Misa ABK Anak Berkebutuhan Khusus bersama Bapa Uskup Ignatius Kardinal Suharyo

“Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat,
dan kasih karunia Allah ada pada-Nya”

 

Itulah sepenggal kalimat dari akhir bacaan injil Lukas 2:22-40 yang kami dengarkan pada Misa Hari Minggu, 2 Februari 2020, yang menjadi hari terindah dan tak terlupakan bagi tujuh ABK Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa. Kami, orang tua dan pendamping ABK yang juga tergabung dalam paguyuban LOTs (Love of Teresa Family) mengikuti Misa ABK se-KAJ bersama Bapa Uskup Ignatius Kardinal Suharyo yang didampingi oleh empat orang imam di Gereja Sta. Perawan Maria Diangkat ke Surga (Katedral Jakarta).

Pukul 12:30 kami berkumpul bersama di kediaman dr. Merry selaku Dewan Paroki Bidang Pelayanan yang juga turut menemani ke Katedral. Sebelum berangkat kami saling memberikan sapaan hangat, makan siang bersama dan berdoa sebelum berangkat yang dipimpin oleh Oma Yosephine. Beberapa dari kami berangkat langsung dari Jakarta dan juga berangkat dari Cikarang pPukul 13:10 menggunakan 3 mobil pribadi dan 1 mobil minibus dengan perjalanan sekitar lebih kurang 1 jam dan, Puji Tuhan, semuanya berjalan dengan lancar dan selamat sampai di Katedral.

Suasana gereja yang begitu hangat, sambutan yang begitu ramah langsung kami rasakan ketika sampai dan masuk dalam lingkungan gereja. Panitia dan para volunteer membantu kami, baik ABK dan pendamping untuk mencarikan posisi tempat duduk yang nyaman untuk
kami mengikuti misa. Dalam misa kali ini beberapa petugas liturgis seperti pemazmur, lektor dan juga petugas pembawa persembahan adalah ABK. Misa pada hari ini juga bertepatan dengan Pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah berlangsung dengan khidmat dengan sesekali terdengar suara ABK di tengah keheningan yang turut menyembah nama Tuhan dengan caranya masing-masing.

Homili dari Bapak Kardinal mengajak para orang tua dan keluarga yang mendampingi ABK untuk selalu mengungkapkan pengalaman luar biasa dan tak henti-hentinya untuk selalu mewujudkan wajah Allah, wajah Yesus dalam diri ABK. Mereka diajak untuk menjalani hidup sebagai murid Yesus yang menyebarkan dan menyalurkan cinta kasih kepada sesama. Selain itu, Bapak Kardinal mengajak kita semua untuk menjadi murid Kristus yang berhikmat. Beliau
memberikan contoh tokoh penting yang hidupnya didedikasikan untuk mendampingi kaum disabilitas. Karena di situlah mereka menemukan makna hidup yang sebenarnya.

Selesai misa dan masih di dalam gereja, panitia mengajak Bapak Kardinal, para Imam dan semua ABK untuk ber-selfie bersama sehingga suasana menjadi cair, akrab dan hangat. Sebelum pulang ABK diberikan goody bag oleh panitia dan diberikan kesempatan untuk berfoto di area gereja dan yang yang spesial adalah juga berfoto dengan Bapak Kardinal. Kesan yang “menyentuh” bagi kami sebagai orang tua dan pendamping ABK melihat mereka (ABK) bergembira, melihat ketulusan dan pengorbanan para orang tua yang dengan setia dan tanpa lelah mendampingi mereka ABK sehingga mereka selalu merasa dikuatkan.

Bertambah besarlah dan menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah ada pada kalian semua Anak-anak berkebutuhan khusus. Tuhan memberkati.

Liputan dan Foto : Kristian Bayu K


Post Terkait

Comments