Menghadirkan Kristus dalam Keseharian

Saudara/i yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus, pada Minggu Biasa XXXIII yang bertepatan dengan Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Kembali kita diajak untuk mendengar dan melakukan dalam perjalanan hidup kita apa yang Tuhan kehendaki supaya kita perbuat. 2 Sam 5:1-3 berbicara mengenai Daud menjadi raja atas seluruh Israel dan pada bacaan Kol. 1:12-20 berbicara mengenai ucapan syukur dan doa.

Bacaan Injil Luk. 23:35-43 YESUS DISALIBKAN. Saat ini banyak hal dapat dilakukan dengan lebih cepat dan lebih mudah, menghasilkan berbagai produk instan yang disukai banyak orang. Namun, hal itu tidak menjamin produk yang dihasilkan berkualitas lebih baik. Dalam banyak hal, waktu dan proses mutlak diperlukan untuk membuahkan hasil yang bermutu unggul. Salah satu contohnya adalah masa persiapan seseorang yang dipakai Tuhan. Daud, misalnya, diurapi menjadi raja. Saat itu kemungkinan ia masih remaja. Setelah mengalami berbagai peristiwa yang
membentuk karakternya, ia ditetapkan menjadi raja atas seluruh Israel dan Yehuda, mengapa bisa? Sepanjang hidupnya Daud mengandalkan Tuhan, namun bukan berarti Daud tidak pernah melakukan kesalahan.

Sebagai manusia, kita kerap melakukan kesalahan. Seringkali kita melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang, hanya menuruti emosi dan keinginan saat ini. Sehingga tak jarang, kita pun menanggung akibat tak tertanggungkan. Kabar baiknya, seburuk apa pun kerusakan yang terjadi dalam hidup kita, Tuhan bisa dan mau untuk memperbaikinya. Langkah awal yang perlu kita lakukan hanyalah mengundang-Nya masuk ke dalam hidup kita dan melibatkannya dalam segala hal. Saat kita taat melangkah mengikuti-Nya, janji-janji Tuhan pun akan menjadi milik kita. Kita akan mengalami Tuhan lebih dalam lagi setiap harinya dan Dia akan bekerja dalam segala perkara untuk menggenapi janji-Nya kepada kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua.  Bagaimana Ia terus menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus menyempatkan Diri untuk mengambil waktu bersama Bapa. Siang hari ditengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Bapa. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Bapa.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Daud selalu menyempatkan diri memuji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terusmenerus dengan Tuhan. Demikian juga, orang-orang (para nabi, orang kudus dan lain-lain) yang dipakai Tuhan untuk menyapa umat-Nya. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita
sehari-hari adalah
seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini dalam keseharian kita senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan melakukan itu setiap pagi, siang dan malam, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan. Seperti jemaat Kolose, kita pun diminta agar semakin mengenal dan mengalami kasih karunia Allah, serta semakin mengenal kehendak Tuhan, sehingga hidup kita menjadi layak dan berkenan kepada-Nya.

Sudahkah Anda mengenal dan mengalami kasih karunia Allah serta sungguh-sungguh menghayatinya?

Sudahkah Anda mengerti kehendak Tuhan dan melakukan-Nya dalam hidup Anda?

Wujudkanlah hidup yang layak dan berkenan kepada Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga pada Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam memampukan kita, Amin.

Penulis : Sr. Loren SFMA

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments