Ibu, bapak, saudari, dan saudara terkasih dalam Kristus, pada minggu ini, kita memasuki Hari Minggu Prapaskah IV Tahun A. Minggu Prapaskah IV disebut Minggu Laetare atau Minggu Sukacita karena di dalam pertobatan kita mendapat penghiburan dari Allah. Pertobatan bukan menjadi beban, tetapi menjadi kesempatan untuk mengalami kasih Allah yang lebih utuh. Pertobatan akan membuat orang mengalami kesembuhan dari kebutaan, bangkit dari kelumpuhan, dan lebih dalam lagi mengalami rahmat Allah yang diberikan kepada kita.
Bacaan Injil hari ini (Yoh 9:1-41) mengisahkan Tuhan Yesus yang menyembuhkan seorang yang buta sejak lahir. Tuhan Yesus menyatakan pekerjaan Allah dalam diri orang buta itu sehingga dia pun sembuh dan kemudian percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Manusia (Anak Allah). Walaupun demikian, orang-orang Farisi masih tidak percaya akan pekerjaan Allah yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus kepada orang buta itu.
Dalam awal kisah ini, Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya adalah Terang Dunia. Tuhan Yesus adalah terang yang membebaskan manusia yang percaya kepada-Nya dari kegelapan dosa dan maut. Mereka yang dengan rendah hati menerima Tuhan Yesus, Sang Terang, akan menerima tidak hanya terang fisik, namun juga terang iman. Mereka tidak hanya sembuh fisik, tetapi sembuh imannya. Mereka dimampukan untuk semakin mengenal dan menerima Tuhan Yesus tidak hanya sebagai nabi, melainkan sebagai Anak Allah. Namun, mereka yang sombong atau bahkan menolak Sang Terang dengan berbagai tipu daya justru akan jatuh dalam kegelapan. Mereka akan menjadi buta terhadap keselamatan yang ditawarkan oleh Allah.
Penebusan Kristus menjadikan setiap orang yang percaya kepada-Nya beralih dari kegelapan menuju hidup yang terang. Orang yang hidup dalam terang sudah semestinya hidup dalam kebaikan, keadilan, dan kebenaran, sebagaimana disampaikan oleh Rasul Paulus dalam Bacaan II. Segala keutamaan itu bukan usaha manusia, namun merupakan berkat terang Kristus. Sedangkan, mereka yang hidup dalam kegelapan akan melakukan perbuatan-perbuatan yang memalukan dan membinasakan.
Oleh karena itu, pada Masa Prapaskah ini, terutama pada Minggu Sukacita ini, kita diajak untuk bersyukur dan bersukacita karena Tuhan Yesus senantiasa menawarkan diri, terang, dan keselamatan-Nya. Kita diajak menyambut tawaran tersebut dengan bertobat dan hidup dalam terang Tuhan. Maka, mohonlah selalu terang Tuhan dalam Masa Prapaskah ini agar kita bangun dan bangkit dari “tidur” kita sehingga Tuhan bercahaya atas diri kita.
Selamat bermenung. Selamat hari Minggu. Selamat berakhir pekan. Tuhan memberkati Anda sekeluarga.
Penulis : Rm. Vinsensius Rosihan Arifin, Pr.
Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa