Hari Minggu, 26 Mei 2024 bertempat di SMA Pangudi Luhur Kota Deltamas, Paguyuban Prodiakon kembali mengadakan kegiatan Pertemuan Besar Paguyuban Prodiakon (PBPP). PBPP merupakan kegiatan rutin yang masuk dalam rencana karya Paguyuban Prodiakon tahun 2024.
Pertemuan kali ini diikuti oleh 75 prodiakon/ness, 2 bruder, 1 frater dan 2 perwakilan DPH. Acara dimulai tepat pukul 9.30 WIB dipandu duo MC kompak yaitu Pak Amandus dan Ibu Rina. Kegiatan ini diawali dengan doa pembukaan oleh MC, dengan tidak lupa mendoakan rekan prodiakon yang sudah dipanggil Bapa ke surga (Pak Iwan Setiawan, dan lain-lain).
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Pak Dwi Maryanto sebagai Ketua Panitia, Pak Marcelinus Haryanto sebagai Ketua Paguyuban Prodiakon dan sambutan Pak Henry Kuswahyudi dari DPH Bidang Peribadatan. Pada kesempatan ini Mas Ateng panggilan akrab Pak Henry, menyoroti paguyuban prodiakon dalam kepengurusan saat ini yang semakin berkembang, baik dari sisi pencapaian jumlah prodiakon, program kegiatan dan sisi organisasi. Terima kasih Mas Ateng.
Untuk mengetahui dinamika prodiakon, acara dilanjutkan dengan pemaparan profil Paguyuban Prodiakon Paroki Cikarang yang dibawakan Ibu Herlina. Dijelaskan oleh Ibu Herlina bahwa saat ini jumlah prodiakon dan prodiakones adalah sebanyak 117 orang dimana masih jauh dari ideal dengan kondisi jumlah lingkungan di paroki sebanyak 67 lingkungan (idealnya perlingkungan memilikki 2 orang prodiakon/nes), jumlah ini akan berkurang karena ada 14 prodiakon akan purna tugas dalam waktu dekat. Oleh karena itu paguyuban prodiakon aktif untuk berkunjung ke lingkungan-lingkungan untuk mengetahui dan menjelaskan ke umat lingkungan siapa itu prodiakon, tugas dan pelayanan dan dinamika yang ada. Diharapkan dengan paguyuban prodiakon aktif datang ke lingkungan-lingkungan dapat mengkikis keraguan umat untuk melakukan pelayanan menjadi prodiakon.
Acara semakin hidup dengan perayaan ulang tahun 42 prodiakon/nes , periode bulan Januari sampai dengan Mei. Doa, nyanyian, kue ultah dan kado ultah telah disiapkan untuk yang hadir. Seru!
Setelah perayaan ulang tahun, dilanjutkan sosialisasi hasil retret pengurus prodiakon yang dilaksanakan bulan Februari 2024 di Wisma Samadi. Sosialisasi hasil retret ini disampaikan oleh Pak Wahyudi dan Pak Edi S. Hasil retret sudah dibukukan dan dicetak dengan judul; “SPIRITUALITAS PELAYANAN – Ini aku, utuslah aku”. Masing-masing prodiakon mendapat 1 buah buku tanpa harus ada biaya penggantian ongkos cetak. Luar biasa..
Dalam sosialisasinya, Pak Wahyudi dan Pak Edi S menyorot sering munculnya rasa aku belum layak menjadi seorang prodiakon karena aku belum menjadi orang yang “kudus” dalam kehidupan keseharian. Pada dasarnya Allah menciptakan manusia menurut gambar Allah sendiri, dan Allah melihat segala sesuatu yang diciptakan-Nya SUNGGUH AMAT BAIK. Setiap langkah kita saat ini atas kehendak-Nya di arahkan untuk terus bergerak kembali kearah KEKUDUSAN.
Waktu begitu cepat, tidak terasa jam sudah menunjukan pukul. 11.30 waktunya untuk santap siang. Sajian nasi pecel dari Pak Agus Sri (salah satu prodiakon senior paroki Cikarang) sudah tersaji. Para prodiakon dan prodiakones menikmati makan siang sambil bercengkrama dan lebih mengenal rekan-rekan prodiakon lainnya.
Selesai makan siang, sebagai menu utama, kami Menggali Spiritualitas Panggilan Hidup Berkeluarga dengan meneladan Keluarga Kudus Nazareth yang dibawakan oleh Romo Fransiskus Asisi Budiyono MSF yang saat ini diberi kepercayaan Bapak Uskup untuk menjadi Ketua Komisi Keluarga KAJ.
Keluarga kudus menjadi suri tauladan bagi keluarga katolik, beliau mencontohkan bagaimana ketaatan dan kerendahaan hati masing-masing anggota keluarga Kudus Nazaret. Maria dan Yusuf taat akan panggilan/ perutusannya (Lukas 1 : 26-38 dan Matius 1:18-25) dan bahkan Yesus sang Putera juga taat pada tradisi (baptis dan sunat), negara (pajak dan sensus) dan taat pada ibunya (perkawinan di Kana).
Dari Keluarga Nazareth ini ada beberapa keutamaan dari anggotanya yang meliputi taat dan rendah hati, tulus, sederhana, pengorbanan dan empati.
Spiritualitas yang bersumber dari iman akan menggerakan keluarga katolik menghayati keluarga sebagai panggilan dan jalan kekudusan, oleh karena itu keduanya menjadi motivasi bagi keluarga katolik dalam pelbagai pelayanan yang di percayakan Tuhan kepada mereka melalui gereja. Pelayanan menjadi seorang prodiakon adalah salah satu jalan menuju kekudusan.
Akhirnya sesi Pertemuan Besar Paguyuban Prodiakon selesai, banyak pengetahuan yang semakin menguatkan pelayanan sebagai seorang Prodiakon dan kebersamaan yang luar biasa. Proficiat bagi seluruh prodiakon dan seluruh panitia dari Sektor Cikarang Baru dan Cibitung yang telah bersama merangkai acara PBPP ini dengan baik.
Berkah Dalem.
Liputan dan Foto : Doddy S