Masa pandemi COVID-19 ini mungkin untuk sebagian besar masyarakat dirasa sangat memberatkan. Karena kita harus #dirumahsaja dan banyak sekali kegiatan yang harus kita lakukan secara daring (online). Mulai dari belajar, kuliah, bekerja atau usaha. Malah cukup banyak masyarakat yang terganggu secara ekonomi karena adanya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan lain-lain. Walaupun di sisi lain, keadaan seperti ini mungkin dapat menyambung kembali tali komunikasi antar anggota keluarga, bahkan dengan teman yang sudah lama tidak berkomunikasi.
Kita berharap masa pandemi ini segera berakhir, sehingga kita dapat melakukan kegiatan secara normal lagi. Ada baiknya kalau kita juga mencoba bertanya pada beberapa umat Paroki Cikarang tentang perasaan mereka di masa pandemi ini.
Yuk kita baca bersama.
Ibu Sara Rustiani - Lingkungan Ratu Rosari
Yang pasti was-was, karena memikirkan keluarga dan anak-anak supaya tidak sakit. Semua prosedur yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan kita ikuti. Untuk kegiatan keagamaan, biasanya kita pergi ke gereja, sekarang dilakukan dari rumah. Positifnya memang jadi lebih rajin mengikuti misa. Kalau dulu ke gereja suka bolong-bolong. Kemudian jadi berkumpul dalam satu ibadah dengan keluarga.
Semoga dalam tiga bulan ke depan akan lebih baik, kita bisa melakukan aktivitas dengan normal lagi seperti sediakala dan semuanya tidak ada lagi yang harus dikhawatirkan. Yang paling terpikirkan adalah yang biasa antar jemput anak, kemudian pak Satpam yang jaga di cluster, kita saja susah apalagi mereka.
Agnes Clara Novena Dalo (Kelas 4 SD) - Lingkungan Fransiskus Xaverius
Perasaan aku sih sedih.. karena aku ngga bisa bebas. Harus pakai masker, bawa hand sanitizer kemana-mana, pergi juga pakai aturan. Sekolah juga diliburin, jadinya belajar pakai online. Kangen juga sama teman-teman sama guru.
Harapan aku sih supaya wabah ini cepat selesai dan aku dan teman-temanku bisa bersekolah lagi. Aku dan keluargaku bisa misa lagi di gereja. Terus bisa jalan-jalan lagi dengan tenang. Pernah sih kepikiran sama Mbak yang sering bantu-bantu di rumah, suaminya kena PHK gara-gara wabah ini padahal mereka itu masih punya 2 anak kecil.
Yang beda banget itu kita yang biasanya misa di gereja malah live streaming. Setiap minggu di lingkungan yang biasanya ada Bina Iman di lingkungan ditiadakan, KomPer juga ditiadakan dan diliburkan.
Zefanya Putri - Lingkungan St. Yakobus
Yang dirasakan lama-lama bosen, semua orang juga pasti merasakan itu. Tapi itu kan kebijakan pemerintah yang harus ditaati. Karena aku homeschooling, maka semua dilakukan secara online, jadi cepat beradaptasi. Kalau aktifitas di rumah, berusaha untuk produktif. Seperti masak-masak makanan sehat atau mencoba resep yang belum pernah dicoba.
Semoga pandemi ini cepat terselesaikan walaupun mungkin masih ada masa pemulihannya. Dan aktifitas bisa pelan-pelan berjalan normal lagi. Masih rutin Misa setiap hari Minggu, kangen dengan keadaan misa di gereja yang bisa bertemu banyak umat dan bisa komuni. Warga di perumahan sekitar sudah buat makanan untuk para Ojek online. Mengumpulkan dana untuk bagi sembako untuk ART, Satpam dan lain-lain.
Untuk yang perekonomiannya dibawah, sekarang pasti kesulitan karena masa ini menimbulkan dampak besar untuk ekonomi. Masa ini menjadi tantangan bagi kita untuk saling peduli untuk yang berkesusahan.
Aloysius Eko W. - Lingkungan St. Valentinus
Selama keadaan pandemis ini bagaimana perasaannya dan bagaimana mengatasi limitasi atau batasan-batasan baik di rumah, di jalan dan di tempat kerja.
Terkait keadaan pandemi ini tentunya ada rasa was-was, rasa takut, rasa cemas, sedih juga. Apalagi ada teman-teman kita yang sudah meninggal karena virus ini.
Kita harus mengikuti peraturan yang berlaku, baik saat kita berangkat kerja, maupun di tempat kerja. Tetap harus pakai masker, jaga jarak, tetap harus cuci tangan. Dari sisi positifnya ada beberapa hal, yang pertama kita jadi belajar untuk hidup sehat. Sehingga nanti bisa kita terapkan setelah pandemi ini berlalu. Kemudian juga hemat, kita di rumah terus, mungkin biasanya nonton seminggu sekali, sekarang kita bisa di rumah terus, nonton TV saja.
Yang ketiga, kita juga semakin akrab dengan keluarga karena kumpul semua di rumah, ibadah bareng, doa bareng, berkegiatan bareng. Jadi mustinya kita ambil sisi positifnya aja. Sehingga kita tidak cemas, tapi berusaha menjalaninya dengan gembira. Karena hati yang gembira adalah obat. Semangat hidup sehat, sehat buat kita dan buat sesama.
Untuk kegiatan keagamaan sekarang harus streaming, tapi tetap suasananya berbeda. Tetap kita jalani. Kegiatan-kegiatan lain tentunya terhambat, tapi kita selalu say hello by WA. Semoga bisa selesai dengan cepat. Kebetulan saya masih bisa bekerja karena perusahaan masih bisa diijinkan untuk buka, coba bayangkan yang sudah tidak bisa bekerja karena perusahaannya tutup atau karena tidak punya penghasilan. Mudah-mudahan kondisi ini cepat berangsur pulih, PSBB juga bisa segera dicabut sehingga kita bisa beraktifitas normal.
Liputan & Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa