdri. Adinda Islamiyah dari Pesantren Motivasi Indonesia. Talkshow ini dipandu oleh Sdr. Rocky dan Sdri. Etheldreda selaku pembawa acara. Hal yang dapat dikutip dari talkshow interaktif ini adalah bahwa: perbedaan merupakan hal yang sudah sedari lama hadir dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kita, bangsa Indonesia. Kita, sebagai pemuda penerus bangsa memiliki kebebasan untuk memilih, apakah kita akan menjadi driver yang akan menjadi penentu arah, yang akan membawa kendaraan kita ke tujuan utama kita ataukah cukup menjadi passenger yang akan mengikuti saja keputusan yang
dibuat oleh orang lain. Misi toleransi dalam keberagaman hendaknya dimulai dari sekarang juga, dan dimulai dari diri sendiri.

Pemuda Milenial identik dengan penggunaan sarana telekomunikasi yang terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Kemajuan sarana telekomunikasi ini berbanding lurus dengan arus informasi yang dapat masuk dengan sangat mudah. Informasi yang masuk, tidaklah semua benar. Hoax dan informasi tidak benar yang dapat memicu perselisihan juga bukan hal sulit untuk diakses, untuk itulah pemuda diajak untuk bersikap bijaksana dalam menerima, menyaring, menyikapi, dan membagikan informasi. Para peserta juga diajak menyadari pentingnya mencari tahu kebenaran dari informasi yang diperolehnya, tidak langsung serta merta membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya. Salah satu langkah yang bisa ditempuh adalah dengan bertanya terlebih dahulu ataupun berkonsultasi pada ahli-ahli di bidangnya.

Bahwasannya setiap agama mengajarkan kebaikan. Kita bisa saja berasal dari latar belakang agama yang berbeda, namun dengan sikap saling toleransi, saling menghargai, saling menghormati, kita dapat melihat indahnya kebersamaan dalam perbedaan itu. Sebuah intisari singkat dari Ustad Ardiyansyah dari Pesantren Motivasi Indonesia, yang semakin meneguhkan seluruh rangkaian acara ini.

Bhinneka Tunggal Ika, Bangkitlah Pemudaku!

Liputan dan foto : OMK Paroki Cikarang


Post Terkait

Comments