Pengalaman bertahan hidup (survive) dan usaha melawan penyebaran penyakit COVID-19 membawa kesadaran akan pentingnya kesehatan dan panggilan tugas untuk merawat tubuh manusia. Tubuh manusia dan kesehatan memiliki nilai yang sangat tinggi. Manusia secara utuh dalam terang Kitab Suci (Bdk. Kejadian 1:26) memiliki martabat sebagai citra atau gambar dan rupa Allah.
Kitab Hukum Kanonik tidak banyak membicarakan atau mengatur tugas merawat tubuh manusia, karena Kitab Hukum Kanonik lebih merupakan pedoman ketertiban masyarakat Gerejawi dengan peraturan-peraturan hak, kewajiban dan tempatnya dalam Gereja untuk menjaga iman dan moral warga Gerejawi. Sumber-sumber utama hukum kanonik lebih banyak membicarakan landasan dan inspirasi mengenai tugas merawat tubuh manusia daripada Kitab hukum kanonik itu sendiri. Sumber-sumber utama Kitab Hukum Kanonik yang dimaksud adalah Kitab Suci, ajaran-ajaran resmi Gereja dan ajaran para Bapa Gereja yang menjunjung tinggi martabat tubuh manusia.
Kitab Suci sebagai sumber utama dari hukum kanonik mengisahkan banyak peristiwa penyembuhan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Yesus menyembuhkan mertua Petrus dan yang lainnya (Bdk. Markus 1: 29-34). Yesus menyembuhkan seorang penyakit kusta (Bdk.Markus 1:40-45). Yesus menyembuhkan orang lumpuh (Bdk. Markus 2:1-12). Bahkan Ketika hari Sabat, Yesus pun juga menyembuhkan orang yang sakit (Bdk. Markus 3:1-6).
Sabda dan karya Penyembuhan oleh Tuhan Yesus memperlihatkan penghargaan yang tinggi terhadap kesehatan dan tugas merawat tubuh. Peristiwa disembuhkan dan diselamatkan ituterjadi oleh karena iman kepadaNya.
Martabat manusia yang diciptakan sebagai Citra Allah menempatkan manusia seutuhnya pada kedudukan yang sangat mulia. Teladan Yesus melalui Sabda dan Karya-Nya menjadi inspirasi dasar tugas merawat tubuh, pelayanan kesehatan dan usaha-usaha penyembuhan. Dokumen Gereja Ensiklik Humane Vitae yang ditulis oleh Paus Paulus VI yang diumumkan pada tahun 1968 secara jelas memberikan pedoman kehidupan manusia berhadapan denganaborsi dan penggunaan kontrasepsi serta masalah mengenai kehidupan manusia, Santo Thomas Aquinas dalam terang iman katolik mempertajam pandangan Aristoteles mengenai bentuk dan materi sebagai kesatuan, dengan menjunjung tinggi kesatuan jiwa dan raga. Kutipan bahasa latin mengatakan “Men sana in corpore sano” yaitu di dalam pikiran yang sehat terdapat tubuh yang sehat atau sebaliknya dalam tubuh yang sehat, terdapat pikiran yang sehat atau kuat.
Oleh karena itu panggilan tugas yang tidak pernah berhenti adalah melaksanakan pelayanan kasih, tekun merawat tubuh dan menjaga kesehatan, serta teguh di dalam iman dan terus mempercayakan segala sesuatunya dalam bimbingan, perlindungan dan kuasa Tuhan. Aktif ikut serta disiplin selalu memakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan menghindari kerumunan adalah bentuk nyata kita umat beriman melaksanakan iman dan tugas mulia merawat tubuh dan kesehatan demi keselamatan diri, keluarga dan sanak saudara kita.
Penulis : Andreas Yumarma
Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa