O ... Betapa Baiknya

Syaloom ...

Masih ingat nama Bonamuda? Yup benar ... Bonamuda adalah komunitas para muda, umat lingkungan Santo Bonaventura, yang dibentuk dalam masa puncak pandemi tahun 2021 lalu. Berangkat dari keprihatinan akan sulitnya untuk berinteraksi secara "normal", serta kesadaran tentang perlunya mempertahankan semangat menggereja, khususnya di lingkungan St. Bonaventura, Bonamuda kini telah menjelma menjadi wadah kaderisasi dan pengembangan potensi umat lingkungan St. Bonaventura. Dan saat ini kami sangat bersyukur, karena para kader muda tersebut bahkan sudah berani mengemban kepercayaan sebagai pengurus lingkungan yang baru. Syukur kepada Allah!

Bertepatan dengan perayaan nama pelindung lingkungan Santo Bonaventura yang jatuh pada tanggal 15 Juli 2022 lalu, para pengurus baru yang diketuai oleh Pak Stanny dan Bu Anna telah menginisiasi pertemuan secara tatap muka untuk pertama kalinya setelah pandemi melandai. Dan inilah cerita keseruan yang terjadi.

Misa lingkungan yang semula direncanakan dimulai pukul 19.30 telah dimajukan setengah jam atas permintaan Romo, dan umat diminta hadir 15 menit sebelum misa dimulai, padahal di hari Jumat itu banyak umat yang biasanya masih bekerja dan baru pulang saat petang, bahkan malam. Namun apa yang terjadi? Di luar perkiraan, ternyata baru saja jarum jam lepas dari angka yang menunjuk pukul 18.30, umat sudah mulai berdatangan, bahkan Romo Antara yang akan mempersembahkan misa juga sudah tampak hadir. Tak pelak saat misa akan dimulai, rumah keluarga ketua lingkungan ini sudah dipenuhi umat yang hadir dengan antusias.  Maklumlah, setelah dua setengah tahun, baru kali ini kami saling berjumpa kembali secara fisik. Total umat yang hadir lebih kurang 70-an umat, mulai dari opa dan oma hingga adik-adik yang masih balita, dari umat  terlama hingga yang baru bergabung.

Dalam homilinya, Romo Antara berpesan agar sesuai teladan St. Bonaventura sebagai pelindung lingkungan, hendaknya umat di lingkungan kami senantiasa mencari dan mengutamakan apa yang dikehendaki Allah. Bonaventura adalah nama yang diambil dari ungkapan Santo Fransiskus kepada seorang anak yang lahir pada tahun 1221 di Bagnorea. Arti dari ungkapan itu kira-kira adalah "O ... betapa baiknya!".

Romo juga memberi kesempatan kepada salah satu umat senior, Pak Nugroho, untuk menyampaikan refleksi yang dihayati umat lingkungan yang telah sepakat memilih nama Santo Bonaventura sebagai pelindung lingkungan ketika mekar dari lingkungan Santo Aloysius Gonzaga pada akhir tahun 2015.

Demikianlah misa berlangsung dengan khidmat meskipun di tengah suasana hujan rintik. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang meriah dan unik. Ya, karena sekalipun umat yang hadir banyak dan penuh antusiasme, namun semua tetap wajib menggunakan masker sesuai anjuran pemerintah. Kemudian tiba saatnya hidangan snack yang "dari semua untuk semua" itu dinikmati bersama, unik karena hanya boleh sesaat saja membuka masker untuk menyantapnya. Sementara jajanan yang ada begitu berlimpah, sehingga bahkan saat masih di tengah acara ramah tamah dan suasana hujan pun, tuan rumah yang adalah ketua lingkungan sendiri, menyempatkan diri untuk membagi-bagikannya kepada warga sekitar, dengan harapan dapat berbagi sukacita dan rasa syukur dengan mereka juga.

Keseruan selanjutnya adalah acara quiz berhadiah: Cepat Tepat Digital! Pertanyaannya seputar sejarah paroki, kegemaran Romo, riwayat Santo pelindung lingkungan, dan sebagainya. Pemenangnya ternyata satu orang remaja, satu OMK, dan satu keluarga muda. Luar biasa! Mereka masih muda, namun rupanya sangat memperhatikan hal-hal terkait gereja yang dijadikan bahan pertanyaan quiz tersebut.

Sebuah kejutan pun terjadi dan menjadi puncak acara ramah tamah ini, menjadikan suasana hangat meskipun di tengah malam yang dihiasi hujan, yaitu Romo Aan dan sekretaris DPH, Pak Bimo secara spontan menghibur semua yang hadir dengan berkaraoke gembira. Sedemikian menghibur sehingga beberapa umat turut berdiri untuk berjoget ria bersama.

Sebelum saling berpamitan, Pak Haryanto yang adalah umat paling senior di lingkungan kami sempat  mengingatkan, bahwa masa kecil Santo Bonaventura dulu dipersembahkan oleh orangtuanya dalam kondisi sakit-sakitan, namun beliau dapat tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa di kemudian hari berkat semangatnya dalam memuliakan Allah.

Akhirnya beliau menjadi uskup dan juga pujangga gereja. Semoga kita semua mampu meneladan keutamaan-keutamaan Santo Bonaventura yang sangat kita hormati: cinta yang menyala-nyala kepada Allah, kesungguhan dalam berkarya, dan tentu saja selalu menjaga kerendahan hati. Segala kemuliaan hanya bagi Allah Yang Maha Tinggi.

Ad Maiorem Dei Gloriam. Amin.

Liputan dan Foto : Johannes Wahyudi


Post Terkait

Comments