Mengapa Kamu Tidak Percaya

Saudari/a yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus, pada Hari Minggu Biasa XII kembali kita diajak bersama untuk melakukan kehendak Tuhan Yesus yang harus kita lakukan dalam menjalani kehidupan yang sesuai dengan yang dikehendaki-Nya. Lewat bacaan injil Markus 4:35-40 kita dapat belajar dari pengalaman para murid yang mengalami ketakutan yang luar biasa karena perahu mereka penuh dengan air akibat dari taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk kedalam perahu. Namun Yesus malah menegur mereka dan mempertanyakan mengapa mereka takut dan tidak percaya.

Iman adalah anugerah yang sepenuhnya gratis yang Allah berikan untuk kita. Percaya hanya mungkin karena anugerah dan bantuan Roh Kudus, yang menggerakkan hati dan yang membuka mata pikiran untuk memahami dan menerima kebenaran yang telah Allah ungkapkan kepada kita. Iman memampukan kita untuk berelasi dengan Tuhan dengan benar dan percaya diri, dengan kepercayaan dan keyakinan, dengan percaya dan berpegang pada firman-Nya, karena Dia benar-benar dapat diandalkan dan dapat dipercaya. Jika kita ingin hidup, tumbuh, dan bertahan dalam iman, maka itu harus dipelihara dengan firman Tuhan.

Biarkan cinta Kristus menguasai hati dan pikiran kita. Kita harus mampu mengosongkan diri agar Tuhan sendiri dapat berkarya sepenuhnya. Taufan dan ombak yang dahsyat adalah resiko dalam bentuk kesulitan, cobaan dan godaan yang harus kita alami untuk mengalami kasih Tuhan yang seharusnya kita hadapi dengan penuh kepercayaan oleh kasih Allah yang menguatkan dan dan mengizinkan kita untuk mengalaminya namun apa yang sering terjadi kita malah ingin menghindari dan tidak ingin mengalaminya padahal Yesus sendiri telah mengalami dengan taat sepenuhnya. Apa yang memampukan-Nya? Tidak lain adalah KEPERCAYAAN yang penuh kepada BAPA-NYA.

Saudari/a yang dikasihi oleh Yesus Kristus, kita pun dikehendaki-Nya untuk hidup, tumbuh dan bertahan dalam Iman yang menggerakkan hati dan yang membuka mata pikiran untuk memahami dan menerima kebenaran yang telah Allah ungkapkan kepada kita serta juga memampukan kita mengambil tindakan yang benar dan menghadapi taufan dan ombak dalam tugas, karya pelayanan yang kita lakukan dengan membiarkan kasih-Nya memerintah hati pikiran dan tindakan kita.dengan demikian kita mampu mengenal kehadiran Kristus ketika kita menghadapi badai kesengsaraan, kesedihan, dan pencobaan ketakutan tidak melumpuhkan kita.

Penulis : Sr. Loren, SFMA

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments