Natal Milik Kita Bersama

Saudara-saudari yang terkasih, pada hari Minggu advent ke-4 ini kita diajak kembali untuk mendengar apa yang menjadi kehendak Tuhan yang harus kita lakukan dalam hidup kita dengan tema Natal milik kita bersama. Dimana dalam bacaan injil “Yusuf melakukan seperti yang dikatakan oleh malaikat kepadanya”.

Kisah kelahiran Yesus yang digambarkan oleh penginjil Lukas diawali dengan perdebatan batin Yusuf mengenai kehamilan Maria yang pada saat itu merupakan tunangannya. Sebagai manusia ada alh wajar jika Yusuf merasa dikhianati dan kecewa setelah mengetahui situasi dan keadaan Maria.

Namun yang menarik Yusuf tidak bertahan dalam perasaan kecewa yang dialami, ia mau membuka diri akan pernyataan diri malaikat. Ia bebas dari perasaan kecewa dan mulai melihat makna dari pengalamannya. Ia mau membuka diri menerima Maria. Yusuf menerima Yesus dalam hidupnya, menjadi bagian dirinya dengan menerima Maria. Bagaimana dengan kita? Jika Yusuf bersedia menerima Yesus menjadi bagian hidupnya, apakah kita sudah siap menerima Yesus lahir di hidup kita masing-masing?

Tidak terasa Natal sudah semakin dekat. Pernak-pernik natal sudah mulai dikeluarkan dari perbendaharaan masing-masing. Persiapan semakin mantap. Gemerlap pernak-pernik natal mulai menghiasi rumah, toko maupun jalan-jalan kota. Orang sibuk mempersiapkan pohon natal, kendang natal, lampu-lampu natal dan lain sebagainya. Hal itu bukanlah sesuatu yang salah. Karena semua itu sebagai lambang kegembiraan untuk menyambut Natal (kedatangan Yesus). Namun ada hal penting yang perlu kita perhatikan. Apakah hati kita sudah siap sebagai palungan bagi bayi Yesus?

Penulis : Sr. Loren SFMA

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments