Mintalah Maka Kamu akan Diberi

Ibu, bapak, saudari, dan saudara terkasih dalam Kristus, pada minggu ini, kita memasuki Hari Minggu Biasa XVII Tahun C. Bacaan Injil hari ini (Luk 11:1-13) mengisahkan Tuhan Yesus yang mengajarkan kepada para murid doa Bapa Kami, sebuah doa yang sederhana, namun merangkum seluruh nilai dengan lengkap. Dalam doa Bapa Kami, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk memanggil Allah dengan sebutan “Bapa”. Kata ini merupakan kata kunci yang diberikan oleh Tuhan Yesus agar kita masuk dalam relasi dan doa yang intim dengan Bapa.

Dengan nama “Bapa”, Tuhan Yesus menggabungkan dua permohonan, yaitu “dikuduskanlah nama-Mu” dan “datanglah Kerajaan-Mu”. Doa Tuhan Yesus – begitu juga seharusnya doa setiap orang Kristiani, pertama dan terutama, mengajak kita untuk senantiasa memuliakan Bapa dan memohon kepada Bapa agar Kerajaan serta kehendak-Nya nampak dan hadir di dunia ini dan dalam hidup kita.

Doa Bapa Kami dilengkapi dengan tiga permohonan lainnya. Ketiga permohonan tersebut mengungkapkan kebutuhan dasar kita, yakni makanan, pengampunan dan bantuan dalam pencobaan. Kita tidak bisa hidup tanpa makanan (rejeki), kita tidak bisa hidup tanpa pengampunan, dan kita tidak bisa hidup tanpa bantuan Bapa di saat pencobaan.

Pertama, Tuhan Yesus mengajarkan kita agar meminta makanan (rejeki) yang secukupnya, tidak berlebihan. Kedua, Tuhan Yesus juga mengajarkan kita untuk meminta pengampunan dari Bapa. Ia menuntun kita pada kesadaran bahwa kita orang berdosa dan senantiasa membutuhkan kerahiman dan pengampunan dari Bapa. Selanjutnya, pengampunan dari Bapa menuntun kita untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita, berdamai dengan sesama. Ketiga, dalam permohonan “janganlah membawa kami dalam pencobaan”, Tuhan Yesus menuntun kita pada kesadaran bahwa kita hidup di dunia dengan berbagai macam cobaan dan godaan dan kita cenderung mudah jatuh ke dalamnya. Hanya dengan pertolongan Bapa kita dimampukan untuk melawan cobaan dan godaan di dalam hidup kita.

Selain mengajar doa Bapa Kami, Tuhan Yesus menunjukkan pula betapa besar kekuatan doa yang dilakukan dengan penuh ketekunan dan kesetiaan. Jika kita setia dan tekun niscaya Allah tidak akan menolak. Seorang ayah tidak mungkin mengecewakan anak-anaknya, demikian pula dengan Bapa di Surga. Allah tidak akan menolak permohonan putera-puteri-Nya yang berdoa dengan tekun, setia, dan sesuai kehendak-Nya. Allah kita adalah Bapa yang murah hati.

Selamat hari Minggu. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati Anda sekeluarga.

Penulis : Rm. Vinsensius Rosihan Arifin, Pr

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments