Misteri Kebangkitan Kristus

Salam Teresa…!!

Saudari/a yang terkasih, hari ini kita merayakan Misteri Kebangkitan Kristus. Selamat Hari Raya Paskah untuk kita semua, umat Paroki Cikarang - Gereja Ibu Teresa. Tuhan sudah bangkit, mari kita rayakan dengan gembira. Tentunya kegembiraan Paskah tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena sejak merebaknya virus Corona/COVID-19 melanda dunia termasuk di negara tercinta Indonesia ini, kita semua tidak bisa beraktivitas seperti biasa, semua serba terbatas untuk mencegah penularan COVID-19 ini. Bahkan termasuk ungkapan iman kita untuk bersama-sama merayakan Ekaristi pun hanya bisa kita lakukan dengan virtual alias live streaming, hanya imamnya saja yang merayakan Ekaristi dan umat di rumah masing-masing mengikuti melalui media teknologi seperti : laptop, HP, TV, Radio dan lain-lain.

Saudari/a yang terkasih, meskipun dalam suasana yang sangat memprihatinkan ini kita tetap diajak untuk melihat semua pengalaman Paskah ini dalam terang misteri Kristus yang bangkit. Misteri Kebangkitan Kristus tampak jelas dalam bacaan-bacaan yang kita dengarkan bersama dalam mengikuti Ekaristi live streaming.

Dalam Bacaan Pertama, Petrus mewartakan Kristus yang bangkit di rumah Kornelius (Kis 10:34-39). Peristiwa itu sekaligus mengundang kita untuk mengalihkan fokus kita pada perkara-perkara yang di atas, sebagaimana ditulis Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Kolose (Kol 3:1-4). Peristiwa kebangkitan itu dengan sangat jelas kita dengarkan dari kesaksian para pengikut Kristus, sebagaimana diceritakan dalam Injil hari ini (Yohanes 20:1-9). Meski masih dihantui keragu-raguan, iman para rasul terus bertumbuh. Pengalaman makam kosong masih belum membuka hati dan pikiran para murid. Namun gerak Roh akhirnya membawa para murid sampai pada kesimpulan : untuk menjadi percaya tidak perlu
melihat.

Saudara/i yang terkasih, lantas apa makna Paskah, Kebangkitan Kristus bagi kita dalam situasi saat ini? Mengutip khotbah Bapa Paus Fransiskus dalam doa bersama di Vatikan pada masa pandemi/wabah Corona pada tanggal 27 Maret 2020, “Mari kita undang Tuhan Yesus ke dalam perahu kehidupan kita. Kita serahkan kepada-Nya ketakutan dan kecemasan kita karena Tuhan akan mengalahkannya. Dalam badai kehidupan ini, Tuhan ingin mengingatkan dan mengajak kita semua untuk membangkitkan serta menyalakan api solidaritas dan pengharapan yang meneguhkan, terutama di saat-saat ini ketika semua sepertinya akan tenggelam. Tuhan akan membangunkan dan menghidupkan kembali iman akan PASKAH TUHAN. Kita memiliki jangkar : di dalam salib-Nya kita diselamatkan. Kita memiliki kemudi : di dalam salib-Nya kita ditebus. Kita memiliki pengharapan : di dalam salib-Nya kita dipeluk dan disembuhkan sehingga tidak ada sesuatu atau seorang pun yang dapat memisahkan kita dari cinta-Nya. Ditengah keterasingan, penderitaan, dan kekosongan yang sedang kita alami, kita mempunyai kesempatan untuk mendengarkan kembali pewartaan yang menyelamatkan : TUHAN TELAH BANGKIT dan HIDUP di tengah-tengah kita.”

Saudari/a yang terkasih, Perayaan kebangkitan Tuhan mengingatkan kita bahwa kematian itu bukanlah akhir dari perjalanan hidup kita sebagai makhluk ciptaan. Tuhan telah mengalahkan maut dan dosa. Panggilan umat berimanpun menuju kesana, pada upaya untuk hidup melawan dosa dan kejahatan.

Kebangkitan Tuhan adalah dasar yang kuat bagi umat beriman untuk bersaksi tentang Tuhan ditengah dunia. Kita tidak eriman pada Tuhan yang mati, tetapi pada Dia yang bangkit dan selalu hidup di tengah-tengah kita, kini dan sepanjang segala masa.

Saudara/i, marilah melalui pekerjaan, apa yang kita lakukan atau karya-karya pelayanan kita dipanggil untuk menjadi saksi-saksi Kebangkitan Kristus ditengah-tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Semoga dengan kebangkitan-Nya, kita semua dikuatkan, disembuhkan, dan diselamatkan.

Selamat PASKAH. Tuhan memberkati kita semua.

Penulis : Rm. Antara, Pr


Post Terkait

Comments