Pembaptisan Menjadikanku Anak Allah

Saudari-saudara yang dikasihi oleh Tuhan Minggu ini kita memperingati Pesta Pembaptisan Tuhan yang akan menjadi akhir masa Natal dan mengawali masa biasa. Dalam perikop injil pada hari ini kita dapat melihat sosok Yohanes Pembaptis yang berperan besar dalam pembapisan. Ketika orang banyak sedang menanti dan berharap akan kedatangan Mesias dan bertanya dalam hati kalau-kalau ia adalah Mesias, Yohanes berkata dengan jujur dan tidak ingin menimbulkan kesalahpahaman bahwa dia bukan Mesias yang dinantikan, dia membaptis dengan air, namun Ia yang lebih berkuasa akan membaptis dengan Roh Kudus dan api. Ada 4 alasan Yesus dibaptis oleh Yohanes :
1. Agar Kristus dapat menguduskan baptisan. Dengan Baptisan, Kristus menguduskan air sebagai materibaptisan.
2. Untuk menyatakan diri-Nya.
3. Untuk menguduskan umat Allah.
4. Menunjukkan pertobatan.
Dengan dibaptis, Tuhan Yesus menunjukkan solidaritasnya dengan kita manusia. Ia menunjukkan kerelaan hati-Nya untuk menjadi sama dengan kita dalam segala sesuatu, kecuali
dalam hal dosa.

Seorang pemuda yang telah mengenal Kristus selama tiga tahun ingin dibaptis. Ia tinggal bersama pamannya yang membenci kekristenan. Setiap malam ia membaca Alkitab  secara diam-diam. Suatu saat, rencana baptisan itu diketahui pamannya. Sang paman sangat marah. Saat si pemuda masih tidur, pamannya mendidihkan sepanci air, menyiramkannya ke tubuh pemuda itu, lalu mengusirnya. Namun pagi harinya dengan pinggang dan tangan melepuh, pemuda itu tetap pergi ke gereja. Dengan tubuh penuh luka dan sakit, ia berlutut di depan altar untuk menerima baptisan. "Kini saya menjadi milik Yesus!".

Saudara-saudari yang terkasih dengan baptisan menjadikan kita sebagai  anak-anak Allah, dan sekali anak akan selamanya menjadi anak tidak peduli sejahat apapun seorang anak dia tetaplah anak. Demikianlah kita dihadapan Allah. Identitas kita jelas dengan pembaptisan yang kita terima yaitu menjadikan kita sebagai anak Allah dan menyucikan kita (menghapus dosa asal). Tidak ada orang tua yang menelantarkan seorang anak karena bandelnya atau selalu menghukum setiap melakukan kesalahan namun akan selalu mendampingi, membimbing dan menasihatinya agar tidak melakukan yang jahat lagi dan memberi contoh untuk melakukan yang baik. Demikian juga Yesus sebagai Anak Allah yang dikasihi hanya melakukan kehendak Bapa di dunia ini. Kita sebagai anak Allah juga diharapkan hal yang sama yaitu melakukan kehendak Bapa dengan menjaga iman dan kepercayaan kepada-Nya. Untuk melakukan hal itu tidaklah mudah tantangan akan selalu ada baik dari segi kesehatan, ekonomi ataupun masalah keluarga, namun sebagai anak Allah kita percaya bahwa Bapa tidak akan pernah memberi ular ketika minta ikan, atau kalajengking ketika minta telur. Bapa
tahu apa yang kita perlukan dan memberikan yang terbaik ketika kita memintanya dan percaya.

Saudari-saudara yang terkasih berkat Sakramen Baptis kita dikuduskan, dimurnikan dan dipanggil untuk mewartakan keselamatan kepada semua orang. Hari ini kita diundang untuk
merenungkan kembali makna pembaptisan. Mari kita mengevaluasi diri dan memperbaharui relasi dengan Allah. Dengan meneladani kerendahan hati dan ketaatan Yesus agar kita semakin menyerupai Dia dan hidup dalam persatuan dengan Allah. Dengan demikian semoga kita menjadi anak-anak-Nya yang berkenan di hadapan-Nya. Baptisan adalah langkah awal untuk hidup berpusatkan pada Yesus dan bagaimana pun kita percayalah kita sangat berharga dimata Tuhan karena kita anak yang dikasihi-Nya dan ingat Tuhan tidak ingin seorang pun yang hilang diantara kita.

Penulis : Sr. Sisnawati Ginting, SFMA

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments