Menemukan Harta Terpendam

Ibu, bapak, saudari, dan saudara terkasih dalam Kristus, pada minggu ini, kita memasuki Hari Minggu Biasa XVII Tahun A. Dalam Injil minggu ini (Mat 13:44-52), Tuhan Yesus mengumpamakan Kerajaan Surga seperti harta yang terpendam, mutiara yang sangat berharga, dan ikan yang baik dalam pukat. Dengan demikian, Kerajaan Surga merupakan sesuatu yang sangat bernilai atau berharga. Dan, tentunya, apa yang ada di dalam Kerajaan Surga itulah yang paling berharga dan bernilai, yakni Tuhan sendiri. Maka, dalam perumpamaan Injil hari ini, Ia mengajak kita untuk mencari dan mendapatkan harta sejati itu.

Demi mendapatkan harta sejati itu, Tuhan mengajak kita untuk berjuang sekuat tenaga dan dengan keteguhan hati. Injil hari ini menggambarkannya dengan orang yang menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang yang di dalamnya terdapat harta terpendam atau pedagang yang menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara indah yang ditemukannya atau nelayan yang memilah ikan yang baik dari pukatnya.

Tentunya dalam mencari atau memilah hingga mendapatkan, seseorang membutuhkan usaha
dan pengorbanan. Usahanya adalah meluangkan waktu. Pengorbanannya adalah mengorbankan kegiatan kesenangan kita. Dengan kata lain, Tuhan mengajak kita untuk meluangkan waktu dan mengorbankan kegiatan kesenangan kita setiap hari jika kita ingin mendapatkan diri-Nya dan Kerajaan-Nya.

Pertanyaannya adalah apakah yang bisa kita lakukan. Alangkah baiknya setiap hari kita meluangkan waktu untuk berdoa dan membaca Kitab Suci atau sekurang-kurangnya mendengarkan renungan harian. Di penghujung hari, kita bisa mengorbankan kegemaran kita untuk nonton TV, mendengarkan lagu, atau asyik chatting dan berselancar di media sosial. Sebelum terlelap, kita bisa berdoa sejenak dan merenungkan apa yang telah kita perbuat selama sehari.

Saat itulah kita mohon terang Roh Kudus untuk memilah mana perbuatan yang baik atau buruk dan mana sikap atau perkataan yang berkenan atau tidak berkenan di hati Tuhan, serta berkat Tuhan yang kita rasakan hari itu. Lalu, atas segala yang baik, kita mengucap syukur. Dan, untuk yang kurang berkenan, kita mohon ampun dan kehendak kuat dari Tuhan untuk tidak mengulanginya.

Semua usaha dan pengorbanan itu membutuhkan komitmen dan konsistensi. Janganlah berhenti mencoba dan janganlah lelah. Yakinlah bahwa atas segala usaha dan pengorbanan itu Tuhan pasti mendatangkan berkat bagi setiap orang yang senantiasa mencari-Nya dan Kerajaan-Nya. St. Paulus pun mengatakan demikian dalam Bacaan Kedua hari ini: “Allah turut
bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia” (Rm 8:28).

Selamat hari Minggu. Selamat berakhir pekan. Semoga sehat selalu. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Penulis : Rm. Vinsensius Rosihan Arifin, Pr.

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments