“Pak.. apakah minggu depan bisa membawakan ibadat ulang tahun lingkungan.?“ atau “Bu... ini ada umat di lingkungan kita yang barusan dipanggil Tuhan, apa saja yang harus kita siapkan untuk acara pemakamannya?” Itu beberapa contoh permintaan dari umat di lingkungan yang sering ditujukan kepada para prodiakon/nes dan masih banyak contoh yang lain. Hal-hal semacam inilah yang terkadang membuat prodiakon/nes kelabakan untuk mempersiapkan materi ibadatnya karena harus mencari materi ibadat tersebut di buku-buku ibadat yang mereka punya atau bahkan kadang-kadang menanyakan ke rekan prodiakon yang lain. Belum lagi dari pihak umat di lingkungan yang juga masih kebingungan harus menyiapkan perlengkapan apa yang diperlukan agar ibadat tersebut bisa berjalan lancar.
Dari kondisi yang ada inilah membuat para pengurus Paguyuban Prodiakan yang pada waktu itu baru terpilih yaitu Bapak Marcelinus dan ibu Herlina menawarkan wacana/ide agar dibuatkan suatu buku panduan ibadat yang berisikan beberapa ibadat yang diperlukan dan juga adanya checklist perlengkapan ibadat yang dibutuhkan agar para prodiakon dan umat di lingkugan lebih maksimal dalam melayani umatnya.
Akhirnya wacana tersebut direalisasikan dengan membentuk kepanitiaan yang diketuai oleh bapak Frans Naing golan dan dibantu oleh beberapa prodiakon/ nes agar wacana mempunyai buku tersebut bisa terwujud. Dalam proses pembuatan buku ini juga melibatkan Bapak Ateng dari Dewan Paroki Pendamping Bidang Peribadatan dan juga Sie Liturgi yang diwakili Mas Robert, Bapak Susandy dan Ibu Dianita untuk mempersiapkan lagu-lagunya.
Setelah proses pembuatan buku yang cukup panjang karena setelah dari tim penulis kemudian naskah-naskah tersebut masuk ke tim checker 1 (pengurus prodiakon dan para prodiakon senior) untuk mengecek struktur isinya apakah sesuai dengan kerangka yang telah ditetapkan dan juga kata-katanya apa ada yang perlu ditambah atau diganti. Dari team checker 1, naskah-naskah tersebut diserahkan ke team checker 2 (DPH dan sie Liturgi) untuk dicek lagi dan ditambahkan lagu-lagu yang sesuai dengan ibadat tersebut.
Akhirnya setelah selesai dari team checker 2, naskah-naskah tersebut dimintakan persetujuan kepada Romo Aan sebagai Romo Kepala Paroki dan Romo Camel sebagai Romo Pendamping Prodiakon.
Setelah diteliti dan diperbaiki oleh Frater Mario yang membantu Romo untuk mengecek naskah tersebut akhirnya buku itupun dicetak di percetakan Gramedia. Adapun buku itu terdiri dari : 11 Ibadat Syukur, 12 Ibadat Duka, 4 Ibadat Umum, Doa-doa Novena dan Rosario beserta kumpulan lagu-lagu.
Puji kepada Tuhan Yesus, tepatnya di hari Minggu tanggal 3 Desember 2023 di acara Temu Akbar Liturgi di sekolah Pangudi Luhur, Buku Ibadat Lingkungan PCGIT ini diluncurkan oleh Romo Camel dan dibagikan ke 64 lingkungan dimana setiap lingkungan mendapatkan 30 buku. Diharapkan dengan adanya buku ini dapat menjadi buku panduan yang membantu berbagai macam tugas pelayanan para prodiakon, pemimpin ibadat dan pengurus lingkungan dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada umat di Paroki yang kita cintai ini.
Akhir kata, tiada gading yang tak retak. Buku ini masih jauh dari sempurna selain tidak semua ibadat yang bisa diakomodasi di dalam satu buku, begitu juga dengan lagu-lagunya yang masih terbatas. Namun paroki kita bisa berbangga bahwa gerejanya belum berdiri tapi kita sudah mempunyai kumpulan buku ibadat sendiri. Akhir kata, kami dari Panitia pembuatan buku ini mengucapkan banyak terima kasih kepada para pihak yang telah membantu terwujudnya buku ini.
Liputan dan Foto : Frans Sahala